Liputan6.com, Singapura: Rencana perusahaan investasi pemerintah Malaysia, Khazanah Nasional Berhad, untuk mengakuisisi saham PT Bank Lippo Tbk sebanyak 25 persen pada tahap pertama dari dua tahap tampaknya akan dilakukan dengan berbagai cara. Saham bisa dibeli secara langsung maupun tidak atau melibatkan institusi lain. Demikian dilaporkan harian The Financial Times di Singapura, baru-baru ini.
Menurut harian tersebut ketertarikan Khazanah membeli sejumlah saham Bank Lippo tersebut untuk meningkatkan investasinya di sektor keuangan di Indonesia dan karena membaiknya sentimen terhadap Indonesia. Sementara itu, sebanyak 52,1 persen saham di Bank Lippo dimiliki konsorsium Swissasia (Swissfirst Bank), unit grup keuangan dari Swissfirst AG.
Sejumlah bankir menyebutkan pembeli Bank Lippo harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada Swissasia yang membeli 52,1 persen saham Bank Lippo dengan harga seluruhnya sebanyak US$ 143 juta, setahun silam. Sementara itu pihak Swissasia sendiri menyatakan berminat untuk meningkatkan kepemilikannya di perusahaan yang pernah dimiliki keluarga Mochtar Riady itu.
Khazanah sempat membentuk konsorsium dengan Maybank dan Jamsostek untuk membeli 51 persen saham PT Perusahaan Pengelola Aset di Bank Permata pada tahun 2004. Namun, konsorsium itu gagal membeli Bank Permata.(ZIZ/Rka)
Menurut harian tersebut ketertarikan Khazanah membeli sejumlah saham Bank Lippo tersebut untuk meningkatkan investasinya di sektor keuangan di Indonesia dan karena membaiknya sentimen terhadap Indonesia. Sementara itu, sebanyak 52,1 persen saham di Bank Lippo dimiliki konsorsium Swissasia (Swissfirst Bank), unit grup keuangan dari Swissfirst AG.
Sejumlah bankir menyebutkan pembeli Bank Lippo harus mengeluarkan uang lebih banyak daripada Swissasia yang membeli 52,1 persen saham Bank Lippo dengan harga seluruhnya sebanyak US$ 143 juta, setahun silam. Sementara itu pihak Swissasia sendiri menyatakan berminat untuk meningkatkan kepemilikannya di perusahaan yang pernah dimiliki keluarga Mochtar Riady itu.
Khazanah sempat membentuk konsorsium dengan Maybank dan Jamsostek untuk membeli 51 persen saham PT Perusahaan Pengelola Aset di Bank Permata pada tahun 2004. Namun, konsorsium itu gagal membeli Bank Permata.(ZIZ/Rka)