CIMB Niaga Dikabarkan Bakal Hengkang dari Bursa, Ini Respons Bos BNGA

CIMB Group Holdings dikabarkan menjajaki delisting anak usaha di Indonesia yakni Bank CIMB Niaga (BNGA).

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 22:52 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CIMB Group Holdings Bhd dikabarkan tengah menjajaki opsi untuk memprivatisasi anak usaha di Indonesia seiring kondisi pasar yang sulit meredupkan prospek penawaran saham sekunder.

Mengutip the Edge Malaysia, Rabu (21/10/2026), bank terbesar kedua di Malaysia ini berdasarkan aset ini juga tengah mempertimbangkan opsi lain untuk CIMB Niaga,yaitu penempatan saham kepada investor strategis. Hal itu disampaikan analis yang menghadiri sesi briefing yang dipimpin oleh Chief Financial Officer CIMB Group Holdings Bhd, Khairul Rifaie.

Dalam catatan setelah sesi penjelasan itu, CIMB Securities, divisi riset milik grup menyatakan, privatisasi merupakan opsi yang lebih strategis dan kredibel di antara tiga opsi yang dibahas.

Pertimbangan ini muncul menyusul revisi aturan mengenai batas minimal saham yang beredar di publik atau free float yang mengharuskan CIMB untuk mengurangi kepemilikan saham di CIMB Niaga dari 91,4% menjadi 87,5% pada Maret 2027, dan menjadi 85% pada Maret 2028.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi saham di Indonesia.

Namun, potensi penurunan status pasar Indonesia oleh MSCI dari kategori ‘pasar berkembang’ (emerging market) menjadi ‘pasar mandiri’ (standalone market) telah memicu aksi jual besar-besaran terhadap saham-saham di Indonesia, sehingga mengurangi daya tarik penerbitan saham baru.

Public Investment Bank, dalam catatan terpisah, menyatakan pertimbangan ini masih berada pada “tahap awal dengan berbagai hambatan regulasi yang harus diatasi”. Mereka juga mencatat pengambilalihan penuh saham milik pemegang saham minoritas diperkirakan menelan biaya sekitar 800 juta Ringgit Malaysia atau Rp 3,53 triliun (asumsi Ringgit Malaysia terhadap rupiah di kisaran 4.418).

 

Respons Presiden Direktur CIMB Niaga

Menurut Hong Leong Investment Bank, privatisasi dapat menyederhanakan struktur kepemilikan serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan strategi jangka panjang CIMB di Indonesia.

Meskipun struktur akhirnya belum dipastikan, pihak tersebut menambahkan, privatisasi CIMB Niaga membutuhkan penggunaan modal grup.

“Kami meyakini bahwa privatisasi CIMB Niaga mungkin tetap memerlukan penggunaan modal grup, terutama jika struktur yang dipilih melibatkan pembelian sebagian sisa saham yang dimiliki oleh pemegang saham minoritas,”

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Presiden Direktur dan CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan menuturkan, CIMB Niaga saat ini masih melakukan kajian sesuai yang telah disampaikan kepada regulator.

"CIMB Niaga saat ini masih melakukan assessment sesuai yang telah kami sampaikan kepada regulator, dan komitmen kami untuk comply dengan peraturan. Dan CIMB Niaga selalu berkonsultasi dengan Regulator,” dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com.