Sukses

Mate 20 Datang, Bagaimana Nasib Huawei P20 Pro?

Liputan6.com, Jakarta - Huawei merilis smartphone premium Mate 20 series di Indonesia. Perangkat ini dibanderol seharga Rp 8,999 jutaan untuk Mate 20 dan Rp 11,999 jutaan untuk Mate 20 Pro.

Namun selain Mate 20 series, vendor Tiongkok ini juga memiliki produk premium lainnya di Indonesia yakni Huawei P20 Pro yang dirilis akhir Juni lalu di Jakarta. Waktu peluncurannya, P20 Pro dibanderol dengan harga yang sama, yakni Rp 11,999 jutaan.

Setelah Mate 20 dirilis, bagaimana nasib Huawei P20 Pro di Tanah Air?

Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng menyebut, Mate hadir untuk menyasar profesional yang ingin perangkat berperforma tinggi.

Sementara seri P hadir menyasar orang-orang fashionable dan penuh gaya serta suka foto. Meski begitu, Huawei tak mempermasalahkan jika konsumen yang disasar seri P membeli Huawei seri Mate.

Pasalnya di pasaran, Huawei Indonesia telah memperhitungkan jumlah stok di pasaran.

 

2 dari 3 halaman

Transisi dari P20 Pro ke Mate 20

Huawei resmi memperkenalkan Mate 20 series untuk pasar smartphone di Indonesia. Liputan6.com/ Agustin Setyo Wardani

"Kami melakukan manajemen produk di pasaran sedemikian rupa. Jadi dalam masa peralihan P ke Mate ini stoknya imbang," kata Lo Khing Seng dalam wawancara usai peluncuran Huawei Mate 20 series di Jakarta, Rabu (19/12/2018) malam.

"Saat ini, P series hampir tidak ada di pasaran, ini dilakukan agar transisi (dari P20 Pro ke Mate 20) smooth, jadi dealer tidak terbebani dengan stok (seri P) yang masih banyak," 

Karena jumlah stok Huawei P20 Pro yang sudah mulai menipis di pasaran, Lo Khing Seng menyebut, tidak akan ada koreksi harga. "Karena barang sudah diatur peralihannya," tuturnya.

 

3 dari 3 halaman

P20 Pro

Peluncuran Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro di London. (Doc: Huawei)

Lo Khing Seng mengakui, saat merilis P20 Pro di Indonesia, rentang waktunya memang cukup lama dengan launching global. Oleh karenanya, Huawei Indonesia melakukan manajemen produk sedemikian mungkin agar stok seri P20 Pro tak menumpuk di pasaran.

"Saat awal meluncurkan P20 Pro, kami hati-hati agar tidak jadi beban buat Huawei. Artinya kalau ada overstock, barang ketinggalan zaman. Sebab, smartphone itu tiap 2-3 bulan selalu ada yang baru. Kalau stok banyak, ketinggalan. Sebab, makin banyak stok itu nggak laku karena harganya makin murah," kata Lo Khing Seng.

Apalagi, kata dia, dalam 2-3 bulan ke depan, P series terbaru akan kembali dirilis. Oleh karenanya, Huawei mengatur agar tidak terjadi overstock terhadap P 20 Pro di pasaran.

(Tin/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Loading
Artikel Selanjutnya
Huawei Gandeng TomTom untuk Layanan Pemetaan
Artikel Selanjutnya
Pengapalan Smartphone Huawei Tembus 240 Juta Unit 2019