Sukses

Ingin Skrining dan Tes Kesehatan Mental Berbasis Online? Simak Rekomendasinya Berikut Ini

Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan mental menjadi salah hal yang diperhatikan setiap individu. Sebab, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, sehinggga tetap harus dijaga.

Terlebih, menurut sejumlah ahli, kesehatan mental akan sangat berpengaruh pada aktivitas atau produktivitas seseorang. Bahkan, masalah kesehatan mental juga dapat mengganggu kesehatan fisik.

Oleh sebab itu, penanganan masalah kesehatan mental juga perlu dilakukan dengan orang yang profesional. Namun di era digital saat ini, ada beberapa platform yang memudahkan seseorang untuk bisa melakukan skrining atau tes kesehatan secara online.

Tes kesehatan mental semacam ini tidak hanya memudahkan, tapi juga bisa membantu mereka yang mungkin masih ragu untuk berkonsultasi dengan profesional. Saat ini, skrining atau tes kesehatan mental berbasis online juga sudah bisa dengan mudah ditemukan.

Kendati demikian, tes semacam ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Paling tidak, manfaatkan skrining atau tes dari lembaga yang sudah terpercaya.

Lalu, tes kesehatan mental yang tersedia secara online biasanya tidak dapat digunakan sebagai acuan diagnosis, melainkan hanya memberikan gambaran umum soal kondisi seseorang.

Untuk itu, bagi kamu yang memiliki masalah dan memerlukan penanganan lebih lanjut perlu menghubungi bantuan profesional. Tekno Liputan6.com menghimpun beberapa platform yang menyediakan tes kesehatan mental secara online. Berikut ini beberapa di antaranya :

  • Laluibersama.com
  • Airlangga Safe Space
  • Ibunda.id
  • Pijar Psikologi
  • Satu Persen

Sebelumnya, di media sosial TikTok sendiri sempat beredar tes kesehatan mental berbasis Google Form. Tes kesehatan mental itu pertama kali diunggah oleh akun di TikTok dengan nama @silvhiaasqani. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Kondisi Kesehatan Mental Seseorang Terganggu

Mengutip kanal Health Liputan6.com, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendefinisikan kesehatan mental adalah keadaan sejahtera, fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan tertentu.

Secara sederhana, sehat mental itu ketika seseorang merasa sejahtera dan mampu menyadari kemampuan diri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif, dan mampu/bisa berkontribusi ke komunitas seperti mengutip laman resmi WHO.

Ketika orang sehat mental maka ini menjadi dasar bagi untuk berpikir, beremosi, berinteraksi satu sama lain serta mencari nafkah dan menikmati hidup. Sebegitu pentingnya aspek sehat mental maka perlu dipromosikan, serta dilindungi dan dipulihkan bila kesehatan mental seseorang terganggu.

Sebenarnya, ada banyak bentuk dari masalah mental mulai dari Depresi, gangguan kecemasan hingga skizofrenia. Lalu, ada anoreksia nervosa, gangguan bipolar, bulimia, hingga OCD. Di Amerika Serikat, tiap tahunnya kondisi masalah mental terjadi pada 44 juta orang seperti mengutip Web MD.

Tidak ada tes yang sederhana untuk menegakkan diagnosis seseorang tengah mengalami masalah mental. Namun, pasti ada perubahan-perubahan kecil yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang terdekat sebelum gejala masalah mental benar-benar memengaruhi seseorang.  

3 dari 5 halaman

Gejala Kesehatan Mental Terganggu

Jika menyadari ada sesuatu yang kurang pas atau perubahan mental yang kurang nyaman, segera berbicara dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikolog.

Bila bukan hal yang besar tentu tak jadi soal, tapi bila mengarah ke masalah kesehatan mental serius maka bisa mendapatkan bantuan sejak awal. Pada banyak kasus bantuan kesehatan mental sejak awal bisa mencegah keparahan kondisi.

Berikut beberapa gejala seseorang mulai alami gangguan kesehatan mental dan perlu segera mendapatkan bantuan tenaga kesehatan jiwa:

- Kesedihan atau kekesalan yang berlangsung lebih lama dari biasanya

- Menarik diri dari kehidupan sosial seperti dari teman dan keluarga

- Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai

- Emosi ekstrem tinggi dan rendah

- Perubahan besar dalam kebiasaan tidur atau makan

- Kekhawatiran atau ketakutan yang tampaknya tidak proporsional

- Mengabaikan perawatan dan kebersihan pribadi

- Perubahan dalam gairah seks

- Pikiran yang tidak teratur atau bingung

- Emosi marah yang berlebihan

- Penyalahgunaan obat atau alkohol

- Muncul penyakit fisik yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya

- Ide yang tidak sejalan dengan kenyataan

- Melihat atau mendengar hal-hal yang orang lain tidak bisa lihat atau dengar

- Berpikir atau berbicara tentang bunuh diri  

4 dari 5 halaman

Gejala Kesehatan Mental Terganggu pada Anak

Bukan cuma orang dewasa, anak juga bisa mengalami kesehatan mental terganggu. Pada anak, mereka mungkin memiliki beberapa gejala yang sama seperti orang dewasa. Seperti seperti khawatir berlebihan akan sesuatu atau perubahan dalam tidur dan kebiasaan makan (menjadi lebih banyak atau sedikit makan).

Pada anak, gejala kesehatan mental yang terganggu lainnya adalah :

- Perubahan cara mereka tampil di sekolah

- Agresi atau ketidaktaatan

- Sering mimpi buruk

- Banyak temper tantrum

- Tampaknya terlalu sensitif terhadap pemandangan, suara, bau, atau sentuhan

- Perilaku aneh atau tidak biasa

Jika meraakan satu atau lebih gejala di atas pada diri maupun keluarga, tidak berarti Anda atau orang yang Anda cintai memiliki masalah kesehatan mental.

Peristiwa besar dalam hidup, seperti kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai dapat memengaruhi suasana hati dan kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal. Penyakit fisik, pengobatan baru, atau perubahan dosis dapat menyebabkan beberapa gejala ini.

Segera mendapatkan bantuan tenaga kesehatan jiwa bila:

- Mendapati beberapa gejala di atas terjadi pada Anda

- Tidak terkait dengan peristiwa yang jelas

- Gejala bertahan cukup lama untuk mengganggu hidup

(Dam/Isk)

5 dari 5 halaman

Infografis Ciri-Ciri Orang Miliki Gangguan Kesehatan Mental