Sukses

Selain Mengaji, Santri pun Bisa Buat Robot

Liputan6.com, Kudus:  Jika akhir-akhir ini santri pondok pesantren (ponpes) menjadi sorotan pemberitaan terkait merebaknya jaringan terorisme. Namun, nampaknya hal itu tidak berlaku bagi para santri di Ponpes Assa'idiyyah, Desa Kirig, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah.

Pasalnya, untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadan ini, mereka memiliki cara tersendiri. Bahkan bisa dikatakan pesantren itu mempunyai cara yang tidak wajar dalam mengisi bulan Ramadan. Mereka tak hanya sekadar mengaji dan tadarus, melainkan juga bisa merakit robot.

Berdasarkan pantauan tim SCTV, Senin (31/8), aula Masjid Ponpes Assa'idiyyah dijadikan bengkel atau tempat merakit robot selalu dipenuhi para santri. Dalam aula itu terlihat beberapa santri sedang menyiapkan sebuah lintasan di atas papan putih dengan solasi hitam. Sementara beberapa santri lainnya terlihat sibuk merangkai beberapa alat elektronik.

Selang waktu kemudian, tiga buah mesin pun telah jadi. Mesin itu adalah robot line follower yang memiliki kemampuan membaca sensor garis di papan, sehingga dapat melaju sesuai dengan garis lintasannya.

Prestasi santri Ponpes Assa'idiyyah dalam membuat robot cukup membanggakan. Sebelumnya, dalam lomba robotika tingkat Jateng yang digelar Politeknik Universitas Dipenogero pada Tahun 2009, mereka berhasil menyabet juara satu sekaligus juara dua. Sedangkan dalam kontes robot tingkat Jateng dan Yogyakarta di Universitas Teknologi Yogyakarta, robot santri Assa'idiyyah menyabet juara tiga.

Menurut pengasuh Ponpes Assa'idiyyah, Harmoko, untuk membuat sebuah robot diperlukan waktu sekitar enam bulan dengan biaya hampir Rp 2 juta. Sedangkan bahan yang dipakai berasal dari mainan bekas yang sudah tak terpakai.

Rencananya Ponpes Assa'idiyyah akan terus mengembangkan tekonologi robot ciptaan mereka. Tak sebatas robot lintasan namun juga robot inovasi, seperti robot pemadam kebakaran. Bahkan mereka berobsesi untuk menciptakan sebuah robot yang dapat menjinakkan bom.(UPI/DIO)