Sukses

Bintang Samudera Mandiri Lines Tebar Dividen Rp 3 Miliar, Catat Jadwalnya

PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tunai.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 3 miliar atau Rp 1,62 per saham.

Besaran itu setara 17,6 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2023 yang tercatat sebesar Rp 17,07 miliar. Rencana pembagian dividen tersebut telah mendapat restu pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan yang diselenggarakan pada 17 April 2024.

Adapun sisa laba bersih tahun buku 2023 dicatat sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan usaha Bintang Samudera Mandiri Lines. Sepanjang tahun buku 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023, perseroan membukukan total saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar RP 34,04 miliar.

Bersamaan dengan itu, ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp 123,54 miliar. Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/4/2024), berikut jadwal pembagian dividen PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk:

  • Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 25 April 2024
  • Tanggal ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 26 April 2024
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai: 29 April 2024
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai: 30 April 2024
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 29 April 2024
  • Tanggal pembayaran dividen: 17 Mei 2024

Pada perdagangan Jumat, 19 April 2024, harga saham BSML ditutup naik 2,8 persen ke posisi Rp 147 per saham. Harga saham BSML berada di level tertinggi Rp 149 dan terendah Rp 138 per saham. Nilai kapitalisasi pasar saham BSML Rp 271,98 miliar.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Rights Issue

Sebelumnya, PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Pada aksi tersebut, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Perseroan telah mendapat persetujuan sehubungan dengan rencana aksi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bintang Samudera Lines yang diselenggarakan pada 22 Mei 2023.

Melansir prospektus perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/6/2023), harga penawaran dipatok sebesar Rp 300 per saham. Dengan demikian, dana yang akan diterima perseroan dari aksi ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 120 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari rights issue ini akan digunakan untuk pelunasan seluruh dan atau sebagian pokok utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Jika terdapat sisa dana hasil rights issue, maka akan dialokasikan untuk modal kerja dan atau operational expenditure (opex) perseroan.

Berdasarkan Surat Pernyataan Kesanggupan dalam rangka PMHMETD I tertanggal 23 Mei 2023, PT Goldfive Investment Capital sebagai pemilik 862.534.600 saham yang mewakili 46,62 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan akan melaksanakan HMETD-nya sebesar 186.471.288 atau senilai Rp 55,94 miliar.

Dalam hal para pemegang saham lama tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan HMETD-nya, para pemegang saham lama akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 17,78 persen.

 

3 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 19 April 2024

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan Jumat (19/4/2024). IHSG tertekan didorong geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dengan seiring Israel dikabarkan serang Iran dan aksi jual saham oleh investor asing kembali berlanjut.

Dikutip dari data RTI, IHSG merosot 1,11 persen ke posisi 7.087,31. Indeks LQ45 melemah 1,62 persen ke posisi 920,31. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.167,20 dan terendah 7.036,20. Sebanyak 456 saham melemah sehingga menekan IHSG. 204 saham menguat dan 115 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.212.001 kali dengan volume perdagangan 18,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.251. Investor asing menjual saham Rp 838,18 miliar. Sepanjang 2024, investor asing beli saham Rp 12,12 triliun.

Mayoritas sektor saham (IDX-IC) tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 1,1 persen. Sektor saham teknologi terpangkas 2,78 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti sektor saham transportasi merosot 2,46 persen dan sektor saham siklikal tergelincir 1,77 persen.

Sektor saham energi turun tipis 0,03 persen, sektor saham basic melemah 0,74 persen, sektor saham industri merosot 1,21 persen. Selain itu, sektor saham nonsiklikal terpangkas 0,92 persen, sektor saham keuangan susut 1,24 persen. Kemudian sektor saham properti melemah 1,62 persen, dan sektor saham infrastruktur turun 0,42 persen.

Mengutip Antara, bursa saham Indonesia dan kawasan Asia bergerak lesu pada perdagangan Jumat, 19 April 2024 merespons adanya peningkatan tensi politik yang sedang terjadi kawasan Timur Tengah.

4 dari 4 halaman

Penutupan Bursa Saham Asia pada 19 April 2024

Sebelumnya, Indeks Taiwan memimpin koreksi di Asia pada Jumat, 19 April 2024. Indeks Taiwan merosot 3,81 persen ke posisi 19.527,12, yang merupakan level terendah dalam satu bulan.

Adapun bursa saham di Asia sebagian besar melemah seiring ketegangan di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 2,66 persen ke posisi 37.068,35. Indeks Topix melemah 1,91 persen ke posisi 2.626,32. Indeks Nikkei terpangkas 3,65 persen selama sepekan. Demikian mengutip dari CNBC, Jumat pekan ini.

Selain itu, Jepang merilis data inflasi Maret. Inflasi utama berada di posisi 2,7 persen dari posisi Februari sebesar 2,8 persen. Inflasi inti di luar makanan segar berada di posisi 2,6 persen.

Indeks Kospi melemah 1,63 persen, ke posisi 2.591,86. Indeks Kosdaq tergelincir 1,61 persen ke posisi 841,91.  Di Australia, indeks ASX 200 merosot 0,98 persen ke posisi 7.567,3. Indeks Hang Seng melemah 0,95 persen dan indeks CSI 300 tergelincir 0,79 persen ke posisi 3.541,66.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.