Liputan6.com, Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai potensi reklafikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI akan mempengaruhi kondisi pendanaan eksternal dan domestik.
Mengutip fitchratings.com, Kamis (22/10/2026), proses konsultasi oleh MSCI telah memicu kembali aksi jual saham dan tekanan terhadap mata uang. Akan tetapi, dampak yang lebih luas terhadap profil kredit negara atau sovereign, perbankan dan korporasi.
Direktur FitchRatings, George Xu menuturkan, hal itu akan bergantung pada apakah penurunan kepercayaan investor berujung pada arus keluar modal yang berkelanjutan dan kondisi keuangan yang lebih ketat. Pasar Indonesia menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pada 20 Oktober seiring harga saham yang kembali baik dan nilai tukar rupiah yang menguat tipis.
Advertisement
Namun, perkembangan ini menambah potensi tekanan terhadap kepercayaan investor setelah Fitch merevisi prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada 4 Maret 2026.
Prospek itu menyorot risiko terhadap sentimen investor dan penyangga eksternal akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan.
Bank Indonesia (BI) kemudian menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) dan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredakan tekanan terhadap rupiah.
"Intervensi yang berkepanjangan dapat menggerus cadangan devisa, sementara tekanan eksternal lebih lanjut dapat meningkatkan biaya pendanaan domestik,” kata George.
Di sisi lain, Ia menambahkan, konsultasi MSCI menambah risiko yang tercermin dalam prospek negatif itu, meski reklasifikasi itu sendiri kemungkinan tidak akan memberikan dampak kredit yang signifikan dalam waktu dekat.
Cadangan devisa bruto yang cukup besar yakni US$ 146 miliar pada akhir September, serta perangkat kebijakan untuk menarik modal asing memberikan penyangga terhadap tekanan jangka pendek. Namun, kewajiban jangka pendek, Bank Indonesia meningkat cukup tajam. Posisi neto valuta asing jangka pendek BI naik dua kali lipat dalam setahun menjadi US$ 32 miliar pada akhir Agustus.
Penurunan cadangan devisa yang tajam dan berkelanjutan, akibat melemahnya kepercayaan investor atau meningkatnya kekhawatiran mengenai standar tata kelola, dapat menambah tekanan pada profil kredit negara.
Dampak terhadap Kredit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020530/original/079906900_1578913890-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-7.jpg)
Selain itu, bank-bank yang diberi peringkat oleh Fitch tidak terlalu bergantung pada pendanaan dari pasar saham, mengingat rasio permodalan yang umumnya tinggi dan minim-nya penerbitan ekuitas baru-baru ini.
Ruang pada margin bunga bersih atau net interest margin diharapkan dapat meredam dampak kenaikan biaya pendanaan.
Tekanan kredit akan meningkat jika arus keluar modal yang berkelanjutan menyebabkan pengetatan kondisi moneter dan likuiditas secara signifikan, yang pada gilirannya akan meningkatkan beban pembiayaan kembali atau refinancing bagi peminjam serta melemahkan kualitas aset dan laba. Penyaluran kredit berdasarkan arahan kebijakan oleh bank-bank milik negara juga dapat membebani peringkat viabilitas jika porsi menjadi lebih signifikan.
Di sektor korporasi, peminjam dengan likuiditas yang lebih lemah, tata kelola yang kurang baik, atau profil kredit mandiri (standalone credit profile) yang lebih lemah akan lebih rentan terhadap risiko ini.
Koreksi harga saham yang berkepanjangan dapat memperlemah rasio pinjaman terhadap nilai (loan-to-value) untuk utang yang dijamin dengan saham, sehingga memicu permintaan tambahan agunan atau menurunkan asumsi tingkat pemulihan (recovery).
Biaya pendanaan yang lebih tinggi dapat memengaruhi ambang batas imbal hasil dan berpotensi menunda proyek energi terbarukan yang membutuhkan biaya awal besar, terutama proyek dengan tingkat keekonomian yang marjinal.
Kondisi ini juga dapat mendorong peningkatan pinjaman modal kerja bagi beberapa perusahaan utilitas. Perusahaan Listrik Negara (PLN dengan peringkat BBB/Negatif) mencatat periode penagihan piutang selama 95 hari pada semester pertama tahun 2026, meningkat dari 88 hari pada 2025.
Advertisement
Berdampak terhadap Refinancing
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
Selain itu, keterlambatan pembayaran subsidi dan kompensasi dari pemerintah dapat meningkatkan kebutuhan pendanaan serta berpotensi memperlambat pembayaran kepada produsen listrik swasta (independent power producers).
Emiten di sektor sumber daya alam umumnya memiliki opsi pendanaan yang beragam, termasuk pinjaman dari bank lokal, obligasi luar negeri, dan arus kas internal.
Di sisi lain, harga komoditas yang lebih tinggi serta posisi yang kuat dalam komoditas seperti batu bara, nikel, dan pengolahan hilir turut mendukung perolehan kas. Pertamina (BBB/Negatif), MIND ID (BBB/Negatif), dan PT Freeport (BBB/Stabil) memiliki likuiditas yang memadai serta fleksibilitas pendanaan yang cukup.
Kerentanan akan lebih tinggi bagi emiten yang memiliki kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) yang besar, eksposur mata uang asing yang tidak dilindungi nilai (unhedged), atau program investasi berskala besar.
Sentimen investor yang lemah dalam jangka panjang juga dapat menurunkan minat terhadap proyek pertambangan dan logam yang padat modal dan membutuhkan pendanaan baru.
“Respons kebijakan akan menjadi faktor kunci terhadap dampak kredit jika tekanan pasar terus berlanjut. Peningkatan dividen sejauh ini belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan mandiri perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) seperti Pertamina. Namun, penggunaan mekanisme kuasi-fiskal untuk mendukung pertumbuhan dapat menambah risiko kewajiban kontinjensi pemerintah (sovereign contingent-liability). Sementara penurunan cadangan devisa yang berkelanjutan dapat memperlemah kondisi keuangan eksternal Indonesia secara signifikan,” kata George
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379636/original/087884800_1792642017-Screenshot_2026-10-22_104742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548136/original/050648000_1775527655-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T090530.071.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2914760/original/000288800_1568789374-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379738/original/055741400_1792645378-oireugfvhb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379899/original/022896900_1792651584-IMG_8175.jpg)