Bursa Saham Asia Hari Ini Bervariasi, Kospi Menguat 0,82%

Di tengah wall street yang melemah, bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Kamis, (14/10/2026).

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 09:11 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan saham Kamis pagi (14/10/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik itu di tengah indeks saham acuan di wall street yang melemah.

Mengutip CNBC, di Asia indeks ASX 200 turun 0,62%. Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 0,32%. Indeks Kospi di Korea Selatan mendaki 0,82%.

Adapun penurunan pada saham-saham sektor cip membebani indeks utama pada Selasa pekan ini. VanEck Semiconductor turun selama enam sesi berturut-turut akibat kekhawatiran yang meningkat mengenai gelembung belanja Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan kecemasan seputar persaingan di China.

Sejumlah bank besar mencatat kinerja kuartalan yang kuat. Akan tetapi, harga saham berakhir lebih rendah. Saham Goldman Sachs dan Citigroup mengalami penurunan.

Reaksi pasar mengisyaratkan perusahaan menghadapi standar harapan yang lebih tinggi selama musim laporan keuangan kuartal ketiga, terutama di sektor teknologi. Di mana semikonduktor diperkirakan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan laba tahun ke tahun year over year.

Perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan mencatatkan tingkat pertumbuhan laba gabungan sekitar 30%, sementara sektor semikonduktor dan peralatan semikonduktor diproyeksikan tumbuh sebesar 130%, menurut data FactSet.

"Fundamental bisnisnya sangat kuat. Sulit untuk menyanggah sisi permintaan terkait cip," ujar kepala strategi investasi di Empower, Marta Norton kepada CNBC.

"Saya rasa kita tidak terlalu mempertanyakan seberapa bagus fundamental bisnis tersebut, melainkan lebih mempertanyakan seberapa besar ruang valuasi yang masih tersisa di sektor ini,” ia menambahkan.

Para investor sedang menantikan data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk September yang akan dirilis pada Rabu pagi. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan inflasi naik sebesar 3,6% secara tahunan (year-over-year), meningkat dari 3,4% pada data sebelumnya.

 

Harga Minyak

Data ini muncul di tengah harga minyak yang masih tinggi dan biaya bensin yang harus dibayar konsumen lebih mahal dengan harga rata-rata US$ 4,34 per galon, dibandingkan US$ 3,08 per galon setahun sebelumnya, menurut data AAA.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan akan melonggarkan sementara pembatasan ekspor bahan bakar diesel Rusia, tetapi para analis tidak yakin kesepakatan tersebut akan banyak membantu menurunkan harga bahan bakar bagi pengemudi truk dan petani.

Musim laporan keuangan terus berlanjut, dengan dirilisnya hasil kinerja bank-bank besar lainnya Bank of America dan Morgan Stanley pada Rabu pagi waktu AS. Perusahaan semikonduktor asal Belanda, ASML, juga akan melaporkan kinerjanya.