Sukses

Pengguna Facebook Messenger Kini Bisa Hapus Pesan Terkirim

Liputan6.com, Jakarta - Facebook terus menambah fitur baru untuk berbagai layanannya. Kali ini, Facebook Messenger dilaporkan sudah memiliki opsi untuk membatalkan atau menghapus pesan yang telah dikirim, mirip seperti yang ada pada WhatsApp.

Dilansir Phone Arena, Rabu (6/2/2019), fitur baru ini dilaporkan telah muncul di Facebook Messenger. Pengguna kini bisa menghapus pesan yang telah dikirim, sehingga tidak bisa dibaca oleh penerima atau hanya di kolom chat sendiri.

Sama seperti di WhatsApp, jika pengguna memutuskan untuk menghapus pesan yang sudah dikirim, maka akan muncul sebuah pemberitahuan mengenai hal tersebut. Seperti jika di WhatsApp muncul pemberitahuan, "You deleted this message" dan "This message was deleted".

Untuk di Facebook Messenger, pengguna diberikan waktu sepuluh menit untuk membatalkan pesan yang telah dikirim. Waktu tersebut dinilai cukup lama.

Rumor tentang kehadiran fitur ini di Facebook Messenger ini sudah lama muncul. Hingga akhirnya fitur tersebut tampaknya sudah meluncur untuk pengguna iOS dan Android.

2 dari 2 halaman

Jelang Pilpres, Facebook Tutup 800 Akun Provokatif di Indonesia

Terlepas dari fitur baru, Facebook tengah membersihkan layanannya dari akun dan konten yang dianggap negatif. Menjelang pemilu legislatif dan presiden 2019, Facebook tidak main-main mengamankan layanannya dari konten hoaks dan ujaran kebencian yang memprovokasi.

Salah satu upaya yang dilakukan raksasa media sosial asal Amerika Serikat (AS) itu, adalah melakukan menghapus akun-akun yang dinilai provokatif, tak otentik, dan terorganisir di Indonesia.

Disampaikan Head of Cybersecurity Policy Facebook, Nathaniel Gleicher, Facebook dengan memanfaatkan Coordinated Inauthentic Behavior (CIB) telah berhasil menghapus 207 page (laman), 800 akun individual, serta 546 grup yang berkaitan dengan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten meresahkan lainnya. 

Tak hanya itu, Facebook juga menutup 208 akun Instagram dengan tujuan yang sama. Semua penutupan akun ini berasal dari Indonesia.

Nathaniel juga mengakui, semua laman, akun, dan grup yang ditendang itu berkaitan dengan Saracen—grup sindikasi online di Indonesia.

Penutupan seluruh akun ini dilakukan berdasarkan perilaku akun, bukan konten yang diunggah.

"Secara umum, perilaku akun-akun ini tidak dapat dipercaya. Jadi kami menghapusnya karena memang perilaku mereka yang tidak otentik, dan melanggar kebijakan Facebook," kata Nathaniel.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini Deretan Fitur Facebook Selama 15 Tahun Kehadirannya
Artikel Selanjutnya
Ulang Tahun ke-15, Yuk Intip Perjalanan Facebook dari Awal Didirikan