Sukses

Review Huawei Mate 20 Pro, Pesaing Berat Note 9 dan iPhone XS

Liputan6.com, Jakarta - Huawei Mate 20 Pro membuat persaingan pasar flagship premium kian sengit. Perangkat ini hadir dengan serangkaian fitur premium yang dinilai seharusnya ada pada smartphone modern, seperti sensor sidik jari di layar, sensor wajah, kualitas kamera super, serta desain yang elegan.

Smartphone ini memiliki spesifikasi yang bisa membuatnya bersaing dengan flagship premium lain, seperti Galaxy Note 9 dan iPhone XS Max. Ketahanan terhadap air dan debu dengan rating IP53 juga kian memperkuat daya tariknya.

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro resmi meluncur di London. (Doc: Huawei)

Mate 20 Pro merupakan bagian dari seri flagship Huawei pada semester II 2018. Seri Mate lain yang juga diumumkan pada Oktober lalu adalah Mate 20 dan Mate 20 X.

Nah, tim Tekno liputan6.com berkesempatan menjajal Huawei Mate 20 Pro selama sepekan terakhir. Produk yang kami review adalah varian RAM 6GB dengan memori internal 128GB.

2 dari 5 halaman

Desain dan Spesifikasi

Huawei Mate 20 Pro melenggang dengan bodi depan dan belakang yang dibalut kaca, serta frame metal. Pemilihan material ini membuat Mate 20 Pro tampil elegan.

Smartphnone dengan layar AMOLED 6,3 inci (3.120 X 1.440 piksel) ini terasa nyaman dalam genggaman tangan. Hal ini berkat desain bodi yang sedikit melengkung (edges curve) di sisi kanan dan kiri layar. Faktor pendukung lainnya karena beratnya yang hanya 189 gram, lebih ringan daripada Galaxy Note 9 dengan 201 gram.

Mate 20 Pro memiliki kualitas layar yang bagus. Panel OLED smartphone ini menampilkan warna yang tajam, terutama kontrasnya. Selain itu, warna-warnanya pun tampak cukup alami.

Huawei Mate 20 Pro (Andina Librianty/Liputan6.com)

Pada bagian atas layar terdapat notch atau "poni", seperti kebanyakan smartphone baru pada tahun ini. Smartphone ini memiliki sensor untuk fitur pemindai sidik jari di dalam layar.

Sisi kanan Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Desain sisi kiri Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Desainnya pun terbilang minimalis karena hanya ada dua tombol fisik, yakni berfungsi sebagai power dan volume yang berada di sisi kanan.

Untuk mendukung performa, smartphone ini disokong chipset Kirin 980 dengan prosesor octa-core, GPU Mali-G76 MP10, RAM6/8GB, dan memori internal 128GB.

Kehadiran tiga kamera belakang pada Mate 20 Pro bisa disebut sebagai fitur yang paling menonjol dari smartphone ini. Tiga lensa kamera yang disokong teknologi Leica ini memiliki spesifikasi 40MP f/1.8 + 8MP f/2.4 OIS telephoto (80mm) + 20MP f/2.2 ultra-wide (16mm), serta mampu merekam video 4,dan 720@960fps untuk slow-mo.

Lensa depan yang juga memiliki label Leica dilengkapi resolusi 24MP f/2.0. Untuk mode portrait, ada tiga opsi resolusi yang bisa dipilih yakni 24MP, 18MP, dan 16M.

Hal menarik lain dari smartphone ini adalah keberadaan sensor sidik jari. Mate 20 Pro bisa dikatakan salah satu dari sedikit smartphone dengan fitur tersebut pada tahun ini.

Selain sensor sidik jari, fitur keamanan juga diperkuat dengan pemindai wajah. Kedua fitur ini bisa digunakan secara bersamaan untuk membuka kunci perangkat.

3 dari 5 halaman

Kamera

Pada bodi belakang Mate 20 Pro, terdapat persegi empat kecil yang merupakan tempat tiga kamera dan satu flash, untuk mengabadikan momen. Tiga lensa kamera yang disokong teknologi Leica ini memiliki spesifikasi 40MP f/1.8 + 8MP f/2.4 OIS telephoto (80mm) + 20MP f/2.2 ultra-wide (16mm), serta mampu merekam video 4, dan 720@960fps untuk slow-mo.

