Restu Anak Charly van Houten Buktikan Punya Talenta Seperti Ayahnya dengan Karya Perdananya, Album EP Berjudul 5 Diri

EP berjudul 5 Diri yang dirilis oleh Restu Anak Charly van Houten ini berfokus pada track lagu andalan berjudul 'Dan Ku'.

Diterbitkan 13 Mei 2024, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Musisi muda sekaligus putra penyanyi Charly van Houten, Restu, merilis EP (Extended Play) pertamanya, 5 Diri. Judul tersebut melambangkan lima kemasan yang berbeda dalam “5 Diri”. Lima tema, lima kepribadian, dan lima lagu dengan cerita yang berbeda-beda.

Album EP 5 Diri ini melibatkan beberapa orang dalam proses pembuatannya. Misalnya seperti Rafi Sumantri yang lebih dikenal dengan nama Rafi Gimbal, serta Ivan Dewanto sebagai Produser. Untuk lirik, Restu kebanyakan menulisnya sendiri.

Semua bermula dari workshop yang diikuti Restu dan Rafi Gimbal di Puncak, Jawa Barat, pada pertengahan tahun 2023 lalu. Hingga akhirnya, Restu sukses menghasilkan banyak lagu baru.

Ada lima judul lagu dalam EP perdana Restu dengan track andalan "Dan Ku". Tiap lagu memiliki makna masing-masing di mata sang penyanyi.

Berikut lagu-lagu di EP 5 Diri beserta penjelasan langsung dari Restu yang kami dapat dari keterangan tertulis pihak label rekamannya, belum lama ini.

Wanita Pujaan

Lagu "Wanita Pujaan" ternyata memiliki campur tangan Rafi Gimbal dan ayah Restu, Charly van Houten. Berawal dari keterlibatan membuat materi lagu baru Charly, Restu akhirnya menjadikannya sebagai karya untuk EP ini.

"Awalnya, lagu bernuansa reggae ini diciptakan oleh Rafi Gimbal, pemain gitar band aku, untuk ayahku. Waktu itu, Rafi ingin memberikan unsur sesuatu untuk ayah dan ia datang ke tempat tinggalku," kata Restu.

"Aku pun membantu menambahkan di bagian reff. Singkat cerita, Rafi dan ayah membuat materi lagu baru. Akhirnya, aku menyelamatkan lagu ini dan aku jadikan karyaku," sambungnya.

 

Lirih

Restu menyebut lagu "Lirih" memiliki nuansa yang sangat emosional karena saat menulis lagu ini, dirinya sedang benar-benar sedih terhadap sesuatu hal. Pengerjaannya pun dilakukan cukup detail dan tidak sembarangan lantaran Restu ingin pendengar merasakan apa yang dirasakannya.

"Untuk menyanyikannya, aku berusaha menstabilkan mood sedihku agar hasilnya sesuai dengan keinginanku. Maka dari itu, 'Lirih' menjadi karya yang proses penulisannya paling lama dibanding yang lain, karena liriknya yang harus tepat dan mood-nya yang harus sedih," ucap Restu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Untuk referensi, aku banyak mendengarkan lagu dari band-band Indonesia untuk memasukkan berbagai unsur dalam meramu lagu ini," ia menambahkan.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan