Liputan6.com, Maribor: Balap pesawat atau Aero Grand Prix (GP) untuk pertama kalinya digelar di bandar udara Kota Maribor, Slovenia, baru-baru ini. Ajang adu kepiawaian mengemudikan pesawat seperti balap mobil Formula 1 itu diikuti pilot pesawat sipil maupun militer dari seluruh dunia. Kategori lomba mencakup balap pesawat, ketepatan menjatuhkan bom, dan pertempuran satu lawan satu atau dog fight. Pertandingan itu menarik minat ribuan orang.
Aero GP boleh dibilang penyempurnaan dari kompetisi akrobat pesawat yang telah populer di dunia olahraga dirgantara. Pilot dituntut mahir mengendalikan pesawat dalam kecepatan 600 kilometer per jam. Tak jarang, para pilot diminta mempertunjukkan manuver-manuver tingkat tinggi. Pemenang ditentukan berdasarkan poin dan medali yang dikumpulkan pada setiap kategori.
Juara seri pertama Aero GP 2005 jatuh ke tangan Zoltan Veres, seorang pilot pesawat jenis airbus asal Hungaria. Posisi kedua diduduki Gabor, warga Swedia. Sementara pilot tuan rumah, Peter Podursek harus puas di urutan tiga.(KEN/Ijx)
Aero GP boleh dibilang penyempurnaan dari kompetisi akrobat pesawat yang telah populer di dunia olahraga dirgantara. Pilot dituntut mahir mengendalikan pesawat dalam kecepatan 600 kilometer per jam. Tak jarang, para pilot diminta mempertunjukkan manuver-manuver tingkat tinggi. Pemenang ditentukan berdasarkan poin dan medali yang dikumpulkan pada setiap kategori.
Juara seri pertama Aero GP 2005 jatuh ke tangan Zoltan Veres, seorang pilot pesawat jenis airbus asal Hungaria. Posisi kedua diduduki Gabor, warga Swedia. Sementara pilot tuan rumah, Peter Podursek harus puas di urutan tiga.(KEN/Ijx)