Hasil foto dengan mode Portrait (3x zoom)

Hasil foto dengan mode Portrait (3x zoom)

Kemampuan telepohoto dengan 3x zoom, memperlihatkan detail dengan jelas. Namun semakin besar zoom yang dilakukan, detail foto pun tampak berkurang. Kendati demikian, kualitas fotonya masih cukup baik untuk dibagikan ke media sosial, seperti Instagram.

Hasil foto kamera belakang dengan resolusi 40MP saat siang hari

Hasil foto kamera belakang dengan ultra-wide saat siang hari

Hasil foto kamera belakang dengan resolusi 40MP saat menjelang malam

Hasil foto dengan mode ultra-wide saat menjelang malam

Kualitas foto dengan ultra-wide pun tidak mengecewakan, dan artinya pengambilan foto bisa dilakukan dengan 0,6x zoom. Jika tidak ingin melakukan zoom, maka resolusi 40MP adalah pilihan ideal. Mengingat resolusi yang besar, tentu kualitas foto yang dihasilkan jauh lebih baik, termasuk soal detail.

Melihat spesifikasi kamera gahar yang disuguhkan, Mate 20 Pro dapat mengabadikan momen dengan baik. Saat siang hari, smartphone ini bisa menangkap biru langit dengan detail yang baik.

Secara keseluruhan, pengambilan foto pada siang hari di dalam ruangan dengan kondisi cahaya cukup terang, menghasilkan foto dengan kualitas baik. Kontras warna dan detail tidak mengecewakan. Hasil serupa juga terjadi saat memotret di luar ruangan dengan kondisi cahaya terang.

IMG_20181217_115822

IMG_20181217_120030

Pengambilan gambar pada malam hari pun menghasilkan foto yang memuaskan, meski sedikit noise tidak bisa dihindari mengingat kondisi cahaya redup.

Kamera belakang Mate 20 Pro dilengkapi dengan fitur Master AI. Berkat fitur ini, kamera dapat secara otomatis memilih mode terbaik untuk pengambilan gambar.

Master AI ini dapat mengenali berbagai skenario pengambilan gambar. Misalnya pengguna mengarahkan kamera ke makanan, maka kamera akan secara otomatis mengaktifkan skenario "food" dan melakukan penyesuaian warna. Contoh lain, ketika kamera diarahkan ke objek berupa wajah seseorang, maka otomatis skenario "portrait" akan aktif.

Hasil foto kamera depan

Hasil kamera depan dengan mode Portrait

Hasil kamera depan Huawei Mate 20 Pro

Hasil kamera depan dapat memanjakan para penggemar selfie. Hasilnya terlihat cukup natural, tanpa efek beauty berlebihan. Kamera depan Huawei Mate 20 Pro memiliki resolusi 24MP f/2.0. Untuk mode portrait, ada tiga opsi resolusi yang bisa dipilih yakni 24MP, 18MP, dan 16M.

4 dari 5 halaman

Performa dan Sensor Sidik Jari di Layar

Sebagai smartphone flagship, Huawei tentunya membekali Mate 20 Pro dengan performa mumpuni. Namun tidak seperti beberapa produk flagship lain yang menggunakan Snapdragon 845 seperti Galaxy S9 dan LG G7, Huawei menggunakan chipset buatannya sendiri, Kirin 980.

Huawei Mate 20 Pro dibangun menggunakan arsitektur 7nm, seperti Apple A12 Bionic yang digunakan seri iPhone 2018. Berdasarkan hasil benchmark AnTuTu, smartphone ini memiliki skor 273977.

Skor AnTuTu

Selama kami mencobanya selama sepekan terakhir, Mate 20 Pro memiliki respons yang cepat, termasuk ketika membuka aplikasi dan tidak ada lag terasa. Hal yang sama juga terasa ketika beberapa aplikasi berjalan di background.

Tidak hanya itu, saat bermain gim pun tidak ada kendala. Selama masa review, gim yang dicoba pada perangkat ini adalah PUBG Mobile.

Pengaturan PUBG Mobile di Huawei Mate 20 Pro

Pengaturan PUBG Mobile di Huawei Mate 20 Pro

Ketika memasang gim ini, level grafis yang diatur secara bawaan adalah "High". Pengalaman bermain pun berjalan dengan baik, tidak ada lag dan desain layar edges curve menambah kenyamanan saat menggenggam smartphone ini dalam mode landscape.

