Liputan6.com, Jakarta: Setiap orang pasti memiliki harapan untuk menikmati hari tua dengan bahagia bersama keluarga. Namun, hal itu sangat jauh dari kenyataan hidup yang dijalani Mi`ah, 100 tahun. Nyak Mi`ah--begitu nenek ini biasa disapa--hidup sebatang kara di rumahnya di Jalan Cipinang Bali II Nomor 38, Rukun Tetangga 008/Rukun Warga 13, Cipinang Muara, Jakarta Timur, yang hampir roboh dalam 20 tahun terakhir. Ia hanya ditemani beberapa ekor ayam peliharaannya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Nyak Mi`ah terpaksa membuat anyaman dari bambu. Setiap hari, dalam kondisi sehat, Nyak Miah hanya mampu mengerjakan sebuah anyaman yang dijual seharga Rp 2.000. Namun, Nyak Miah sering kali harus berdiam diri apabila anyamannya belum laku terjual. Bahkan, terkadang modal Rp 10 ribu untuk membeli bambu habis untuk makan.(AWD/Cindy Agustina dan Amar Sudjarwadi)
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Nyak Mi`ah terpaksa membuat anyaman dari bambu. Setiap hari, dalam kondisi sehat, Nyak Miah hanya mampu mengerjakan sebuah anyaman yang dijual seharga Rp 2.000. Namun, Nyak Miah sering kali harus berdiam diri apabila anyamannya belum laku terjual. Bahkan, terkadang modal Rp 10 ribu untuk membeli bambu habis untuk makan.(AWD/Cindy Agustina dan Amar Sudjarwadi)