Sukses

Rudiantara Tekankan Ekosistem Network, Device, dan Application

Liputan6.com, Tangerang - Dalam salah satu kesempatan di e-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016 yang berlangsung mulai hari ini (27/4/2016) di Tangerang, Banten, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjabarkan pentingnya ekosistem network, device, dan application (NDA).

"Kalau semua mau jalan, harus dalam 1 ekosistem yaitu NDA. Dari sisi network, 4G sudah diluncurkan," ujar Rudiantara.

Pria yang merupakan ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran periode 2015-2020 itu juga memaparkan, meski Jakarta dan sejumlah kota lainnya saat ini sudah terselimuti jaringan 4G, masih ada gap dengan daerah Timur yang harus diperkecil.

"Di Jakarta kita dapat menikmati kecepatan internet 25 kali lebih baik, tapi di daerah belum. Karena itu 1 Januari 2019 semua Kabupaten di Indonesia sudah harus terhubung broadband (pita lebar) lewat Palapa Ring dan operator telekomunikasi. Ini akan memperkecil gap dengan di daerah Timur," tutur Rudiantara.

Sekadar diketahui, Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik nasional yang ditargetkan akan menjangkau seluruh Provinsi dan Kota/Kabupaten di Indonesia pada 2020 nanti. Proyek ini dibagi menjadi tiga paket pengerjaan yakni paket barat, paket tengah, dan paket timur.

Tak hanya itu, dia mewanti-wanti Indonesia harus siap-siap dalam mengantisipasi teknologi 5G. "4G akan diperluas terus. 2020 teknologi 5G akan masuk, jadi kita harus siap untuk mengantisipasinya," kata Rudiantara bersemangat.

Beralih ke sisi device, mengingat begitu tingginya nilai impor gadget yang mencapai US$5 miliar, pria yang akrab disapa Chief RA itu berujar vendor smartphone wajib memenuhi peraturan mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Dia menekankan, TKDN tersebut meliputi baik hardware maupun software.

"Satu tahun kita impor gadget nilainya US$5 miliar. Karena itu pemerintah mengeluarkan peraturan, per 1 Januari 2017 (gadget) harus penuhi TKDN. Tapi fokusnya bukan di hardware saja, 30 persen itu sebagian dalam bentuk software," tutur pria jebolan Universitas Padjadjaran tersebut.

Bahkan, menurut dia, pada 2019 harga smartphone 4G diharapkan akan mencapai Rp 500 ribuan.

Adapun dari sisi aplikasi, dia menilai ekosistem ini akan berkembang secara cepat, apabila sektor-sektor yang terlibat di dalamnya bergerak secara agresif dan saling mendukung.

(Dew/Why)