Sukses

Google Hapus Aplikasi yang Kumpulkan SMS dan Riwayat Panggilan

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi yang meminta izin ke pengguna untuk mengakses SMS dan riwayat panggilan memang meresahkan.

Pasalnya, data pengguna jadi bisa diakses oleh pihak lain, dalam hal ini adalah pengembang aplikasi yang bersangkutan.

Namun, pada tahun lalu Google mengumumkan pihaknya akan mengubah kebijakan terkait dengan sejumlah aplikasi yang dipublikasikan di Play Store.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, AS ini mulai mengambil langkah serius pada pengembang aplikasi yang meminta akses ke SMS dan riwayat panggilan.

Salah satunya, Google tak akan lagi mengizinkan ada aplikasi yang meminta akses ke SMS atau riwayat panggilan untuk di Google Play Store.

Mengutip laman Phone Arena, Selasa (15/1/2019), Google mengumumkan akan mulai menghapus semua aplikasi yang meminta akses SMS atau riwayat panggilan beberapa minggu ke depan.

Perusahaan menyatakan, aplikasi milik para pengembang yang tidak menyertakan formulir deklarasi izin akan dihapus dari Google Play Store.

Jika Google menghapusnya, pengembang akan memiliki dua opsi. Pertama, mereka harus mengirimkan versi baru aplikasi yang tidak meminta izin SMS.

2 dari 3 halaman

Opsi Kedua

Opsi kedua, jika aplikasi tersebut memang meminta izin SMS dan riwayat panggilan, pengembang harus menyertakan formulir deklarasi khusus.

Kendati begitu, Google hanya memberi waktu hingga 9 Maret, saat itu perusahaan akan menentukan apakah mereka akan menghapus izin tersebut atau memberikan persetujuan kepada pengembang aplikasi.

3 dari 3 halaman

Hindari Ada Pengembang Aplikasi Nakal

Sekadar informasi, langkah Google ini dilakukan untuk menghilangkan kasus-kasus aplikasi meminta izin SMS dan riwayat panggilan, padahal mereka sebenarnya tidak memerlukan akses hingga tingkat ini.

Dengan berlakunya kebijakan baru Google ini, akses pengembang kepada SMS dan riwayat panggilan pengguna tentu akan sangat terbatas.

Pengguna pun bisa memiliki kontrol lebih atas aplikasi yang mereka unduh, ingin memberikan akses ke data-data mereka atau tidak, semuanya ada di tangan pengguna.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini 12 Judul Gim yang Bakal Dirilis Saat Peluncuran Google Stadia
Artikel Selanjutnya
Ketimbang ke Dokter, Sebagian Orang AS Pilih Google untuk Diagnosis Diri Sendiri