Sukses

Serangan Siber Berdampak pada Tunjangan Pengangguran di AS, Ribuan Orang Tak Menerima Pembayaran

Liputan6.com, Jakarta - Serangan siber terhadap vendor pihak ketiga telah memengaruhi layanan ketenagakerjaan, termasuk tunjangan pengangguran, di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Associated Press, dikutip dari Engadget, Jumat (1/7/2022), beberapa situs web ketenagakerjaan negara telah offline sejak Minggu (26/6/2022), termasuk yang ada di Tennessee dan Nebraska.

“Kami baru-baru ini mengidentifikasi aktivitas anomali di jaringan kami, dan segera menonaktifkan sistem Jobs4TN [Tennessee] untuk menghentikan aktivitas tersebut," kata Paul Toomey, presiden vendor Geographic Solutions, Inc (GSI).

Dengan bantuan spesialis pihak ketiga, ia mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan penuh untuk menentukan penyebab dan ruang lingkup insiden tersebut.

"Fokus kami saat ini adalah bekerja sepanjang waktu untuk membawa Jobs4TN kembali online. Kami mengantisipasi hal ini akan terjadi sebelum liburan 4 Juli 2022," ucap Toomey melanjutkan.

Cakupan penuh dari dampak serangan siber hingga saat ini belum jelas, meskipun Geographic Solutions mengklaim memiliki klien di lebih dari 35 negara bagian dan teritori.

Seperti dicatat oleh StateScoop, Komisi Tenaga Kerja Louisiana mengatakan bahwa situs web HiRE miliknya sedang offline. Serangan itu juga berdampak pada 40 negara bagian lain dan Washington D.C. Situs web Geographic Solutions juga tidak aktif.

Situasi ini dapat berdampak signifikan pada mereka yang bergantung pada tunjangan pengangguran dan mengalami masalah dalam mengaksesnya. Sekitar 12.000 orang bergantung pada manfaat tersebut di Tennessee, dan mereka tidak menerima pembayaran.

“Masyarakat tidak dapat mengajukan tunjangan pengangguran sampai sistem kembali online,” kata seorang juru bicara Departemen Tenaga Kerja Nebraska kepada Associated Press.

Beberapa situs pencari kerja yang dikelola negara juga tidak tersedia. Dalam banyak kasus, mereka yang mencari tunjangan pengangguran perlu menunjukkan bahwa mereka secara aktif mencari pekerjaan agar memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan.

California dan Florida termasuk di antara negara bagian yang untuk sementara waktu mengesampingkan aturan tersebut.

Toomey mengatakan Geographic Solutions telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah situasi serupa terjadi lagi. Informasi terbaru dari GSI menunjukkan tidak ada data pribadi yang diakses, dan tidak ada data yang dihapus dari pusat operasi jaringannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Angka Pengangguran Tertinggi dalam Sejarah, China Minta Sarjana Cari Kerja di Desa

Di sisi lain, pemerintah China meminta para sarjana atau  lulusan perguruan tinggi untuk mencari pekerjaan di pedesaan. Ini setelah jumlah pengangguran di antara generasi muda di daerah perkotaan melonjak ke tingkat tertinggi dalam sejarah.

Dilansir dari CNN Business, Selasa (14/6/2022) sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan minggu lalu oleh kementerian pendidikan, keuangan, sipil, dan sumber daya manusia serta jaminan sosial China, menyerukan pemerintah daerah harus menarik lulusan perguruan tinggi untuk bekerja sebagai petugas di desa.

Pemerintah China pun akan menawarkan insentif pajak dan pinjaman kepada lulusan perguruan tinggi yang memulai bisnis untuk melayani masyarakat pedesaan, tambah pernyataan bersama itu.

Manfaat serupa akan ditawarkan kepada usaha kecil yang ada di pedesaan yang mempekerjakan lulusan perguruan tinggi, termasuk di bidang-bidang seperti tata graha dan perawatan lansia.

Biasanya, lulusan perguruan tinggi di China sebagian besar memilih bekerja di perusahaan bergaji tinggi di kota-kota besar, dan ada kesenjangan pendapatan yang signifikan antara daerah pedesaan dan perkotaan.

Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir China mendesak masyarakatnya untuk mencari pekerjaan di pedesaan yang luas tetapi kurang berkembang.

Pada Juli 2020, ketika wabah awal Covid-19 menghantam ekonomi China, otoritas negara itu mendorong lulusan perguruan tinggi untuk pindah ke daerah pedesaan, daripada tinggal di perkotaan saat berjuang di tengah kesempatan kerja yang terbatas.

Tingkat pengangguran perkotaan untuk usia 16-24 tahun melonjak menjadi 18,2 persen bersejarah di bulan Mei 2022, menurut statistik terbaru dari pemerintah China.

Angka tersebut bahkan belum termasuk lulusan perguruan tinggi baru secara keseluruhan tahun ini, dan China hanya melakukan survei lapangan kerja di daerah perkotaan.

3 dari 4 halaman

Perlambatan Ekonomi Hambat Kesempatan Kerja bagi Lulusan Universitas di China

Tapi, tahun ini, para pelajar perguruan tinggi di China kehabisan pilihan.

Lulusan perguruan tinggi China menghadapi musim kelulusan terberat dengan rekor 10,76 juta akan menyelesaikan kuliah dalam dua bulan ke depan.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah melambat secara signifikan pada paruh pertama tahun ini, yang berarti ada lebih sedikit pekerjaan di wilayah perkotaan.

Usaha kecil, yang juga merupakan salah satu sumber utama pekerjaan juga telah dihantam oleh lockdown Covid-19 di negara itu.

Sektor teknologi besar China juga menghadapi krisis pekerjaan yang parah.

Industri yang dulunya tidak bergerak telah lama menjadi sumber utama pekerjaan bergaji tinggi di China, tetapi perusahaan-perusahaan besar dilaporkan telah melakukan perampingan pada skala yang belum pernah terlihat sebelumnya untuk mengatasi dampak dari peraturan Presiden Xi Jinping terhadap perusahaan swasta.

4 dari 4 halaman

Infografis Tingkat Pengangguran Indonesia