Sukses

Tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai sentimen pasar. Pada Rabu, 20 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,82% di posisi 6.318, setelah sempat menyentuh level terendah 6.215 dan tertinggi 6.459 intraday. Pelemahan ini disebabkan oleh koreksi pada saham-saham barang baku, transportasi, dan energi.

Sebelumnya, pada 27 April 2026, IHSG juga ditutup melemah 0,32% ke level 7.106,52, dengan sektor energi menjadi penekan. Pada 23 April 2026, IHSG anjlok 2,16% menjadi 7.378,60, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tekanan pada mayoritas sektor saham.

Pergerakan IHSG dalam Periode Tertentu

  • 20 Mei 2026: Melemah 0,82% ke 6.318, didominasi tekanan jual, volume perdagangan 41,12 miliar saham, nilai transaksi Rp22,35 triliun.
  • 29 April 2026: Naik 0,41% ke 7.101, disertai volume pembelian.
  • 28 April 2026: Melemah 0,32%, aksi jual asing Rp 2,01 triliun.
  • 23 April 2026: Anjlok 2,16% ke 7.378,60, 505 saham melemah.
  • 6 Mei 2026: Diproyeksikan menguat terbatas, berpotensi menguji resistance 7.151 dan 7.200.

Meskipun ada periode pelemahan, IHSG juga diproyeksikan memiliki peluang untuk rebound terbatas, seperti yang terlihat pada prediksi 21 Mei 2026, dengan support di 6.280 dan resistance di 6.635. Tekanan jual yang terjadi pada akhir pekan lalu seringkali masih membayangi pergerakan pasar, namun sentimen positif dapat muncul dari berbagai faktor.