Pimpin Inovasi AI Telkom, Veranita Yosephine Dorong Keterlibatan Perempuan di Sektor ICT

Keterlibatan perempuan dalam tampuk kepemimpinan Telkom terbukti menjadi elemen kunci dalam mempercepat transformasi perusahaan.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 12:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia industri teknologi dan komunikasi (ICT) yang bergerak cepat kini membuka ruang yang semakin luas bagi kepemimpinan perempuan.

Momentum perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk memperkuat keterwakilan perempuan dalam mengambil keputusan penting di sektor ini.

Transformasi digital tidak hanya membutuhkan inovasi teknis, tetapi juga keberagaman perspektif," ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, dalam sesi 'Women Tech Founder, Tea Talk with Minister' yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Garden Terrace.

Sebelum memegang posisi strategis di Telkom Indonesia, Veranita mencatatkan namanya sebagai CEO AirAsia Indonesia, menjadikannya satu-satunya perempuan yang memimpin maskapai penerbangan di tanah air saat itu.

Pengalaman menahkodai industri yang didominasi laki-laki memberi sudut pandang mendalam baginya saat memasuki lanskap teknologi nasional.

Acara Bali Tech Week 2026 yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi momen berharga bagi Veranita. Berbeda dengan pengalamannya di industri penerbangan, ia mendapati ekosistem ICT nasional telah diwarnai oleh banyak figur pemimpin perempuan yang aktif mendorong inovasi digital.

“Saya merasa senang dan bersyukur bisa bertemu dengan para pemimpin perempuan di industri ICT. Saya menyaksikan ternyata perempuan saat ini sudah bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi yang terdepan, mendorong inovasi dalam penerapan solusi AI,” ia menambahkan, dikutip Kamis (22/10/2026).

 

 
Keterlibatan perempuan dalam tampuk kepemimpinan TelkomGroup terbukti menjadi elemen kunci dalam mempercepat transformasi perusahaan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Inklusivitas dan Semangat Sisterhood

Kehadiran perempuan di tingkatan manajerial puncak memperkaya pertimbangan strategis, memacu inovasi, serta memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Veranita, pesatnya adopsi AI membuka celah besar bagi munculnya talenta-talenta baru. Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan ruang ini guna memperkuat kolaborasi antarpemimpin perempuan.

“Sejalan dengan perkembangan AI yang pesat, terbuka juga jalan bagi talenta baru. Untuk itu, inilah momentum yang tepat untuk bisa bekerja sama dalam semangat sisterhood. Mendorong lebih banyak perempuan memiliki peran yang representatif dan berdampak lebih besar dalam kepemimpinan di industri ICT,” ia menjelaskan.

 

 
 

Buka Jalan bagi Generasi Penerus

Komitmen Veranita terhadap kesetaraan gender bukan hal baru. Sebelumnya, ia menginisiasi gerakan global HeForShe Indonesia yang berhasil menggerakkan 100.000 orang di lingkungan kerja untuk memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi perempuan.

Inisiatif kampanye solidaritas yang melibatkan kaum pria ini mendapat apresiasi resmi dari UN Women dan Rework.

Bagi Veranita, dukungan berkelanjutan dan program pendampingan (mentorship) antar-pemimpin perempuan merupakan fondasi mendasar untuk mencetak talenta pemimpin masa depan. Lewat pendampingan yang terarah, calon pemimpin perempuan dapat mengasah keterampilan manajerial dan keberanian mengambil keputusan.

Veranita menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata diukur dari tingginya jabatan yang diraih.

“Kepemimpinan yang berdampak bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berhasil melangkah, melainkan juga tentang seberapa banyak jalan yang dapat dibuka agar orang lain ikut melangkah maju,” ia memungkaskan.