Sukses

5 Perbedaan Zoom Versi Mobile dan Desktop, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Zoom saat ini telah menjadi salah satu aplikasi andalan yang banyak digunakan. Sebab, di tengah pandemi saat ini dan adanya imbauan untuk mengurangi pertemuan tatap muka, layanan Zoom bisa menjadi solusi.

Kendati kini sudah banyak digunakan, harus diakui masih ada pengguna baru yang mungkin belum terlalu akrab dengan fitur-fitur di aplikasi ini. Karenanya, Tekno Liputan6.com mengupas informasi mengenai layanan Zoom yang perlu kamu ketahui.

Dalam artikel ini, kami akan membahas soal perbedaan antara aplikasi Zoom versi mobile dan desktop. Topik ini dipilih karena fitur di perangkat mobile dan desktop ternyata memiliki sejumlah perbedaan yang signifikan.

Lantas seperti apa perbedaan tersebut? Berikut adalah sejumlah perbedaan layanan Zoom yang ada di mobile maupun desktop seperti dikutip dari laman Bustle, Jumat (31/7/2020). 

1. Opsi Tampilan

Seperti diketahui, ukuran layar perangkat mobile dan desktop berbeda. Karenanya, pengalaman yang dihadirkan Zoom untuk masing-masing platform pun disesuaikan.

Untuk perangkat mobile, jumlah maksimal partisipan yang dapat ditampilkan adalah empat orang. Sementara untuk versi desktop, partisipan yang dapat diperlihatkan dalam satu tampilan mencapai 49.

Oleh sebab itu, bagi kamu yang memang ingin melihat lebih banyak partisipan dalam satu layar, Zoom versi desktop menjadi pilihan utama.

2 dari 4 halaman

2. Efek Spesial

Perbedaan lain adalah fungsi efek spesial yang biasanya digunakan sebagai latar belakang saat melakukan panggilan Zoom hanya dapat dilakukan di versi desktop. Karenanya, pengguna perangkat mobile tidak bisa melakukan hal tersebut.

Meski terkesan sepele, fungsi efek spesial ini sebenarnya cukup membantu para pengguna. Jadi, saat melakukan panggilan video, privasi mereka tetap terlindungi dan sekaligus menutupi kondisi ruangan yang mungkin berantakan.

3. Kontrol sebagai Host

Seperti diketahui, host dalam pertemuan Zoom memiliki fungsi penting. Sebab, mereka menjadi pengatur jalannya sebuah pertemuan, termasuk mengakses fitur pendukung, seperti membuat poling, mengatur peserta yang dapat berbagi layar, hingga menyiarkan pertemuan tersebut.

Namun perlu diketahui, seluruh fitur itu hanya bisa diakses oleh Zoom versi desktop. Untuk itu, bagi kamu yang berperan sebagai host dan ingin memiliki kontrol lebih, sebaiknya manfaatkan versi tersebut.

3 dari 4 halaman

4. Berbagi Layar

Salah satu fitur yang banyak digunakan di Zoom adalah berbagi layar. Untuk fungsi ini, baik versi desktop dan mobile memiliki sedikit keunggulan dan kekurangan.

Pada versi desktop, pengguna dimungkinkan untuk menjeda layar yang sedang dibagikan. Sementara pengguna versi mobile tidak dapat melakukan hal tersebut.

Akan tetapi, pengguna pada versi mobile dapat mengambil file dari cloud, lalu membagikannya ke peserta. Karenanya, pengguna yang ingin membagikan layar berupa dokumen, gambar, atau video dari cloud, harus melakukannya dari Zoom versi mobile.

4 dari 4 halaman

5. Atur Status, Kontak, dan Chat

Bagi kamu yang memperhatikan status pada Zoom, seperti Available, Away, atau Do Not Disturb, harus memilih versi desktop karena memang pengaturannya hanya dapat dilakukan di sana.

Versi desktop juga harus digunakan apabila kamu ingin memblokir akun, mengedit/menghapus pesan yang dikirimkan, menandai pesan atau berkirim GIF. Sebab, seluruh kemampuan tersebut tidak ada di versi mobile.

Sebagai penutup, apabila kamu ingin memanfaatkan Zoom hanya sekadar untuk berkomunikasi dengan teman atau rekan kerja, versi mana saja tidak jadi masalah. Namun jika ingin memperoleh pengalaman yang lebih utuh, pilih versi desktop.

(Dam/Isk)