Sukses

Cowok Kembar Ini Jadi Miliarder Bitcoin Pertama di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Semua orang tahu, gelar miliarder paling kaya dengan jumlah uang miliaran dolar AS ditempati oleh bos Amazon Jeff Bezos. Namun, belum banyak yang tahu kalau saat ini ada miliarder Bitcoin pertama di dunia.

Posisi tersebut ditempati oleh si kembar tampan Tyler dan Cameron Winklevoss atau yang dikenal dengan nama The Winklevii. Lelaki kembar identik itu kini berusia 36 tahun.

Mengutip laman The Verge, Jumat (15/12/2017) kisah mereka menjadi miliarder Bitcoin dimulai saat keduanya menggugat Mark Zuckerberg pada 2016 atas tudingan mencuri ide bisnis Facebook.

Pada 2009, keduanya sepakat menghentikan gugatan hukum dan mendapatkan US$ 65 juta (sekitar Rp 878,3 miliar). Dari jumlah tersebut, keduanya menggunakan US$ 11 juta (sekitar Rp 148,6 miliar) untuk berinvestasi Bitcoin pada 2013.

Dengan uang US$ 11 juta tersebut, keduanya membeli satu persen (sekitar 100.000 keping Bitcoin) dari seluruh Bitcoin yang ada.

Seiring dengan nilai tukar Bitcoin yang terus melonjak, keduanya kini jadi miliarder pertama Bitcoin dengan kekayaan melebihi US$ 1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun.

Sekadar diketahui, sejak keduanya berinvestasi pada Bitcoin pada 2013, sampai saat ini nilai tukar Bitcoin telah melonjak 10 ribu persen.

Tyler dan Cameron Winklevoss, pria kembar identik yang kini menjadi miliarder Bitcoin pertama di dunia (Sumber: The Verge)

Waktu itu, nilai tukar Bitcoin sekitar US$ 120 (sekitar Rp 1,6 juta) dan kini nilai tukarnya melebihi US$ 11 ribu (sekitar Rp 148 juta).

"Jika Bitcoin lebih baik daripada emas atau dianggap sebagai aset seperti emas, nilainya bisa mencapai triliunan dolar AS. Kami yakin, itu adalah peluang yang sangat nyata," kata Tyler Winklevoss pada CNN Money pada 2015.

Dilaporkan Telegraph, meski punya ratusan keping Bitcoin, keduanya tidak pernah menjual satu pun Bitcoin miliknya.

2 dari 2 halaman

Kisah Pemuda DO Sekolah Jadi Jutawan karena Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Pergerakan tinggi nilai Bitcoin diduga kuat menjadi alasan orang berinvestasi di uang virtual tersebut. Meski begitu, mulanya nilai Bitcoin masih sangat rendah. 

Hal itu tidak menyurutkan keinginan banyak orang untuk berinvestasi di Bitcoin. Karena nilainya yang tidak stabil dan berisiko saat investasi pada Bitcoin, hanya orang-orang yang berani ambil risiko saja yang kini bahagia karena keberhasilan bitcoin. Salah satu contohnya adalah Erik Finman.

Seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Finman bukanlah engineer lulusan universitas terkemuka. Ia adalah siswa yang pernah drop out dari sekolah. Namun kini, Finman justru menyandang status jutawan gara-gara Bitcoin.

Sebenarnya, Finman bertaruh dengan orangtuanya bahwa dirinya bisa menjadi seorang jutawan pada usia 18 tahun tanpa harus kuliah. Ia pun meminta orangtuanya untuk tidak memaksanya kuliah.

Benar saja, kala itu Bitcoin mencapai nilai tertingginya sepanjang sejarah, yakni US$ 2.700 atau sekitar Rp 36 juta. Finman diketahui memiliki 403 Bitcoin dan dengan nilai tersebut, kini ia punya US$ 1.09 juta atau sekitar Rp 14,5 miliar.

Finman mulai berinvestasi pada mata uang cryptocurrency itu sejak 2011, yakni saat nilai bitcoin hanya US$ 12 atau Rp 160 ribuan. Ia tahu nilai Bitcoin sangat tidak stabil, tapi Finman meyakini masa depan cryptocurrency

"Secara pribadi, saya rasa Bitcoin akan menjadi sangat berharga hingga ribuan atau jutaan dolar per koin," kata Finman kepada CNBC.

(Tin/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading