- HOME
- News
- Bisnis
- ShowBiz
- Bola
- Lifestyle
- Kesehatan
- Tekno
- Otomotif
- Cek Fakta
- Enam Plus
- LAINNYA
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
TVKumpulan Video Berita Liputan6 SCTV, Video Liputan Berita Terkini
-
FotoGaleri Photo Menarik Berbagai Berita Terpopuler di Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
Hothot liputan6.com menyajikan berita viral terkini dan terbaru
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Penyebab kecelakaan pesawat terbang seringkali kompleks, namun dalam kasus jatuhnya pesawat ATR 42-500 di pegunungan Pangkep, Sulawesi Selatan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi dugaan awal sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).
CFIT terjadi ketika pesawat yang sepenuhnya berfungsi dan berada di bawah kendali pilot secara tidak sengaja menabrak daratan, gunung, atau rintangan lain. Dalam insiden ATR 42-500, pesawat menabrak lereng gunung Bulusaraung hingga pecah berhamburan.
Faktor Kunci dalam Penentuan Penyebab
Controlled Flight Into Terrain (CFIT): Pesawat menabrak lereng gunung meskipun pilot masih melakukan kontrol awal.
Black Box: Penemuan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada 21 Januari 2026 menjadi langkah krusial untuk mengungkap penyebab pasti.
Indikasi Awal KNKT: Pilot masih berupaya mengendalikan pesawat, namun tidak dalam kendali penuh saat mendekati lereng gunung.
Data dari kotak hitam sangat vital untuk menganalisis parameter penerbangan dan percakapan di kokpit, yang akan memberikan gambaran lengkap mengenai detik-detik sebelum kecelakaan dan membantu KNKT merumuskan kesimpulan akhir penyebab insiden tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)