Sukses

Saham Tesla Melambung 27% Pekan Ini, Apa Pendorongnya?

Harga saham Tesla menguat pada Jumat, 5 Juli 2024 seiring laporan pengiriman yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal II 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham Tesla menguat pada Jumat, 5 Juli 2024 dan hapus koreksi pada 2024. Di sisi lain, kenaikan harga saham Tesla tersebut kerek keuntungan saham Tesla menjadi 27 persen.

Mengutip CNBC, Sabtu (6/7/2024), harga saham Tesla ditutup naik 2,08 persen ke posisi USD 251,55. Harga saham Tesla sebelumnya pada tahun lalu di posisi USD 248,48 dan terus merosot ke posisi USD 138,80 pada April 2024.

Reli terbaru dipicu oleh laporan pengiriman yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal II 2024 pada Selasa pekan ini. Pengiriman meski turun 4,8 persen dari tahun sebelumnya, penurunan itu tidak terlalu besar dibandingkan penurunan pada kuartal I, dan memberikan alasan bagi investor untuk optimistis menjelang semester II 2024.

Pada April 2024, saham Tesla mencapai titik terendah dalam 52 minggu setelah serangkaian perkembangan yang meresahkan. Penjualan di bisnis inti otomotif turun pada kuartal I, perusahaan melakukan perampingan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Selain itu, laporan Tesla telah membatalkan rencana untuk segera produksi mobil keluarga berbiaya rendah di pabriknya di Texas, Amerika Serikat (AS).

Adapun Tesla akan merilis hasil laporan keuangan kuartal II setelah penutupan perdagangan pada 23 Juli 2024. Margin kotor otomotif akan menjadi fokus.

Sejak tahun lalu, Tesla telah menawarkan diskon dan insentif besar-besaran untuk menarik pelanggan ke jajaran kendaraan listriknya yang menua termasuk sedan entry-level Model 3 yang populer, kendaraan utilitas crossover model Y, dan sedan andalan Model S dan SUV model X yang lebih mahal.

Pada akhir 2023, Tesla mulai menjual Cyberstruck. Akun Tesla Cybertruck di situs media sosial X mengunggah pada Kamis, 4 Juli 2024 kalau truk tersebut menjadi pikap listrik terlaris di Amerika Serikat pada kuartal II 2024.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Sentimen Saham Tesla

Ford melaporkan penjualan kendaraan listrik F-150 Lightning berjumlah 7.902 pada kuartal II dan 15.645 hingga Juni 2024. Adapun Tesla belum menanggapi permintaan CNBC untuk memberikan informasi lebih lanjut.

Di luar laporan laba yang akan datang, analis Cantor Fitzgerald menyebutkan, Tesla Robotaxi Day pada awal bulan depan akan menjadi katalis bagi saham.

“Tesla sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk Robotaxi (atau Cybercab), yang akan diumumkan oleh perusahaan pada 8 Agustus 2024,” tulis mereka.

Meskipun pihaknya tidak memperkirakan segmen ini akan diluncurkan sebelum 2027, pihaknya berharap segmen ini akan menjadi segmen bisnis yang berarti bagi perusahaan dalam jangka panjang.

3 dari 4 halaman

Harga Saham Tesla Masih Tertinggal

Namun, Cantor Fitzgerald memperkirakan Tesla akan mengirimkan lebih sedikit mobil tahun ini dibandingkan tahun lalu. Perusahaan tersebut memiliki target harga USD 230 pada Tesla dan merekomendasikan untuk membeli saham tersebut.

Meskipun Tesla telah bangkit kembali, tetapi masih tertinggal dibandingkan pasar yang lebih luas pada 2024. Indeks Nasdaq naik 22% pada 2024, dan indeks S&P 500 naik 17%. Saham Tesla sekarang naik 1,2%.

Jajak pendapat Axios Harris baru-baru ini menemukan perusahaan tersebut mengalami kemerosotan merek yang setidaknya sebagian disebabkan oleh “kejenakaan” dan “kata-kata kasar politik” Musk. Sebuah survei yang dilakukan New York Times minggu ini juga mengatakan "pernyataan-pernyataan polarisasi” dan “aktivitas politik” Musk telah menjauhkan beberapa “konsumen berhaluan kiri.”

Tesla juga masih tertunda selama bertahun-tahun dalam menghadirkan perangkat lunak yang dapat mengubah kendaraan yang ada menjadi mobil tanpa pengemudi. Musk mengumumkan pada 19 Oktober 2016, semua mobil Tesla yang diproduksi pada saat itu memiliki perangkat keras yang diperlukan untuk menjadikannya mobil self-driving.

Namun, pada akhir Juni, Tesla mengatakan perangkat keras dan pengaturan sensor lainnya sedang dalam proses untuk mengaktifkan kemampuan tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Elon Musk Hibahkan Opsi Saham untuk Karyawan Tesla, Ada Syaratnya?

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengumumkan kepada karyawan perusahaan sedang dalam rencana menggulirkan kompensasi berbasis saham untuk karyawan berkinerja tinggi. Pengumuman itu dibeberkan oleh karyawan Tesla yang enggan disebutkan namanya.

Rencana kompensasi muncul beberapa hari setelah Elon Musk mendapatkan persetujuan pemegang saham atas rencana pembayaran senilai USD 56 miliar atau sekitar Rp 919,32 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.416). yang terdiri dari opsi saham.

Pengumuman ini selisih dua bulan setelah Musk mengumumkan PHK yang berdampak pada lebih dari 10% tenaga kerja global Tesla, imbas perlambatan permintaan kendaraan listrik dan semakin ketatnya persaingan harga dari kompetitor Tiongkok.

"Selama beberapa minggu ke depan, Tesla akan melakukan tinjauan komprehensif untuk memberikan hibah opsi saham untuk kinerja yang luar biasa,” mengutip isi memo Musk kepada karyawan yang dikirim melalui surat elektronik (surel), Selasa (18/6/2024).

"Juga akan ada program berkelanjutan untuk memberikan hibah opsi spot bagi siapa saja yang melakukan sesuatu yang luar biasa bagi perusahaan. Terima kasih atas semua yang Anda lakukan untuk membuat Tesla sukses," lanjut surel tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis, Tesla belum memberikan pernyataan resmi. Tesla tahun lalu melewatkan penghargaan saham berbasis prestasi kepada karyawannya, kata orang yang mengetahui masalah tersebut.

Margin Tesla terpukul tahun lalu akibat pemotongan harga agresif perusahaan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali permintaan dan menangkis persaingan. Melansir Yahoo Finance, sejak awal 2024, saham Tesla telah merosot 25% dan pembuat kendaraan listrik tersebut telah memperingatkan adanya potensi penurunan tajam dalam penjualan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.