Komisaris Dharma Polimetal Lepas 143.300 Saham DRMA

Komisaris Dharma Polimetal (DRMA) Noel Aelyo kini mengenggam 1,79% saham DRMA

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas saham DRMA secara bertahap pada 2 dan 5 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (11/10/2026), Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Noel Aelyo Laras Kusuma Negara melepas saham DRMA dalam empat kali transaksi pada 2 dan 5 Oktober 2026. Pada 2 Oktober 2026, ia melepas 10.000 saham DRMA dengan harga Rp 940 per saham dan 33.300 saham DMRA dengan harga Rp 935 per saham. Kemudian pada 5 Oktober 2026, ia menjual 88.600 saham DRMA dengan harga Rp 930 per saham dan menjual 11.400 saham DRMA dengan harga Rp 935 per saham. Total penjualan saham 143.300 saham DRMA dengan nilai Rp 133,58 juta.

"Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian mengutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham DRMA, Noel memiliki 84.381.700 saham DRMA atau setara 1,79% saham DRMA. Sebelumnya, ia memiliki 1,8% saham DRMA atau setara 84,52 juta saham DRMA.

Mengutip data RTI, harga saham DRMA ditutup naik 2,13% menjadi Rp 960 per saham. Harga saham DRMA dibuka turun lima poin menjadi Rp 935 per saham. Harga saham DRMA berada di level tertinggi Rp 965 dan terendah Rp 930 per saham. Total frekwensi perdagangan saham 147 kali dengan volume perdagangan saham 3.905 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 368,7 juta.

Emiten DRMA Ekspansi Bisnis Fast Charging Station Kendaraan Listrik

Sebelumnya, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan impor.

"Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaran listrik serta mengurangi ketergantungan impor,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso dikutip dari keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diharapkan, hadirnya fast charging station lokal ini dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua.

Terkait pengembangan infrastruktur fast charging station lokal tersebut, pada ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026 ini DRMA menghadirkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan Perseroan.

Di sisi lain, Perseroan juga terus mengeluarkan inisiatif untuk mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.

 

Peluang Pertumbuhan

Perseroan menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross.

Perseroan menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.

Berkat konsistensi dalam inovasi dan diversifikasi yang telah dijalankan, DRMA berada dalam posisi yang sangat kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025. Dengan tren positif yang ada, Perseroan tetap optimistis dan yakin target penjualan sebesar Rp 6 triliun untuk periode tersebut akan dicapai sepenuhnya.

"Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non- otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto.