Liputan6.com, Jakarta: Gerakan Pembaruan (GP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar rapat terbuka di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Ahad (5/6). Selain konsolidasi, acara ini sekaligus untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Hadir dalam acara ini tokoh politik era Soekarno, Roeslan Abdulgani dan para tokoh gerakan pembaruan serta pelajar sekolah menengah umum se-Jabotabek.
Anggota pimpinan kolektif gerakan pembaruan, Sukowaluyo Mintohardjo mengungkapkan, saat ini gerakan pembaruan tetap melakukan konsolidasi dengan kader-kadernya sambil menunggu keputusan pengadilan atas sengketa internal partai. Menurut Sukowaluyo, GP PDIP akan membentuk partai baru kalau pengadilan memenangkan Dewan Pimpinan Pusat PDIP [baca: PDIP Pembaruan Daftarkan Gugatan di PN Jaksel].
Seperti diberitakan, kepemimpinan DPP PDIP hasil kongres di Bali, Maret silam, telah memecat tokoh tokoh gerakan pembaruan, di antaranya Roy B.B. Janis, Noviantika Nasution dan Sukowaluyo. Gerakan ini dianggap telah melakukan tindak indisipliner terhadap keputusan partai [baca: Dua Belas Kader Gerakan Pembaruan PDIP Dipecat].(DEN/Fira Abdurrachman dan Anto Susanto)
Anggota pimpinan kolektif gerakan pembaruan, Sukowaluyo Mintohardjo mengungkapkan, saat ini gerakan pembaruan tetap melakukan konsolidasi dengan kader-kadernya sambil menunggu keputusan pengadilan atas sengketa internal partai. Menurut Sukowaluyo, GP PDIP akan membentuk partai baru kalau pengadilan memenangkan Dewan Pimpinan Pusat PDIP [baca: PDIP Pembaruan Daftarkan Gugatan di PN Jaksel].
Seperti diberitakan, kepemimpinan DPP PDIP hasil kongres di Bali, Maret silam, telah memecat tokoh tokoh gerakan pembaruan, di antaranya Roy B.B. Janis, Noviantika Nasution dan Sukowaluyo. Gerakan ini dianggap telah melakukan tindak indisipliner terhadap keputusan partai [baca: Dua Belas Kader Gerakan Pembaruan PDIP Dipecat].(DEN/Fira Abdurrachman dan Anto Susanto)