Sukses

Google: Stadia Tidak Sama Seperti Netflix

Liputan6.com, Jakarta - Saat mengumumkan Stadia pada Maret 2019, Google menyebutkan gamer dapat menikmati layanan streaming gim itu dengan berlangganan seharga Rp 140 ribu.

Hadirkan streaming gim berkualitas yang lebih tinggi dan akses ke deretan judul gim beragam, nyatanya Google mengungkap lebih detail tentang format layanan mereka.

Dikutip dari laman Ubergizmo, Selasa (23/7/2019), Andrey Doronichev, direktur Google Stadia mengklarifikasi layanan berlangganan yang dimaksudkan tidak sama seperti Netflix.

Dia mengatakan, "Agar lebih jelas, Stadia Pro bukan Netflix untuk gim seperti yang disebutkan dan diduga oleh beberapa orang."

"Stadia paling tepat dibandingkan dengan Xbox Live Gold atau PlayStation Plus. Pelanggan Pro bisa streaming 4K?HDR, Dolby 5.1, diskon eksklusif, dan akses ke beberapa gim gratis."

Pada dasarnya, gamer masih harus membeli gim jika mereka ingin memainkannya dan streaming di layanan Stadia.

Google juga mengklaim, meski pengembang atau penerbit gim berhenti mendukung Stadia, gamer masih tetap bisa bermain gim yang sudah dibeli.

Informasi, Stadia dijadwalkan bakal meluncur di pasaran pada November tahun ini.

2 dari 3 halaman

Harga Gim di Google Stadia

CEO Google, Sundar Pichai mengungkap layanan streaming gim berbasis cloud buatan Google, yakni Stadia. (Doc: MobileSyrup)

Meluncur secara resmi pada November 2019, gamer yang ingin berlangganan Google Stadia dapat membayar seharga US$10 (Rp 141 ribu) per bulannya.

Dengan label harga tersebut, gamer bisa streaming gim beresolusi 4K pada 60fps serta mengakses sejumlah judul gim lawas.

Walau sudah mengungkap harga berlangganan dan kapan bisa diakses, perusahaan masih sungkan menyebut berapa harga masing-masing judul gim di Google Stadia.

Tidak seperti toko digital gim--Steam--atau keping gim blu-ray biasanya, pasti banyak gameryang beranggapan gim di Stadia bakal lebih murah.

Nyatanya, harga satu gim di Stadia tidaklah murah seperti banyak dugaan.

Dilansir Eurogamer, Minggu (30/6/2019), Phil Harrison, Stadia chief mengatakan, "Saya tidak tahu kenapa muncul dugaan tersebut."

Ia menambahkan, "Nilai lebih beli gim di Google Stadia berarti kamu bisa memainkannya di layar mana saja --TV, PC, laptop, tablet, atau smartphone."

  

3 dari 3 halaman

Pengembang dan Penerbit Gim Pegang Kendali Harga

Spesifikasi Google Stadia. (Doc: Google)

Lebih lanjut, Harrison mengatakan, penerbit dan pengembang gim masih bertanggung jawab penuh atas harga gim yang dijual.

"Karena masih dipegang kendali oleh pengembang dan penerbit gim, maka dari itu harga gim di Stadia bakal tergantung oleh mereka."

So, jika kamu berharap judul gim di Google Stadia bakal lebih murah, sepertinya akan sedikit kecewa.

Akan tetapi, kita harus menunggu dengan sabar hingga peluncuran Google Stadia untuk mengetahuinya lebih lanjut.

(Ysl/Isk)  

Loading
Artikel Selanjutnya
Sundar Pichai Jadi CEO Perusahaan Induk Google
Artikel Selanjutnya
Google Doodle Rayakan Taman Nasional Lorentz di Papua