Korban Banjir Sungai Bahorok Menuntut Janji Pemerintah

Korban banjir bandang Sungai Bahorok berunjuk rasa menuntut pemerintah guna menyelesaikan pembangunan rumah mereka yang hancur. Warga juga meminta pemerintah merehabilitasi areal sawah yang terkena longsor.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Mei 2005, 00:14 WIB
Liputan6.com, Langkat: Ratusan kepala keluarga korban banjir bandang Sungai Bahorok, Langkat, Sumatra Utara berunjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Sumut, baru-baru ini. Mereka menuntut janji pemerintah guna menyelesaikan pembangunan rumah dan penataan kembali kawasan wisata Bukit Lawang. Akibat aksi ini lalu lintas di sekitar Kantor Gubernur Sumut macet.

Dari 354 rumah yang dijanjikan akan dibangun pemerintah untuk para korban, hingga kini, baru 200 unit rumah yang dibangun dengan harga per unit mencapai Rp 18 juta. Namun, menurut para korban rumah tak layak huni. Pemerintah juga belum merehabilitasi areal sawah yang terkena longsor dan tumpukan kayu. Bukit Lawang sebagai obyek wisata dan penghijauan Gunung Leuser belum selesai ditata.

Bencana alam banjir bandang yang terjadi pada 4 November 2003 silam itu menelan ratusan korban jiwa. Sejumlah rumah warga di kawasan wisata dan areal pertanian di wilayah Bukit Lawang, Langkat juga porak poranda. Musibah bermula dari air bah yang datang tiba-tiba melalui Sungai Wanpu yang mengalir ke Bukit Lawang [baca: Korban Tewas Banjir Bahorok Mencapai 69 Orang].(JUM/Chaerul Dharma)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya