Sukses

Bukalapak Gandeng Mahasiswa Zaman Now Berbisnis Online

Liputan6.com, Jakarta - Bukalapak yang terkenal memiliki komunitas pelapak di berbagai penjuru daerah, sedang merayakan hari jadi pelapak di Banjarmasin yang kedua.

Pada acara tersebut, Bukalapak memutuskan merayakannya di sebuah kampus sembari berbagi pengetahuan kepada para civitas academica di STIA Bina Banua Banjarmasin dengan tema "Bisnis Kekinian di Era Digital 4.0".

"Di Kopdar ini Komunitas Bukalapak memberikan materi tentang bagaimana tren bisnis online di era teknologi saat ini kepada mahasiswa dan pemahaman mengenai entrepreneurship dengan para pelapak," ucap Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak, seperti yang dikutip dari rilis resminya pada Rabu (25/4/2018).

Komunitas pelapak di Banjarmasin diajak untuk membagikan wawasan cara menjadi pelapak sukses kepada sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan Kewirausahaan dan pelapak pemula.

Pada kegiatan ini, Bukalapak juga mengadakan acara donor darah bersama PMI Kota Banjarmasin, dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin menjadi pendonor.

Rangkaian acara tersebut adalah kegiatan puncak dari perayaan ulang tahun Komunitas Bukalapak Banjarmasin, sementara acara potong tumpeng sudah diadakan lebih dulu di markas pelapak Banjarmasin.

Sampai saat ini, sudah ada 100 pelapak yang ikut berkontribusi bersama Komunitas Bukalapak Banjarmasin. Komunitas Bukalapak sendiri sudah tersebar di lebih dari 86 kota di Indonesia.

1 dari 3 halaman

Bukalapak Makin Dekat dengan Santri

Tidak hanya aktif di bidang e-Commerce, Bukalapak terus berusaha memberikan nilai tambah dari kehadiran mereka lewat berbagai kegiatan pembinaan untuk mencetak lebih banyak entrepeneur.

Kali ini Bukalapak berkolaborasi dengan Pusat Zakat Umat PP Persis dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mencetak entrepeneur dari kalangan santri di Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) 67 Benda Tasikmalaya.

Pada program bertajuk "Santripreneur Digital Entrepreneurship Kelas Bangkit 2018" ini antusiasme para santri sangat tinggi. Lebih dari 250 santri Aliyah menghadiri acara tersebut.

"Rangkaian program pemberdayaan ekonomi masyarakat muslim ini diharapkan memberikan pembekalan kepada masyarakat tentang bagaimana pemanfaatan teknologi dalam perluasan usaha," jelas Muhammad Isa, Strategic Advisor Bukalapak dalam keterangan resminya.

"Untuk para santri di Pondok Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya, kami berharap kepada para santri yang akan lulus pendidikan di pesantren dapat memiliki gambaran mengenai kewirausahaan dan dapat mengembangkan diri untuk menjadi pebisnis online," lanjutnya.

Isa menjelaskan penetrasi internet Indonesia yang besar perlu disigapi dengan memberikan wawasan kepada publik supaya bisa turut aktif pada perkembangan ekonomi digital.

Jelas akan sangat disayangkan apabila pengguna internet Indonesia hanya terus-terusan berperan sebagai konsumen saja. Untuk itu perlu pembinaan untuk mengajak partisipasi publik di bidang e-Commerce.

Pada program ini, para pelapak asli Tasikmalaya yang bergabung dalam komunitas tersebut berbagi wawasan dan pengalaman mereka kepada para santri muda yang bermimpi menjadi entrepreneur sukses.

2 dari 3 halaman

Prestasi Pendiri Bukalapak Buat Menperin Kagum

Bukalapak terus meraih popularitas di kalangan pebisnis Indonesia. Terbukti saat ini sudah ada sekitar 13 juta pengguna Bukalapak, dengan 4 juta pelapak.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto pun menyampaikan kekagumannya pada Bukalapak. Pencapaian Bukalapak memperkuat kepercayaan sang menteri pada potensi yang dimiliki Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara minum kopi bersama Bukalapak di Yogyakarta.

"Dan contoh success story di sini adalah Bukalapak. Saya tahu pendirinya Mas Fajri Rasyid dan Mas Achmad Zaky. Mereka berdua lulusan ITB, IP-nya 4.0," ucap Airlangga yang langsung disambut meriah.

"Memang ini mahasiswa luar biasa, sekarang pelapaknya ada 4 juta. Dan ini the real success story generasi sekarang. Asal mempunyai kreativitas yang luar biasa," pungkasnya.

Bukalapak memang membangun inovasi sosial dengan cara membangun solidaritas dan koneksi antara pelapak di setiap daerah.

Mereka pun aktif membangun koneksi dengan beragam unsur masyarakat, seperti para Santri dan wanita Bhayangkari.

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Dorong UMKM, Kominfo Gandeng 6 Marketplace Indonesia
Artikel Selanjutnya
Cari Alat Masak Canggih dengan Harga Murah Meriah? Buruan Beli di Sini!