Sukses

Kolaborasi Pengembang Indonesia dan Jerman Hasilkan Dua Gim

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang gim (game developer) Indonesia dan Jerman berkolaborasi menghasilkan dua gim (game) tentang budaya Jerman, yang akan dipamerkan di ajang Gamescom di Köln, Jerman, pada Februari 2017 mendatang.

Garibaldy W. Mukti, pendiri Nightspade, Bandung, mengatakan dua gim tersebut adalah hasil workshop pada 1-5 Agustus 2016 di Bandung, yang merupakan kerja sama antara Goethe-Institut Indonesia, Kementerian Luar Negeri Jerman, Stiftung Digitale Spielkultur, dan Asosiasi Game Indonesia.

Selain Garybaldy, dalam kegiatan tersebut turut hadir pendiri Nightspade lainnya yakni Teddy Pandu. Dari Jerman sendiri, hadir dua pengembang gim ternama yakni Moritz Lehr dari Kunst-stoff Studio dan Linda Kruse dari The Good Evil GmbH.

"Gim yang pertama direncanakan berjudul Super Animal Exchande, sedangkan yang kedua Germania. Super Animal merupakan gim linear, ada levelnya, dengan subjek seekor binatang yang ketinggalan dari kawanan binatang lainnya yang sudah berkeliaran ke berbagai kota di Jerman. Maka, dia akan mencari kawanannya," tutur Garibaldy kepada Tekno Liputan6.com di Goethe Institute, Bandung, Jumat (5/8/2016).

Permainan kedua, kata pendiri salah satu pengembang pionir di Bandung ini, mengusung tema nonlinear (tidak ada levelnya). Subjek di gim ini akan mengeksplorasi berbagai tempat dan destinasi kota di seantero Negeri Bavaria tersebut. Kedua gim ini menitikberatkan upaya mencari tahu dan memperoleh informasi mendalam tentang Jerman dengan cara lebih menyenangkan dibandingkan sekadar mempelajari ensiklopedia.

Konten gim diklaim menjadi lebih menarik karena bukan semata dibuat pengembang, melainkan hasil diskusi dari workshop selama lima hari yang diikuti target segmen gim yakni para siswa dan guru Goethe Institut Bandung.

"Setelah ini, kami berencana membuat gim ini hingga Desember 2016. Setelah itu akan diuji coba, disempurnakan. Nantinya akan dibawa ke Jerman. Rencananya gim ini akan diperkenalkan di Jerman per Februari 2017 serta dirilis resmi per Maret 2017," ujar Garibaldy menambahkan.

Bertemakan "Ayo Jerman", kegiatan ini digelar untuk kedua kalinya setelah kegiatan serupa pada tahun lalu yang bertajuk "Game Mixer" sebagai rangkaian acara Jerman Fest 2015. Dalam acara tersebut, 11 pengembang asal Jerman dan 10 pengembang asal Indonesia bertemu untuk saling bertukar dan berbagi informasi, pengalaman, serta bekerja sama.

Proses tahun ini dimulai dengan open call atau seleksi terbuka bagi para studio pengembang gim Indonesia dan Jerman yang dilaksanakan pada Juni 2016. Selanjutnya, prototipe di atas kertas pun dihasilkan, yang memuat gambaran tentang bagaimana wujud aplikasi tersebut nantinya semisal sketsa mengenai karakter, tampilan visual, dan alur permainan. Tahap berikutnya adalah membuat prototipe digital berikut perencanaan produksi yang lebih matang.

Setelah workshop usai, semua tim tersebut akan memasuki tahap produksi selama beberapa bulan hingga aplikasi selesai dibuat dan diperkenalkan di sejumlah acara gim di Indonesia dan utamanya di pameran di Jerman pada bulan Februari 2017.

(Msu/Why)

Loading