Sukses

Saham Raksasa Minyak Saudi Aramco Melonjak, Ada Apa?

Investor asing mendapatkan alokasi sekitar 60 persen saham yang ditawarkan dalam penjualan saham Saudi Aramco senilai USD 11,2 miliar

Liputan6.com, Jakarta - Saham Saudi Aramco menguat pada Minggu, 9 Juni 2024 usai penjualan saham yang diperkirakan mencapai USD 11,2 miliar atau sekitar Rp 182,22 triliun (asumsi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.260).

Mengutip CNBC, Minggu (9/6/2024), saham Saudi Aramco diperdagangkan sekitar 28,85 riyal atau USD 7,69 di bursa saham Tadawul Saudi pada pukul 13.40 waktu setempat. Harga saham tersebut di atas harga penjualan saham sebesar USD 27,25 riyal Saudi. Harga yang ditawarkan itu di kisaran awal 26,70-29 riyal Suadi.

Tampaknya tidak ada kekurangan permintaan untuk penawaran sekunder yang diumumkan pada 30 Mei 2024. Menurut sumber, Reuters melaporkan permintaan untuk penawaran itu mencapai USD 65 miliar, dan Aramco menawarkan lebih dari setengah penjualan itu kepada investor asing. Adapun CNBC tidak memverifikasi laporan tersebut.

Adapun Arab Saudi terus melanjutkan rencana ambisiusnya untuk mendiversifikasi ekonominya dari minyak di bawah program Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Namun, rencana itu yang mencakup serangkaian proyek raksasa memiliki harga yang mahal. Kota futuristic Neom yang diperkirakan menelan biaya sekitar USD 500 miliar.

Sementara itu, harga minyak masih fluktuatif dengan harga yang turun pada minggu ketiga seiring prospek permintaan yang tidak menentu terus membebani dan harapan investor yang berkurang terhadap penurunan suku bunga oleh the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip Yahoo Finance, investor asing mendapatkan alokasi sekitar 60 persen saham yang ditawarkan dalam penjualan saham Saudi Aramco senilai USD 11,2 miliar, menurut sumber yang mengetahui hal itu.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Permintaan Kuat dari AS dan Eropa

Kesepakatan itu menghasilkan permintaan yang kuat dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Investor dari Inggris, Hong Kong dan Jepang juga mendukung penjualan saham sehingga menghasilkan pemesanan lebih dari USD 65 miliar.

Penawaran saham sekunder ini menarik sekitar 450 investor, dan lebih dari 125 investor global baru, menurut sumber.

Aramco membenarkan mayoritas sahamnya dialokasikan ke investor asing. Investor insitusi internasional memiliki sekitar 0,73 persen saham perusahaan itu. Hal yang menarik kali ini adalah dividen perusahaan yang merupakan salah satu dividen terbesar di dunia.

Investor yang bersedia abaikan valuasi yang tinggi dan kurangnya buyback akan mendapatkan keuntungan dari pembayaran tahunan USD 124 miliiar, menurut perkiraan Bloomberg. Dengan demikian, imbal hasil perusahaan akan mencapai 6,6 persen.

Adapun pemerintah Arab Saudi memiliki sekitar 82 persen saham Aramco, sedangkan the Public Investment Fund memegang 16 persen saham. Adapun kerajaan Arab Saudi akan menjadi pemegang saham utama setelah penawaran itu.

3 dari 4 halaman

Saudi Aramco Dikabarkan Jual Saham Baru Senilai Rp 325,14 Triliun

Sebelumnya, raksasa minyak Arab Saudi Aramco akan menawarkan penjualan saham baru antara USD 10 miliar-USD 20 miliar atau sekitar Rp 162,57 triliun-Rp 325,14 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 16.257).

Mengutip CNBC, Kamis (30/5/2024), berdasarkan laporan the Wall Street Journal, Saudi Aramco akan menjual saham baru tersebut pada pekan ini, menurut sejumlah sumber.

Adapun Pemerintah Arab Saudi dan sovereign wealth fund (SWF) atau Dana Investasi Publik Arab Saudi memiliki sebagian besar saham Aramco dengan hanya 1,5 persen saham perusahaan yang diperdagangkan secara publik di bursa saham Tadawul setelah penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2019.

Penjualan itu menghasilkan dana USD 29,4 miliar yang masih merupakan IPO terbesar dalam sejarah hingga kini. Aramco merupakan perusahaan minyak terbesar di dunia dalam hal produksi minyak mentah dan kapitalisasi pasar.

Penjualan saham baru yang dilaporkan ini akan terjadi pada saat yang tepat bagi Arab Saudi. Arab Saudi mencatat defisit anggaran pada awal Mei di tengah tingginya pengeluaran untuk megaproyek bernilai triliunan dolar Amerika Serikat dan pada saat yang sama pendapatan dari minyak menurun.

Adapun Aramco belum memberikan komentar saat dihubungi CNBC.

Wall Street Journal melaporkan, jika penawaran itu berlanjut akan meringankan tekanan keuangan ke Kerajaan Arab Saudi, setidaknya dalam waktu dekat. Pada Mei, Arab Saudi prediksi defisit anggaran sebesar 79 miliar riyal atau USD 21 miliar pada 2024 serta defisit fiskal pada 2025 dan 2026. Berdasarkan laporan Journal, penjualan saham masih bisa ditunda dan dibatalkan.

4 dari 4 halaman

Tebar Dividen

Sebelumnya, laba bersih Saudi Aramco turun 14 persen pada kuartal I seiring penurunan harga dan produksi minyak. Namun, perseroan tetap membagikan dividen meski kinerja kuartal pertama menurun.

Mengutip CNBC, ditulis Rabu (8/5/2024), Saudi Aramco catat laba bersih tiga bulan pertama yang berakhir 31 Maret mencapai USD 27,3 miliar, turun dari USD 31,9 miliar pada periode sama tahun lalu. Realisasi lab aitu sesuai harapan analis, demikian laporan Reuters.

Selain itu, Saudi Aramco mencatat arus kas bebas untuk kuartal ini sebesar USD 22,8 miliar, turun dari USD 30,9 miliar pada kuartal I 2023 dan arus kas aktivitas operasi sebesar USD 33,6 miliar dibandingkan tahun lalu USD 39,6 miliar.

Namun, raksasa minyak Saudi tersebut akan memberikan total dividen sebesar USD 31 miliar kepada pemerintah Arab Saudi dan pemegang saham lainnya yang terdiri dari dividen dasar sebesar USD 20,3 miliar dan pembagian dividen terkait kuartal IV sebesar USD 10,8 miliar yang akan dibayarkan pada kuartal kedua.

Aramco yang merupakan eksportir minyak terbesar di dunia prediksi total dividen sebesar USD 124,3 miliar akan diumumkan pada 2024.

Presiden dan CEO Aramco Amin Nasser menuturkan, pihaknya terus menjalankan strategi jangka panjang. “Pada kuartal pertama mencapai kemajuan signifikan dalam memperluas bisnis gas kami dan mengembangkan rantai hilir kami yang terintegrasi secara global sambil mempertahankan fokus untuk konsisten memberikan nilai bagi pemegang saham kami,” tutur dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini