Liputan6.com, Jakarta: Ketua MPR Amien Rais menyesalkan pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang mengatakan ia ingin melakukan pertemuan secara sembunyi-sembunyi. Amien menilai Gus Dur kembali melakukan kebohongan publik. Hal itu ditegaskan Amien di ruang kerjanya di Jakarta, Jumat (30/3).
Amien menjelaskan, pertemuan informal dengan Presiden Wahid hanya dilakukan sebanyak dua kali. Pertemuan pertama dilakukan di Hotel Crowne Jakarta dan Sidang Paripurna DPR dua hari silam. Saat itu, Gus Dur didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Matori Abdul Djalil. Sedangkan Amien didampingi Ketua Fraksi Reformasi Hatta Rajasa. Bahkan, pertemuan tersebut diliput oleh sejumlah wartawan. Pertemuan kedua dilakukan di Keraton Yogyakarta, Jawa Tengah. Saat itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi tuan rumah.
Menurut Amien, hal itu perlu ditegaskan kepada publik. Sebab, Presiden Gus Dur menyebutkan keinginan Amien untuk melakukan pertemuan secara diam-diam. Sebenarnya, Presiden Wahid, Amien Rais, dan Ketua DPR Akbar Tandjung terlihat menghadiri perayaan Hari Raya Nyepi di Istora Senayan Jakarta beberapa waktu silam.(PIN/Dyah Kusuma dan Muhammad Guntur)
Amien menjelaskan, pertemuan informal dengan Presiden Wahid hanya dilakukan sebanyak dua kali. Pertemuan pertama dilakukan di Hotel Crowne Jakarta dan Sidang Paripurna DPR dua hari silam. Saat itu, Gus Dur didampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Matori Abdul Djalil. Sedangkan Amien didampingi Ketua Fraksi Reformasi Hatta Rajasa. Bahkan, pertemuan tersebut diliput oleh sejumlah wartawan. Pertemuan kedua dilakukan di Keraton Yogyakarta, Jawa Tengah. Saat itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi tuan rumah.
Menurut Amien, hal itu perlu ditegaskan kepada publik. Sebab, Presiden Gus Dur menyebutkan keinginan Amien untuk melakukan pertemuan secara diam-diam. Sebenarnya, Presiden Wahid, Amien Rais, dan Ketua DPR Akbar Tandjung terlihat menghadiri perayaan Hari Raya Nyepi di Istora Senayan Jakarta beberapa waktu silam.(PIN/Dyah Kusuma dan Muhammad Guntur)