Liputan6.com, Jalur Gaza: Sejumlah pemimpin permukiman Yahudi akan menggelar protes besar-besaran menolak rencana penarikan mundur Israel dari Jalur Gaza dan Tepi Barat. Unjuk rasa akan dilakukan dengan cara jalan kaki menuju permukiman Yahudi yang akan dikosongkan mulai pertengahan bulan ini. Padahal, permukiman yang berada di daerah Gaza itu, telah ditetapkan sebagai zona militer dan tertutup bagi mereka yang bukan warga setempat.
Para pengunjuk rasa, sejak Selasa (2/8) silam, mulai berkumpul di Sderot. Dari pagi hingga petang, jumlah mereka terus bertambah dan konon masih akan terus berdatangan hingga Selasa malam. Mereka selanjutnya akan bermalam di Ofakim dan bergerak menuju Gush Katif.
Sementara itu, pihak berwajib Israel menyatakan akan membatasi jumlah pengunjuk rasa sebanyak 5000 orang saja. Tak hanya itu, sekitar 15 ribu personel militer juga telah disiagakan untuk menghalangi pengunjuk rasa memasuki Gaza. Para demonstran hanya diizinkan melakukan aksinya dari Sderot hingga Ofakim.
Bulan silam, massa antipenarikan mundur sempat menginap tiga malam di kota Kfar Maimon dalam upayanya memasuki wilayah Gaza. Namun upaya itu kandas setelah kehadiran polisi dalam jumlah besar.
Sejauh ini, pemerintah Israel mengklaim lebih dari setengah pemukim Yahudi setuju untuk angkat kaki dari wilayah permukiman sebelum pembongkaran dilakukan pertengahan Agustus ini [baca: Penarikan Mundur Pemukim di Jalur Gaza Kembali Dibahas].(IAN/Indrasto Indrajaya)
Para pengunjuk rasa, sejak Selasa (2/8) silam, mulai berkumpul di Sderot. Dari pagi hingga petang, jumlah mereka terus bertambah dan konon masih akan terus berdatangan hingga Selasa malam. Mereka selanjutnya akan bermalam di Ofakim dan bergerak menuju Gush Katif.
Sementara itu, pihak berwajib Israel menyatakan akan membatasi jumlah pengunjuk rasa sebanyak 5000 orang saja. Tak hanya itu, sekitar 15 ribu personel militer juga telah disiagakan untuk menghalangi pengunjuk rasa memasuki Gaza. Para demonstran hanya diizinkan melakukan aksinya dari Sderot hingga Ofakim.
Bulan silam, massa antipenarikan mundur sempat menginap tiga malam di kota Kfar Maimon dalam upayanya memasuki wilayah Gaza. Namun upaya itu kandas setelah kehadiran polisi dalam jumlah besar.
Sejauh ini, pemerintah Israel mengklaim lebih dari setengah pemukim Yahudi setuju untuk angkat kaki dari wilayah permukiman sebelum pembongkaran dilakukan pertengahan Agustus ini [baca: Penarikan Mundur Pemukim di Jalur Gaza Kembali Dibahas].(IAN/Indrasto Indrajaya)