Sukses

Informasi Umum

  • PengertianPertamina Foundation adalah salah satu yayasan yang dibuat oleh PT Pertamina (Persero). Kehadiran Pertamina Foundation diharapkan dapat meningkatkan kegiatan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial serta lingkungan perusahaan melalui program yang terintegrasi, fokus, berdampak luas serta berkesinambungan. Dulunya yayasan ini bukan bernama Pertamina Foundation, tetapi Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP).
  • Didirikan15 Mei 1986 sebagai YKPP; 12 Januari 2011 sebagai Pertamina Foundation.

    Visi dan Misi

    Sebagai yayasan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan yang menyangkut Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, Pertamina Foundation memiliki visi, yaitu “Menjadi yayasan modern dan terpercaya melalui pemberdayaan masyarakat yang inspiratif untuk Indonesia maju dan sejahtera.” Melalui visi tersebut, yayasan merealisasikannya dengan menjalankan misinya, antara lain:

    1.     Memberdayakan masyarakat melalui inovasi sosial, pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

    2.     Melaksanakan model pembelajaran dengan mengembangkan akses dan meningkatkan mutu pendidikan serta kebudayaan.

    3.     Mendorong pengembangan inovasi energi baru terbarukan dan menginspirasi kehidupan masyarakat yang berbudaya ramah lingkungan.

    4.     Peduli terhadap kelompok rentan dan masyarakat wilayah Indonesia Timur.

    Pertamina Foundation Hormati Persidangan Permohonan PKPU

    Pertamina Foundation (PF) berkomitmen untuk menutup peluang munculnya kembali kerugian negara dalam program Gerakan Menanam Pohon (GMP).

    Berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh beberapa pihak yang mengklaim dirinya sebagai relawan, PF menilai permohonan PKPU yang diajukan justru bisa berpotensi membuat kerugian negara dapat terus berlanjut dan semakin besar jumlahnya.

    Saat ini, PF sedang meminta pendapat dari instansi dan penegak hukum yang berwenang yang akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan dan mengambil Langkah serta solusi dari permasalahan terkait pelaksanaan program GMP.

    "Pertamina Foundation tetap menghormati proses persidangan permohonan PKPU saat ini. Namun, kami menghimbau semua pihak, termasuk para pemohon PKPU, untuk bersama-samamencegah kerugian negara dalam program GMP yang dapat berlanjut dan semakin besar,” ujar Legal Officer Pertamina Foundation Syahrul Hakim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (10/5/2021).

    Syahrul mengungkapkan bahwa program tersebut diselenggarakan pada 9 tahun lalu dan saat initelah memiliki keputusan pengadilan mengikat yang harus dipatuhi oleh semua pihak pascaditetapkan adanya pelanggaran hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaannya.

    “Sebelumnya, GMP merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility PT Pertamina (Persero) pada tahun 2012-2014 yang dilaksanakan oleh Pertamina Foundation. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI tahun 2018 (Putusan Nomor 1132 K/PID.SUS/2018)yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan adanya perbuatan melawan hukum yangmerugikan negara dalam pelaksanaan program GMP,” terang Syahrul.

    “Sisa dana program GMP juga telah dikembalikan ke negara sesuai perintah dalam Putusan Pengadilan,” tambah Syahrul.

    Tingkatkan Efektivitas Kegiatan

    Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Ansgari menegaskan, sebagai organisasi nirlaba, PF tetap fokus pada kegiatan di bidang sosial kemanusiaan, terutama padapeningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga dan lingkungan hidup.

    PF juga terus bertransformasi dan mengembangkan dirinya untuk dapat terus meningkatkan efektivitas kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan/ CSR agar lebih fokus,berdampak luas, dan berkelanjutan.

    Saat ini, PF mengembangkan program unggulan PFSeries dengan kegiatan pemberian beasiswamelalui melalui program PFprestasi. Pemberdayaan perempuan dan kelompok usaha melaluiPFPreneur.

    “Kami juga memfasilitasi gagasan dan invoasi melalui proyek-proyek kreatif dalam program PFmuda dan PFsains yang terbuka bagi seluruh generasi muda di negeri ini. PF juga hadir dalamberbagai aksi tanggap bencana dan pemberian bantuan termasuk membantu korban terdampakpandemi Covid-19 di Indonesia melalui program PFbangkit,” tandas Agus.

    Pertamina Foundation Bantu 50 Laptop untuk Pembelajaran Jarak Jauh

    Pertamina Foundation turut berpartisipasi aktif dalam upaya memperlancar kegiatan pembelajaran jarak jauh. Caranya dengan memberikan fasilitas laptop ke beberapa sekolah khususnya sekolah dasar yang masih kekurangan laptop penunjang pembelajaran.

    Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan, Pertamina Foundation sangat concern dengan kelancaran pendidikan yang dienyam para pelajar penerus bangsa.

    "Dengan demikian, Pertamina Foundation tidak hanya memberikan beasiswa dan program pengembangan karakter bagi mahasiswa, tetapi kami juga berupaya menyediakan fasilitas penunjang seperti laptop bagi sekolah-sekolah dasar khususnya di daerah luar Jawa yang masih kekurangan fasilitas pembelajaran,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (2/12/2020).

    Bantuan 50 laptop dari Program PFbangkit tersebut tersebar di berbagai Provinsi yang bertujuan meningkatkan kembali semangat hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bantuan program laptop dilakukan kerja sama dengan Pertamina Foundation Scholars (PFS) Batch 6 dan 7 yang tergabung dalam organisasi Sobat Bumi Indonesia (Sobi).

    Program Pembelajaran Jarak Jauh dengan bantuan laptop termasuk salah satu rangkaian Aksi Sobat Bumi dalam gelar acara “Pendampingan Pembelajaran Jarak Jauh” yang diadakan oleh para Sobi sejak 28 Oktober 2020 lalu.

    Meskipun kegiatan dilakukan di tengah pandemi, kondisi tersebut tidak memadamkan semangat mereka untuk tetap menjalankan aksi sosial di tengah masyarakat. Mereka juga melakukan kunjungan ke beberapa kelompok siswa sekolah dasar yang memerlukan bantuan pengajaran sekaligus memberikan edukasi protokol Covid-19.

    Bagikan 50 Laptop di 32 Sekolah

    Bantuan 50 laptop disebarkan ke 32 sekolah-sekolah dasar yang masih kekurangan fasilitas penunjang meliputi SDN 2 Amban, SD Inpres 21 Sowi IV Manokwari, SDN VIM II Kota Raja, SDN Inpres 5.81 Perumnas I Waena, SD Muhammadiyah 2 Kupang, SD Inpres Lasiana, SDN Maman, SDN Tatede Dalam, SD Inpres Kasi, SLB Al-Alaq, SDN 006 Balikpapan Timur, SDN 016 Balikpapan Utara, SDN Prigi I, SDN Penambangan 3, SDN Panyuran 2, dan masih banyak sekolah dasar lainnya.

    “Saya mewakili sekolah mengucapkan terima kasih atas laptop yang diberikan untuk menunjang kelancaran pembelajaran jarak jauh para siswa. Semoga para siswa dapat menjadi lebih semangat dan terpacu untuk terus belajar dengan adanya bantuan fasilitas ini,” ujar Purwandi selaku Kepala Sekolah SDN I Prigi, Jawa Tengah.

    Seluruh rangkaian kegiatan ini didukung dan dibiayai oleh CSR PT Pertamina (Persero) sehingga bisa berjalan dengan lancar.