Sukses

IHSG Tersungkur 1,4% ke Posisi 6.700, Ini Penyebabnya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,4 persen ke posisi 6.734 pada Jumat, 14 Juni 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Jumat (14/6/2024). Bahkan IHSG meninggalkan posisi 6.800 dan seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 1,42 persen ke posisi 6.734,83. Indeks LQ45 anjlok 1,53 persen ke posisi 845,50. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.840,19 dan level terendah 6.713,27. Sebanyak 451 saham tertekan sehingga bebani IHSG. 140 saham menguat dan 180 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 888.139 kali dengan volume perdagangan 21,8 miliar saham.

Nilai transaksi harian Rp 10,1 triliun. Investor asing menjual saham Rp 729,87 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2024, investor asing lepas saham Rp 8,56 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.394.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi anjlok 2,23 persen, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham energi melemah 1,93 persen, sektor saham basic turun 1,74 persen, dan sektor saham industri merosot 1,08 persen.

Selain itu, sektor saham nonsiklikal tergelincir 0,69 persen, sektor saham siklikal terpangkas 1,21 persen, sektor saham kesehatan turun 0,26 persen.

Selanjutnya sektor saham keuangan merosot 1,63 persen, sektor saham properti melemah 0,41 persen, sektor saham infrastruktur susut 2,03 persen dan sektor saham transportasi terpangkas 1,31 persen.

Menjelang akhir pekan ini, saham GOTO stagnan di posisi Rp 52 per saham. Saham GOTO dibuka di posisi Rp 52 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 53 dan terendah Rp 51 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.530 kali dengan volume perdagangan 48.020.096 saham. Nilai transaksi Rp 228,1 miliar.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Apa Sentimen yang Tekan IHSG?

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dolar AS sentuh 16.394. Selain itu, ada penurunan rating saham di Indonesia.

“Di sisi lain, stance the Fed yang masih higher for longer untuk suku bunga-nya menjadi concern tersendiri bagi investor. Hal-hal tersebut yang diperkirakan menjadi pemicu masih munculnya outflow pada IHSG,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Herditya menuturkan, rupiah melemah diakibatkan penguatan dolar Amerika Serikat  yang disebabkan oleh stance the Federal Reserve (the Fed) yang masih tetap mempertahankan suku bunga acuannya.  “Pelemahan rupiah ini berdampak dengan timbulnya outflow di pasar modal Indonesia, karena iklim investasi yang dapat dikatakan kurang kondusif,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham CGAS melonjak 34,23 persen
  • Saham GTRA melonjak 31,31 persen
  • Saham UANG melonjak 25 persen
  • Saham REAL melonjak 25 persen
  • Saham CAMP melonjak 24,82 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham TRON merosot 34,54 persen
  • Saham SONA merosot 24,26 persen
  • Saham INOV merosot 23,53 persen
  • Saham CNKO merosot 20 persen
  • Saham TOYS merosot 16,67 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham TLKM senilai Rp 559,8 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 486,5 miliar
  • Saham AMMN senilai Rp 369,5 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham PAMG tercatat 87.714 kali
  • Saham BBRI tercatat 74.573 kali
  • Saham TLKM tercatat 26.106 kali
  • Saham BMRI tercatat 24.693 kali
  • Saham BBNI tercatat 19.042 kali
4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Pasifik Beragam Jelang Akhir Pekan

Bursa saham Asia Pasifik beragam setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat, 14 Juni 2024. Akan tetapi, Bank of Japan mengindikasikan pihaknya mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang.

Mengutip CNBC, bank sentral mempertahankan suku bunga jangka pendek antara 0 persen-0,1 persen seperti yang diperkirakan secara luas.  Namun, pihaknya dapat mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang setelah pertemuan kebijakan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada 30 dan 31 Juli 2024.

Bank of Japan saat ini membidik pembelian obligasi sekitar 6 triliun yen (USD 38,5 miliar) per bulan dan telah informasikan pasar mengenai rencana pembelian obligasi antara 4,8 triliun yen- 7 triliun yen per bulan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang membalikkan koreksi setelah keputusan Bank of Japan. Indeks Nikkei 225 menguat 0,24 persen ke posisi 38.814,56. Indeks Topix melompat 0,54 persen ke posisi 2.746,61.

Menyusul keputusan BoJ, Yen Jepang merosot 0,64 persen menjadi 158,03 terhadap dolar AS.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,13 persen, dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan di 2.758,42. Indeks Kosdaq merosot 1,05 persen ke posisi 862,19. Indeks ASX 200 terpangkas 0,33 persen ke posisi 7.724,3. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,48 persen. Indeks CSI 300 naik 0,44 persen, dan pulih dari level terendah hampir dua bulan ke posisi 3.541,53.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini