Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham Rp 1 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (19/10/2026), Perseroan akan melakukan buyback saham pada 19 Oktober-31 Desember 2026. Dana buyback saham Rp 1 triliun berasal dari kas internal Perseroan. Perseroan menyatakan akan tetap memperhatikan batasan maksimal yang diperkenankan dalam buyback saham seperti diatur dalam Pasal 8 POJK 13/2023 dan jumlah saham free float yang harus dipenuhi oleh Perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undang yang berlaku.
“Pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kinerja operasional dan pendapatan Perseroan karena Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang mencukupi kebutuhan dana untuk buyback,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.
Advertisement
Perseroan menyatakan, buyback saham akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen Perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan telah menunjuk PT Sucor Sekuritas untuk melakukan buyback saham.
Perseroan yakin pelaksanaan transaksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas cukup untuk membiayai transaksi buyback. Pelaksanaan transaksi buyback tidak menyebabkan turunnya pendapatan Perseroan.
“Pelaksanaan transaksi buyback diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja melalui harga saham Perseroan,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.
Perseroan menyatakan selama saham hasil buyback itu belum dialihkan, Perseroan akan menyimpannya sebagai treasury stock. Sesuai ketentuan Pasal 16 POJK 29/2023, Perseroan wajib mengalihkan kembali saham hasil buyback dalam waktu tiga tahun sejak berakhirnya periode buyback. Untuk menggelar aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT Sucor Sekuritas.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430073/original/042665900_1684234026-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_1.jpg)
Sebelumnya, IHSG pada 12-16 Oktober 2026 anjlok 14,91% sehingga ditutup ke posisi 5.185,10 dari pekan lalu di posisi 6.093,75.
Pada pekan ini, tepatnya Jumat, 16 Oktober 2026, BEI juga menghentikan sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 08.58.00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), menyusul koreksi IHSG yang mencapai 8%.
Kapitalisasi pasar juga anjlok 14,43% menjadi Rp 9.157 triliun dari Rp 10.701 triliun pada pekan lalu.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan ini, IHSG anjlok 14,91% disertai dengan tekanan jual yang membesar. Pihaknya memperkirakan, tekanan IHSG itu didorong sejumlah faktor. Pertama, menurut Herditya, panic selling investor setelah penyedian indeks global MSCI mengeluarkan proposal perubahan status Indonesia dari emerging market (EM) menjadi Standalone Market atau pasar mandiri. “Hal ini sifatnya konsultasi dengan keputusan final pada Juni 2027 dan dapat dibalkan apabila terdapat perbaikan yang signifikan,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Faktor kedua, rilis consumer price index (CPI) Amerika Serikat di level 3,7% Year on Year (YoY) dan masih jauh dari target the Federal Reserve (the Fed), sehingga diperkirakan the Fed masih akan higher for longer ke depan dengan kenaikan satu kali sebelum akhir 2026.
Advertisement
Sentimen IHSG Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
Di sisi lain, Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat juga naik 1,3% Month on Month. Faktor ketiga, konflik Timur Tengah masih menjadi cermatan pasar, di mana masih terjadi eskalasi antara Houthi dan Arab Saudi.
"Hal tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar akan adanya kenaikan harga minyak mentah dan akan terjadinya inflasi energi secara global,” kata dia.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga merosot 5,22% menjadi 44,10 miliar saham dari pekan lalu 46,53 miliar saham. Diikuti rata-rata nilai transaksi harian yang terpangkas 0,07% menjadi Rp 16,21 triliun dari Rp 16,23 triliun pada pekan lalu.
Kemudian rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 2,46% menjadi 1,72 juta kali transaksi dari 1,67 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Pada pekan ini, investor asing menjual saham Rp 3,19 triliun. Aksi jual investor asing ini lebih besar dari pekan lalu Rp 2,44 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167904/original/050730100_1742374600-20250319-OJK-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)