Sukses

Waduh, Keseringan Chatting Bisa Bikin Otot Jari Meradang

Liputan6.com, Jakarta - Smartphone dewasa ini memang sudah menjadi kebutuhan utama setiap pengguna. Bisa dibilang juga sebagai 'teman hidup', mengingat tentu tidak akan ada orang yang bisa lepas dari smartphone.

Namun rupanya, banyak efek buruk yang terjadi bila kamu sering menggunakan smartphone lho. Pasalnya, terlalu seringnya kita menggunakan gerakan yang berulang akibat chatting, menyebabkan ibu jari bisa meradang. Duh!

Dilansir laman Zeenews pada Rabu, (7/3/2018), tendon yang seharusnya melenturkan ibu jari menjadi meradang karena diajak untuk terus mengetik. Buktinya, setiap tahun semakin banyak orang mengeluh sakit di bagian ibu jari.

Kristin Zhao, dari Mayo Clinic di Amerika Serikat mengatakan, meradangnya ibu jari dipicu oleh salah satu persendian menjadi longgar. Itu sebabnya karena tulangnya bergerak dengan situasi yang tidak normal.

"Gerakan mengetik seperti chatting di smartphone sebabkan ibu jari canggung. Bahkan ada beberapa gerakan yang perlu tenaga ekstra," ujar Zhao.

Hipotesis ini menyebutkan, gerak tulang yang tidak normal pada jempol bisa menyebabkan rasa sakit dan osteoarthritis (radang pengeroposan tulang). Juga, akan lebih banyak kasus arthritis di ibu jari.

Untuk mencegahnya, jangan terpaku texting dengan ibu jari saja. Sesekali gunakan jari telunjuk atau gunakan voice note yang bisan di kirim saat chatting. "Lakukan pula latihan peregangan di bagian pergelangan tangan dan jari. Atau dapat konsultasi dengan dokter untuk mencegah kasus peradangan," pungkasnya.

1 dari 3 halaman

Bermain Gim Juga Bisa Lukai Otot Jari

Selain chatting, bermain gim mobile ternyata juga bisa menyebabkan otot jari robek. Pada 2015, ada pria berusia 29 tahun asal California yang merasakan sakit di jarinya yang kian hari makin menjadi setelah ia menyadari bahwa dirinya terlalu lama bermain gim populer Candy Crush di smartphone.

Mengutip laman Huffington Post, tim dokter yang menanganinya menyatakan bahwa otot tendon di jempol pria tersebut sobek. Anehnya, pria tersebut tidak merasakan sakit apapun beberapa saat setelah ia selesai bermain Candy Crush.

Tim dokter menjelaskan bahwa efek adiktif bermain gim ternyata bisa membuat rasa sakit tersebut menjadi tidak terasa. Pria tersebut makin lama merasakan jempol kirinya sakit dan sulit untuk menggerakannya.

Ia pun mengungkap ke tim dokter bahwa dirinya memang terlalu banyak bermain Candy Crush Saga di smartphone tanpa henti, setiap hari selama delapan minggu terakhir. Ia mengaku memainkan gim tersebut dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya ia lakukan untuk kegiatan lainnya.

 

2 dari 3 halaman

Harus Jalani Operasi

Setelah menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI) ternyata tendon yang seharusnya berfungsi untuk menggerakan jempolnya sudah hancur dan harus menjalani proses operasi.

Tim dokter menjelaskan bahwa biasanya ketika tendon robek, hal itu akan terjadi di titik tertipis tendon tersebut, yakni di dekat tulang. Namun, hal yang terjadi para pria yang tidak disebutkan namanya ini adalah tendonnya robek di bagian yang paling tebal dan memberikan rasa sakit dan nyeri yang luar biasa.

"Kita harus sadar bahwa beberapa judul video game bisa berperan menjadi painkiller (obat penghilang rasa nyeri) digital. Namun perlu disadari juga bahwa itu bisa menjadi berbahaya," ujar Dr. Andrew Doan, kepala riset di Naval Medical Center, San Diego.

Doan menambahkan bahwa setidaknya kita harus membatasi main game dengan fitur sentuh sebanyak 30 menit setiap harinya. Riset membuktikan bahwa jika bermain game sebanyak 30 menit atau satu jam akan memberikan benefit sosial dan emosional. Namun, jika berlebihan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Reporter: Syifa Fauzia

Sumber: Brilio.net

(Jek)

Artikel Selanjutnya
Pengguna Telkomsel Habiskan Pulsa Rp 200 Ribu untuk Belanja Gim
Artikel Selanjutnya
Kemenpora Siap Tawarkan Fasilitas untuk Pelaku eSports di Indonesia