Sukses

Kembangkan Konten Lokal, WeChat Akan Dirikan Server di Indonesia?

Selain menggelontorkan empat game terbaru, WeChat juga memfokuskan diri untuk mengembangkan konten lokal. Dua yang sudah diluncurkan adalah berupa konten berita dan konten seputar informasi sepakbola.

"Konten berita yang kami tawarkan memuat berita sehari-hari, sedangkan konten sepakbola menyuguhkan berita sepakbola nasional maupun mancanegara,  jadwal pertandingan, hasil pertandingan, dan lain-lain. Kedua konten tersebut saat ini sudah bisa diakses oleh pengguna WeChat di seluruh Indonesia," kata Andy Lau, Chief Marketing Officer MNC Tencent yang bertandang ke kantor redaksi Liputan6.com, Senin (20/1/2014).

Ini adalah langkah awal yang dilakukan WeChat untuk menyuguhkan konten-konten rasa lokal. "Untuk saat ini kami hanya memiliki dua konten lokal. Ke depannya kami akan terus mengembangkan konten-konten lokal yang lebih menarik," tambah Andy.

Melalui kedua konten lokal tersebut pihaknya berencana akan melakukan uji coba terhadap server lokal yang ada di Jakarta guna mengetahui daya tampungnya. Namun saat ini MNC Tencent masih menggunakan server yang berpusat di Cina untuk menjalankan aplikasi WeChat di seluruh dunia.

"Sementara ini kami belum siap untuk mendirikan pusat data di Indonesia. Namun cepat atau lambat kami akan mengimplementasikannya guna menghadapi pertumbuhan pengguna WeChat di Indonesia," imbuh Andy.  

Sejak beroperasi di Indonesia pada Februari 2013, jumlah pengguna WeChat di Indonesia naik lebih dari 20 kali lipat. "Diperkirakan hampir 50 persen pengguna smartphone di Indonesia sudah menggunakan WeChat," klaim Andy.  

Saat ini WeChat diketahui memiliki lebih dari 100 juta pengguna di luar China. Indonesia dan India merupakan pengguna WeChat terbesar di dunia setelah China. (isk)


Baca juga:
Game WeChat Diklaim Jauh Lebih Bagus Dari Game di Line
Update WeChat v.51 Boyong Fitur StoryCam
Setelah Facebook dan Twitter, Iran Blokir WeChat
Akan Ada Fitur Game di WeChat
WeChat Kuasai 30% Smartphone Indonesia
Setelah Facebook dan Twitter, Iran Blokir WeChat