Mengenai sensor sidik jari, fitur ini bekerja dengan cukup responsif. Sebelum menggunakan fitur ini, pengguna harus merekam data sidik jarinya terlebih dahulu dan kode PIN. Proses pembuatannya tidak terlalu lama.

Tampilan sensor sidik jari di layar Huawei Mate 20 Pro (Andina Librianty/Liputan6.com)

Fitur fingerprint ID Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Sensor sidik jari ini memiliki beberapa fungsi, tapi utamanya adalah untuk membuka kunci perangkat. Huawei Mate 20 Pro bisa menyimpan data hingga lima sidik jari.

Fitur face recognition Huawei Mate 20 Pro (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Selain sensor sidik jari, Mate 20 Pro juga dilengkapi dengan fitur keamanan lain yakni face recognition (pengenalan wajah). Kami juga mencobanya, dan fitur tersebut berkerja dengan cukup baik untuk mengenali objek, meski sempat beberapa kali mengalami kegagalan.

Baterai

Untuk urusan baterai, pengguna Mate 20 Pro akan cukup dimanjakan. Selama kami mencoba smartphone ini, pengisian baterai dengan Super Charging (40-watt) membutuhkan waktu satu jam untuk mencapai 100 persen.

Super charging

Untuk daya tahannya sendiri, baterai dapat bertahan selama dua hari dengan penggunaan normal seperti mengakses media sosial Instagram, browsing, Netfilx, dan memotret. Namun daya tahan baterai ini sebaiknya tidak dijadikan patokan, mengingat aktivitas setiap orang yang berbeda ketika menggunakan smartphone.

Hauwei Mate 20 Pro memang merupakan flagship premium yang bisa bersaing dengan para kompetitornya, tapi bukan berarti smartphone ini sempurna 100 persen.

Absennya slot kartu microSD cukup menjadi perhatian, mengingat kebanyakan smartphone saat ini masih menggunakan media penyimpanan tersebut. Huawei menggantikannya dengan Nano Memory (NM) dan memiliki ukuran fisik lebih kecil daripada microSD.

Hal ini cukup menganggu karena artinya, konsumen tidak lagi bisa menggunakan microSD mereka pada ponsel lain di Mate 20 Pro. Sejauh ini, NM masih eksklusif dijual oleh Huawei dan belum ada informasi baru mengenai rencana produksinya oleh perusahaan lain.

Kendati demikian, konsumen masih bisa mengandalkan kapasitas memori internal Mate 20 Pro yang cukup besar yakni 128GB dan 256GB, sampai NM tersedia luas.

Bagian bawah Huawei Mate 20 Pro yang merupakan letak port USB Type-C, kartu SIM dan nano memory (Andina Librianty/Liputan6.com)

Huawei Mate 20 Pro tidak memiliki speaker grille. Suara dari Mate 20 Pro justru keluar dari port USB-C dan earpice. Kendati demikian, kualitas suaranya terdengar solid.

Permasalahannya, ketika smartphone melakukan pengisian daya baterai, maka suara yang keluar dari bagian port USB-C akan sedikit meredup. Namun, suaranya masih terdengar dengan jelas dan tidak begitu mengganggu.

5 dari 5 halaman

Kesimpulan

Terlepas dari absennya slot microSD dan letak speaker yang mungkin kurang disukai, Mate 20 bisa menjadi pilihan ideal bagi konsumen yang ingin memiliki smartphone premium terbaru.

Huawei Mate 20 Pro menyuguhkan serangkaian fitur menarik dan dibutuhkan di kelas premium. Seluruh hal yang ada di dalam smartphone ini membuatnya bisa bersaing dengan rival beratnya di pasar smartphone, Apple dan Samsung. Huawei sendiri saat ini merupakan vendor smartphone nomor dua di dunia.

Huawei Mate 20 Pro hadir dalam berbagai pilihan warna, yakni Emerald Green, Midnight Blue, Twilight, Pink Gold, dan Black. Saat berita ini ditulis, belum ada informasi mengenai harga jual Mate 20 Pro di Indonesia.

Merujuk pada harga jual di Eropa, smartphone ini dibanderol mulai dari 1.049 euro atau berkisar Rp 17 jutaan. Huawei akan mengumumkan smartphone ini di Indonesia pada Rabu, 19 Desember 2018.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Smartphone Palsu Samsung dan Huawei Banjiri AliExpress
Artikel Selanjutnya
Huawei P40 Pakai Sensor Kamera Sony IMX700 Berkemampuan 52MP?