Sukses

Penyebab kecelakaan pesawat terbang seringkali kompleks, namun dalam kasus jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Pangkep, Sulawesi Selatan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi dugaan awal sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

CFIT terjadi ketika pesawat yang sepenuhnya berfungsi dan berada di bawah kendali pilot secara tidak sengaja menabrak daratan, gunung, atau rintangan lain. Dalam insiden ATR 42-500, pesawat menabrak lereng gunung Bulusaraung hingga pecah berhamburan.

Faktor Kunci dalam Penentuan Penyebab

  • Controlled Flight Into Terrain (CFIT): Pesawat menabrak lereng gunung meskipun pilot masih melakukan kontrol awal.

  • Black Box: Penemuan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada 21 Januari 2026 menjadi langkah krusial untuk mengungkap penyebab pasti.

  • Indikasi Awal KNKT: Pilot masih berupaya mengendalikan pesawat, namun tidak dalam kendali penuh saat mendekati lereng gunung.

Data dari kotak hitam sangat vital untuk menganalisis parameter penerbangan dan percakapan di kokpit, yang akan memberikan gambaran lengkap mengenai detik-detik sebelum kecelakaan dan membantu KNKT merumuskan kesimpulan akhir penyebab insiden tersebut.