Sukses

Investasi Besar, Layanan 3G Belum Balik Modal?

Liputan6.com, Jakarta - Operator telekomunikasi di Indonesia berbondong-bondong menyediakan ujicoba layanan berteknologi 4G LTE (Long Term Evolution). Teknologi komunikasi berbasis internet cepat itu digadang-gadang akan meningkatkan pengalaman pelanggannya dalam berkomunikasi.

Pemerintah melalui komando Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara getol mendorong operator telekomunikasi agar mencoba teknologi terbaru yang dimilikinya. Bila telah memadai, pemerintah mengaku akan menyediakan regulasi terkait 4G secepatnya.

"Ya regulator kan tinggal bikin peraturannya saja kalau misalnya memang operator sudah siap. Mereka kok yang bangun jaringan dan investasi, urusan aturan nggak lama kalau soal 4G karena cuma sampai tingkat Menteri," ungkap Nonot Harsono, Komisioner Badan Regulator Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Lebih lanjut, Nonot mengungkapkan operator telekomunikasi di Indonesia belakangan ini semakin sulit dalam meraih pendapatan. Optimalisasi jaringan 3G yang dilakukan operator sejak tahun 2006 dinilai Nonot belum 'balik modal'.

"Operator itu setiap update teknologi butuh dana yang sangat besar. Misalnya saja adopsi 3G dari 2G, sedangkan penggunaannya kan belum optimal. Sebagian orang belum pindah ke 3G kok, mungkin investasi operator untuk 3G belum balik modal," tandas Nonot kepada tim Tekno Liputan6.com lewat saluran telepon.

Operator selular Indonesia sendiri sekarang ini boleh dibilang sedang berebut perhatian soal update teknologi. Sebut saja tiga operator telekomunikasi terbesar di Tanah Air, Telkomsel, XL dan Indosat yang tengah unjuk kebolehan penyediaan layanan komunikasi memakai teknologi 4G LTE di jaringannya. (den/isk)