Sukses

Perdana, Magic Leap Pamer Headset Mixed Reality

Liputan6.com, California - Magic Leap akhirnya memamerkan headset perdana Mixed Reality yang mereka kembangkan. Startup pembesut perangkat teknologi Mixed Reality tersebut mengumumkan headset khusus bernama "Magic Leap One: Creator Edition" yang akan segera dijual pada 2018.

Jika melihat fisik dari headset, Magic Leap One mengusung bentuk berupa kacamata ala headset Virtual Reality (VR). Untuk menggunakan headset tersebut, pengguna harus mengenakan di bagian kepala layaknya mengenakan kacamata renang. Demikian dikutip Engadget, Jumat (22/12/2017).

Secara fungsi, saat pengguna mengenakan headset, mereka akan langsung diperlihatkan objek-objek virtual yang bergerak di lingkungan aslinya. Teknologi ini juga dipastikan tak akan menghalangi pandangan pengguna dari dunia nyata. Perangkat ini juga akan memproyeksikan gambar langsung ke retina melalui sistem optik yang dibangun dari kaca semitransparan.

Cara itu membuat mata bekerja sama ketika mengamati dunia nyata, dan tak memaksa pengguna menatap layar. Di sisi lain, hardware juga terus melakukan pemindaian ruang, mendengarkan suara-suara, melacak gerakan mata, dan memerhatikan pergerakan tangan.

Meski begitu, pengguna tidak bisa menyentuh atau memegang objek tersebut. Mereka cuma akan dibekali sebuah kontroler untuk mengontrol jarak pandang. Kira-kira, objeknya akan berupa seperti ini:

Jika dikulik lebih detail, headset Mixed Reality itu ternyata memiliki enam kamera utama serta didukung speaker built-in, mirip dengan Microsoft HoloLens. Tak cuma headset dan kontroler, Magic Leap One juga memiliki sebuah perangkat yang bisa ditempel di dada atau di ikat pinggang, bernama "Lightpack".

Disebut-sebut, perangkat inilah yang memberikan efek Mixed Reality ke headset. Ada juga yang mengatakan, Lightpack memiliki kekuatan grafis setara dengan MacBook Pro atau bahkan PC gaming sekelas Alienware.

2 dari 3 halaman

Kantongi Pendanaan Besar

Magic Leap mungkin belum begitu menggema di jagat startup. Namun sebagai catatan, startup dengan nilai valuasi US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 60,81 triliun itu telah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan besar, sebut saja Google, Fidelity, Alibaba hingga Warner Bros.

Lantas, apa tujuan utama Magic Leap di ranah teknologi? Magic Leap sebetulnya punya tujuan utama di pengembangan teknologi Mixed Reality.

Selain itu mereka juga berkutat pada bidang pengembangan hologram, laser, dan mesin yang sebenarnya tak dapat dikomersialisasi. Karenanya, perusahaan ini tak pernah merilis produk, termasuk melakukan demo dari teknologi yang diusungnya.

3 dari 3 halaman

Apa Itu Mixed Reality?

Mixed Reality bisa dibilang sedikit berbeda dari Virtual Reality atau Augmented Reality yang mulai menjadi tren selama setahun terakhir. Seperti diketahui, Virtual Reality memungkinkan seseorang pergi ke tempat lain dengan menampilkan suasana tempat tersebut melalui headset. Sementara Augmented Reality mampu menampilkan gambar di dunia nyata melalui pemetaan kondisi di sekitarnya.

Namun, Mixed Reality membuat penggunanya melihat sebuah objek animasi yang seolah-olah berada di dunia nyata. Sebagai hasil, teknologi ini memungkinkan objek digital untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan nyata termasuk objek di dalamnya.

Contohnya, ketika pengguna memakai perangkat Mixed Reality, ia tak sekadar dapat melihat objek digital yang ditampilkan di dunia nyata, tetapi, lebih dari itu, objek tersebut dapat berhubungan dengan benda-benda di dunia nyata, semisal kursi atau lampu.

Hal lain yang menjadi keunggulan teknologi ini adalah tidak adanya batasan perangkat yang bisa digunakan. Teknologi ini didesain untuk dapat ditautkan dengan objek yang nyata maupun maya.

(Jek/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: