Sukses

Susun Pedoman PJJ, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran daring, dengan menjalin kemitraan bersama Pusat Riset Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar.

Kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Walikota Bogor, Bima Arya, mengatakan kolaborasi ini merupakan tindak lanjut antara Pemkot Bogor dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan yang menggandeng platform Kelas Pintar.

"Jadi sebetulnya Pemkot Bogor sudah ada kerja sama dengan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan pada bulan Maret lalu, mengenai pedoman belajar di sekolah dan pelatihan guru, kemudian dikolaborasikan dengan Kelas Pintar," jelas Bima melalui keterangannya, Selasa (22/9/2020).

Setelah penandatangan kerja sama, Arya menambahkan, akan ada sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai pedoman PJJ ini. Terutama penerapan aplikasi atau teknologi informasi dalam pembelajaran daring.

Arya menegaskan, penggunaan aplikasi Kelas Pintar dalam proses PJJ ini merupakan kewenangan sekolah dan sifatnya tidak memaksa.

"Kelas Pintar dan Pusat Riset Pendidikan Masa Depan hanya ingin berkontribusi di bidang pendidikan di Kota Bogor dengan menyiapkan pedoman PJJ di masa pandemi Covid-19. Tidak ada subsidi dari kita, tapi dengan pedoman PJJ yang kita buat pembelajaran akan berjalan efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum darurat," papar Arya.

 

 

2 dari 3 halaman

Kontribusi Kelas Pintar

Hal tersebut diamini Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar. Menurutnya ketika mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan bernegara, maka sudah jadi tugas kita bersama untuk memastikan pendidikan berkualitas bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa, kapan dan di kondisi apapun.

"Kami mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bogor dalam upaya mengoptimalkan PJJ. Untuk itu, kami dari Kelas Pintar siap memberikan kontribusi secara maksimal untuk memastikan kegiatan belajar mengajar lewat pembelajaran jarak jauh bisa menghasilkan lulusan yang tidak kalah kualitasnya dengan lulusan-lulusan sebelumnya," ujar Uffie.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Bogor dengan mempersiapkan insfrastruktur, konten, pedoman, dan menjaga keutuhan ekosistem pendidikan adalah bukti besarnya perhatian Pemkot Bogor terhadap sektor pendidikan.

"Ini mengingatkan saya pada perkataan Kaisar Hirohito selepas Jepang terpuruk akibat bom Atom. 'Kumpulkan semua guru, karena kepada mereka kita akan bertumpu'. Ya, pendidikan tidak boleh berhenti, di kondisi seburuk apapun. Karena melalui pendidikan kita menggantungkan masa depan bangsa," ucap Uffie.

 

3 dari 3 halaman

Pemkot Bogor Sediakan 797 Titik Wifi

Sebagai informasi, Pemkot Bogor akan menyediakan 797 titik Wifi yang bisa diakses gratis tersebar di Kota Bogor dan ada juga kuota gratis dari Kemendikbud untuk siswa 35 gigabyte dan guru 45 gigabyte.

Itu termasuk bantuan dari provider, seperti Telkomsel yang akan meng-cover seluruh siswa dan guru di Kota Bogor sebanyak 380 ribu kartu perdana, Indosat 30 gigabyte, 3, IM3, serta Smartfren ke sekolah-sekolah.

Disdik Kota Bogor saat ini juga tengah mendata jumlah siswa yang tidak memiliki gadget atau kurang mampu. T

ercatat, sementara ini ada 1.865 siswa SD dan SMP yang tidak memiliki gadget. 633 siswa SD dan 1.232 siswa SMP.

Adapun bentuk kontribusi yang akan diberikan oleh Kelas Pintar kepada dunia pendidikan Kota Bogor adalah dengan menyediakan platform dan konten pembelajaran jarak jauh yang ada di Kelas Pintar Regular, untuk bisa diakses secara gratis selama satu bulan oleh seluruh siswa yang ada di wilayah Kota Bogor.

(Isk/Why)