Liputan6.com, Kutai Kartanegara: Kampanye putaran ketiga pasangan calon bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Syaukani-Syamsuri Aspar serta Tadjudin-Abdul Jabar dihadiri ribuan pendukung masing-masing calon, Kamis (26/5). Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara itu sama-sama mendatangkan artis Ibu Kota untuk menghibur peserta kampanye.
Pasangan Syaukani-Syamsuri memusatkan kampanye di lapangan sepak bola Muara Jaya. Selain mendatangkan sejumlah artis dangdut Ibu Kota seperti Ashraff, pasangan yang dijagokan Partai Golongan Karya ini juga menghadirkan juru kampanye Syamsul Muarif.
Seperti tak mau kalah, pasangan Tadjudin-Abdul Jabar pun menghadirkan sejumlah artis dangdut jebolan Kontes Dangdut Indonesia. Bahkan pasangan yang diusung Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Patriot ini pun ikut bergoyang di atas panggung.
Sementara itu, menjelang kampanye pemilihan kepala daerah di Sumatra Barat, 10 Juni mendatang, temu ramah para calon kepala daerah dengan perantau menjadi tren. Kegiatan ini dipilih karena tidak melanggar aturan kampanye.
Salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Padang Pariaman, Mohamad Yusud-Isril Berd, kemarin, bersilaturahmi dengan perantau Pariaman yang tinggal di Padang. Acara digelar di salah satu hotel berbintang di kota itu.
Usai acara, Mohamad Yusuf membantah, kegiatan ini dikatakan sebagai bagian dari kampanye terselubung. Menurut dia, tujuan acara adalah untuk meminta izin kepada sesepuh Pariaman yang ada di rantau. Dukungan moril dari mereka sangat diharapkan.
Begitu pula yang dilakukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Keduanya mengadakan silaturahmi dengan perantau Minang di Jakarta. Sementara pasangan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid menggelar acara serupa dengan perantau Minang di Jambi dan Pekanbaru, Riau.
Usaha semua calon itu, sejauh ini bisa dibilang berhasil. Buktinya, Ketua Panitia Pengawas Pilkada Sumbar Hasril Chaniago mengaku, kesulitan menegur para calon. Sebab, pada umumnya, mereka menggelar acara di luar wilayah pemilihan.
Sementara hari terakhir pendaftaran calon wali kota Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai kehadiran ratusan dokar dan pemain musik rebana di Kantor KPU setempat. Mereka mengiringi pasangan Rusdi Mastura-Suardin Suebo dari Partai Golkar yang siang itu datang mendaftar. Pilkada di Palu akan digelar Agustus mendatang.
Kedatangan mereka disambut lima anggota KPU Kota Palu. Sebelum menyerahkan dokumen pendaftaran, pasangan yang mengenakan penutup kepala khas suku Kaili itu bersama ratusan pendukungnya menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seusai mendaftar pasangan dari Partai Golkar ini diarak keliling Kota Palu.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Pasangan Syaukani-Syamsuri memusatkan kampanye di lapangan sepak bola Muara Jaya. Selain mendatangkan sejumlah artis dangdut Ibu Kota seperti Ashraff, pasangan yang dijagokan Partai Golongan Karya ini juga menghadirkan juru kampanye Syamsul Muarif.
Seperti tak mau kalah, pasangan Tadjudin-Abdul Jabar pun menghadirkan sejumlah artis dangdut jebolan Kontes Dangdut Indonesia. Bahkan pasangan yang diusung Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Patriot ini pun ikut bergoyang di atas panggung.
Sementara itu, menjelang kampanye pemilihan kepala daerah di Sumatra Barat, 10 Juni mendatang, temu ramah para calon kepala daerah dengan perantau menjadi tren. Kegiatan ini dipilih karena tidak melanggar aturan kampanye.
Salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Padang Pariaman, Mohamad Yusud-Isril Berd, kemarin, bersilaturahmi dengan perantau Pariaman yang tinggal di Padang. Acara digelar di salah satu hotel berbintang di kota itu.
Usai acara, Mohamad Yusuf membantah, kegiatan ini dikatakan sebagai bagian dari kampanye terselubung. Menurut dia, tujuan acara adalah untuk meminta izin kepada sesepuh Pariaman yang ada di rantau. Dukungan moril dari mereka sangat diharapkan.
Begitu pula yang dilakukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Keduanya mengadakan silaturahmi dengan perantau Minang di Jakarta. Sementara pasangan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid menggelar acara serupa dengan perantau Minang di Jambi dan Pekanbaru, Riau.
Usaha semua calon itu, sejauh ini bisa dibilang berhasil. Buktinya, Ketua Panitia Pengawas Pilkada Sumbar Hasril Chaniago mengaku, kesulitan menegur para calon. Sebab, pada umumnya, mereka menggelar acara di luar wilayah pemilihan.
Sementara hari terakhir pendaftaran calon wali kota Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai kehadiran ratusan dokar dan pemain musik rebana di Kantor KPU setempat. Mereka mengiringi pasangan Rusdi Mastura-Suardin Suebo dari Partai Golkar yang siang itu datang mendaftar. Pilkada di Palu akan digelar Agustus mendatang.
Kedatangan mereka disambut lima anggota KPU Kota Palu. Sebelum menyerahkan dokumen pendaftaran, pasangan yang mengenakan penutup kepala khas suku Kaili itu bersama ratusan pendukungnya menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seusai mendaftar pasangan dari Partai Golkar ini diarak keliling Kota Palu.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)