Sukses

Trisula Textile Industries Tebar Dividen Rp 2,5 Miliar

Pada 2023, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,76 miliar atau naik 229,16 persen

Liputan6.com, Jakarta - PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) telah merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 22 April 2024 kemarin. Pada rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen Rp 2,5 miliar. Perseroan juga menunjuk Lukas Ginting sebagai Direktur Trisula Textile Industries untuk memperkuat kinerja ke depan.

"Perseroan mempertahankan konsistensi untuk membagikan dividen bagi pemegang saham selama 6 tahun terakhir. Setelah membagikan dividen sebesar Rp 3,62 miliar pada 2023, tahun ini BELL distribusikan dividen sebesar Rp 2,5 miliar," kata Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk, Karsongno Wongso Djaja dikutip Selasa (23/4/2024).

Dividen yang akan dibagikan itu sekitar 28,73 persen dari laba tahun buku 2023. Pada 2023, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,76 miliar atau naik 229,16 persen dari laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,66 miliar.

Incar Pertumbuhan 15 Persen pada 2024

Setelah sukses meningkatkan laba bersih sebesar 229 persen melalui efisiensi operasional dan pemulihan ekonomi di tahun 2023, BELL mengincar pertumbuhan pertumbuhan sebesar 15 persen pada 2024. Untuk itu, perseroan akan optimalkan jaringan distribusi dan tingkatkan sinergi anak perusahaan untuk terus menggenjot penjualan dan pemasaran.

“Segmen ritel kami bertumbuh stabil dan berkontribusi terhadap pertumbuhan signifikan 24 persen di tahun 2023. Kami yakin pencapaian tersebut bisa dipertahankan dan ditingkatkan dengan sinergi yang lebih optimal antar Anak Perusahaan.” kata Karsongno.

Di samping itu, BELL juga berencana untuk terus mengembangkan penjualan online untuk memanfaatkan momentum yang saat ini terjadi di pasar. Untuk menyasar konsumen muda, BELL berencana untuk memperkenalkan produk pakaian JOBB yang lebih kasual.

Salah satu kunci keberhasilan BELL adalah melalui pendekatan omnichannel. Selama tahun 2023 BELL membuka beberapa outlet ritel baru untuk merek JOBB dan Jack Nicklaus, saat ini total sudah ada 133 outlet JOBB dan 46 outlet Jack Nicklaus di berbagai lokasi untuk menarik konsumen luring. BELL juga menggunakan platform yukshopping.com untuk meningkatkan penjualan daring, di samping memasarkan produknya di berbagai situs marketplace online.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Trisula Textile Industries Siapkan Rp 30 Miliar untuk Buyback 435 Juta Saham

Sebelumnya, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) berencana untuk membeli kembali saham (buyback) atas saham-saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan dan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pembelian kembali saham akan dilaksanakan selama 18 bulan setelah perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 22 April 2024.

"Biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya sekitar Rp 30 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham," ungkap manajemen PT Trisula Textile Industries Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa, Rabu (13/3/2024).

Jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 6% dari modal disetor perseroan atau maksimum sebanyak 435 juta saham. Pembelian kembali saham akan dilakukan baik melalui Bursa maupun di luar Bursa Efek. Perseroan akan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai anggota bursa untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham perseroan melalui Bursa.

 

3 dari 3 halaman

Menjaga Kewajaran Harga Saham

Pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan dilatar belakangi oleh harga saham perseroan saat ini yang belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya. Di sisi lain, aksi ini dimaksudkan untuk  menjaga kewajaran harga saham perseroan dan meningkatkan kepercayaan investor yang diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian lebih baik bagi pemegang saham perseroan.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham diharapkan dapat meningkatkan kinerja saham perseroan, serta memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan modal untuk mencapai struktur permodalan yang efisien," imbuh Manajemen.

Perseroan berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja usaha perseroan termasuk penurunan pendapatan, sehingga tidak ada perubahan atas proforma laba perseroan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.