Liputan6.com, Bandar Lampung: Penderita gizi buruk terus ditemukan di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Bandar Lampung, Lampung, empat anak diidentifikasi menderita busung lapar. Empat anak yang umumnya berasal dari keluarga buruh nelayan itu dirawat di Puskesmas Kota Karang, Bandar Lampung, hingga Kamis (16/6).
Kondisi terparah dialami Joko Prayogo. Kedua kaki dan tangan bocah berumur 7 tahun ini terlihat kurus dan mengecil. Sedangkan bagian perut dan kepala tampak membesar. Berat badan Joko hanya mencapai 12,5 kilogram. Tubuh tiga bocah lainnya yaitu Rendi (18 bulan), Nuraisah (17 bulan), dan Wahyu (30 tahun) juga kian kurus dengan perut membuncit.
Kasus serupa ditemukan di Kupang, Nusatenggara Timur. Yusniati (6 tahun), selain menderita busung lapar ternyata terserang lumpuh layu. Orang tua Yusniati, Marselinus Timbul dan Mariana mengaku mengetahui anaknya mengidap lumpuh layu setelah kaki buah hatinya tidak bisa digerakkan. Mereka hanya bisa pasrah karena tak memiliki biaya untuk berobat.
Lebih dari seribu anak di Brebes, Jawa Tengah, diketahui menderita gizi buruk. Sebanyak 17 di antaranya positif terjangkit busung lapar. Faktor kemiskinan serta sikap kurang peduli orang tua terhadap kesehatan menjadi penyebab utama timbulnya penyakit tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat, penderita tersebar di 17 kecamatan. Penderita terbanyak ditemukan di Kecamatan Tonjong, Bulakamba, dan Ketanggungan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Andi Heri Iskandar memimpin langsung penyisiran kawasan pemukiman kumuh untuk mencari penderita gizi buruk di kawasan pemukiman kumuh Kota Makassar, Sulawesi Selatan, seperti Kelurahan Karuwisi, Lette, dan Tallo. Penyisiran juga dilakukan di kawasan pulau-pulau terpencil. Dari penyisiran, ditemukan 26 anak positif menderita busung lapar.
Pada kesempatan itu, Heri menjanjikan bahwa pemerintah akan menangani langsung anak yang menderita busung lapar. Mereka akan mendapat asupan tambahan gizi selama seratus hari. Heri juga menyesalkan menurunnya fungsi puskesmas dan posyandu (pos pelayanan terpadu) dalam mencegah terjadinya kasus maranus.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Kondisi terparah dialami Joko Prayogo. Kedua kaki dan tangan bocah berumur 7 tahun ini terlihat kurus dan mengecil. Sedangkan bagian perut dan kepala tampak membesar. Berat badan Joko hanya mencapai 12,5 kilogram. Tubuh tiga bocah lainnya yaitu Rendi (18 bulan), Nuraisah (17 bulan), dan Wahyu (30 tahun) juga kian kurus dengan perut membuncit.
Kasus serupa ditemukan di Kupang, Nusatenggara Timur. Yusniati (6 tahun), selain menderita busung lapar ternyata terserang lumpuh layu. Orang tua Yusniati, Marselinus Timbul dan Mariana mengaku mengetahui anaknya mengidap lumpuh layu setelah kaki buah hatinya tidak bisa digerakkan. Mereka hanya bisa pasrah karena tak memiliki biaya untuk berobat.
Lebih dari seribu anak di Brebes, Jawa Tengah, diketahui menderita gizi buruk. Sebanyak 17 di antaranya positif terjangkit busung lapar. Faktor kemiskinan serta sikap kurang peduli orang tua terhadap kesehatan menjadi penyebab utama timbulnya penyakit tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat, penderita tersebar di 17 kecamatan. Penderita terbanyak ditemukan di Kecamatan Tonjong, Bulakamba, dan Ketanggungan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Andi Heri Iskandar memimpin langsung penyisiran kawasan pemukiman kumuh untuk mencari penderita gizi buruk di kawasan pemukiman kumuh Kota Makassar, Sulawesi Selatan, seperti Kelurahan Karuwisi, Lette, dan Tallo. Penyisiran juga dilakukan di kawasan pulau-pulau terpencil. Dari penyisiran, ditemukan 26 anak positif menderita busung lapar.
Pada kesempatan itu, Heri menjanjikan bahwa pemerintah akan menangani langsung anak yang menderita busung lapar. Mereka akan mendapat asupan tambahan gizi selama seratus hari. Heri juga menyesalkan menurunnya fungsi puskesmas dan posyandu (pos pelayanan terpadu) dalam mencegah terjadinya kasus maranus.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)