Sukses

Biaya Produksi Layar AMOLED Makin Murah Ketimbang LCD

Liputan6.com, Jakarta - AMOLED disebut akan menjadi teknologi layar yang paling banyak digunakan produsen smartphone di masa depan. Informasi ini diketahui pertama kali dari peneliti pasar, IHS Technology, yang menuturkan biaya produksi AMOLED ternyata makin murah.

Berdasarkan data IHS, biaya produksi AMOLED untuk smartphone berlayar full-HD 5 inci pada kuartal pertama turun menjadi US$ 14,3 atau sekitar Rp 190 ribu dari sebelumnya US$ 17,1 atau sekitar Rp 228 ribu.

Hal ini berbeda dengan LCD yang juga mengalami penurunan biaya produksi, tapi tak sebesar produksi AMOLED. Biaya produksi LCD di kuartal pertama turun menjadi US$ 14,6 atau sekitar Rp 194 ribu dari yang sebelumnya US$ 15,7 atau sekitar Rp 209 ribu.

Dikutip dari laman Phone Arena, Rabu (30/3/2016), faktor yang mendukung penurunan biaya produksi salah satunya adalah permintaan yang cukup tinggi.

Selain itu, banyak pabrikan smartphone memilih menggunakan AMOLED juga disebut menjadi alasan biaya produksi layar tersebut kian murah.

IHS mengungkapkan, salah satu perusahaan yang berhasil mengembangkan bisnis layar AMOLED adalah Samsung Display. Perusahaan asal Korea Selatan itu diketahui berhasil meningkatkan produksi panel AMOLED berukuran kecil dan medium sejak pertengahan tahun lalu.

Selain itu, Samsung juga berhasil menggandeng beberapa pabrikan smartphone asal Tiongkok, seperti Meizu dan Oppo, sebagai pengguna. Kerja sama tersebut diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan tingkat operasi AMOLED hingga 95 persen.

Oleh sebab itu, beberapa analis memperkirakan ke depannya akan makin banyak perusahaan smartphone yang menggunakan AMOLED. Bahkan, tak tertutup kemungkinan vendor smartphone kelas menengah asal Tiongkok lain akan memilih menggunakan AMOLED.

Sebelumnya, salah satu vendor smartphone yang digadang-gadang akan memakai layar AMOLED adalah Apple. Perusahaan asal Cupertino tersebut dikabarkan mulai melakukan kerja sama dengan Samsung dan LG untuk memakai layar AMOLED pada tahun depan.

(Dam/Why)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.