Sukses

SVF GT Subco dan GPF Kembali Lepas Saham GOTO

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan investasi Softbank melalui anak usaha SVF GT Subco kembali melepas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait laporan pemegang saham di atas 5 persen pada 6 Februari 2026, SVF GT Subco melepas 69,06 juta saham GOTO. Dengan demikian, kepemilikan saham GOTO oleh SVF GT Subco menjadi 91,10 juta saham atau setara 7,58 persen.

Demikian juga GoTo Peopleverse Fund (GPF) melepas 22,72 juta saham. Sehingga kepemilikan saham GOTO oleh GPF menjadi 63,99 juta saham atau setara 5,33 persen.

Sementara itu, Taobao China Holding Limited tetap genggam 104,73 juta saham GOTO atau setara 8,72 persen.

Pada laporan kepemilikan pemegang saham di atas 5 persen per 5 Februari 2025, SVT GT Subco menjual 250 juta saham GOTO sehingga kepemilikan saham GOTO menjadi 91,17 juta atau 7,59 persen.

Selain itu, GOTO Peopleverse Fund (GPF) juga melepas saham GOTO sebesar 66,54 juta. Dengan demikian, GPF genggam 64,02 juta saham GOTO atau setara 5,33 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 7 Februari 2024, saham GOTO ditutup stagnan di posisi Rp 84. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 85 dan terendah Rp 82 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.323 kali dengan volume perdagangan 16.838.122 saham. Nilai transaksi Rp 137,6 miliar.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Mengintip Prospek Saham GOTO pada Tahun Naga Kayu

Sebelumnya diberitakan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan cuan pada Tahun Naga Kayu. Hal ini didukung dari sektor teknologi yang berasal elemen api.

Sementara Pengamat pasar modal, Hans Kwee menyebutkan salah satu sektor yang menarik pada Tahun Naga adalah sektor teknologi dari elemen api. "Sektor yang diuntungkan terkait elemen api, kayu dan logam. Untuk api ada sektor teknologi dan media. Saham rekomendasi teknologi dan media salah satunya GOTO," kata Hans kepada Liputan6.com, Rabu (7/2/2024).

Pada perdagangan Selasa, 6 Februari 2024, saham GOTO ditutup stagnan atau mengalami perubahan 0,00 persen di posisi 84. Frekuensi perdagangan saham GOTO tercatat sebanyak 22.190 kali. Volume saham yang ditransaksikan yakni 4 miliar lembar senilai Rp 331,63 miliar. Dalam sepekan, harga saham GOTO terkoreksi 3,45 persen. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, saham GOTO turun 11,58 persen.

Tahun 2024 merupakan Tahun Naga Kayu, yang dimulai dari 10 Februari 2024 hingga 28 Januari 2025. Dilansir dari China Highlights, dalam astrologi Tionghoa, naga melambangkan kekuatan, kemuliaan, kehormatan, keberuntungan, dan kesuksesan.

Sebagai satu-satunya makhluk mitos dalam zodiak Tionghoa, naga dianggap sebagai makhluk supernatural tanpa tandingan dalam hal bakat dan keunggulan.

Tahun Naga Kayu ini diharapkan membawa energi yang menggairahkan dan memotivasi, mendorong banyak orang untuk mengambil inisiatif dan berani menghadapi tantangan. CEO Arah Investasi Mandiri, Hendra Martono Liem mengatakan Tahun Naga Kayu Yang diharapkan membawa energi pembaharuan dan pertumbuhan.

"Naga melambangkan kekuatan dan transformasi. Sementara Kayu Yang menandakan pertumbuhan dan ekspansi. Diterjemahkan ke pasar modal, ini bisa berarti peluang signifikan di sektor-sektor yang berkaitan dengan teknologi, energi terbarukan, dan pendidikan, di mana inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan menjadi kunci," kata Hendra.

 

3 dari 4 halaman

Transaksi Saham GOTO dan ITMA Sentuh Rp 1 Triliun di Pasar Negosiasi

Sebelumnya diberitakan, transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) mencapai Rp 1 triliun di pasar negosiasi pada perdagangan Senin (5/2/2024).

Mengutip data RTI, transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencapai Rp 1,3 triliun di pasar negosiasi. Harga saham GOTO ditransaksikan anjlok 97,78 persen di pasar negosiasi. Total frekuensi perdagangan saham 364 kali dengan volume perdagangan 162.665.242 saham. Di pasar negosiasi, harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 82 dan terendah Rp 2 per saham.

Di pasar regular, harga saham GOTO terpangkas 6,67 persen ke posisi Rp 84 per saham. Harga saham GOTO berada di level tertinggi Rp 91 dan terendah Rp 84 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.354 kali dengan volume perdagangan 192.976.664 saham. Nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 1,6 triliun.

Transaksi saham ITMA di pasar negosiasi mencapai Rp 1 triliun. Saham ITMA melonjak 285 persen ke posisi Rp 3.465 per saham. Total frekuensi perdagangan lima kali dengan volume perdagangan 2.985.980 saham. Harga saham ITMA berada di level tertinggi Rp 3.465 dan terendah Rp 3.465 per saham.

Di pasar regular, transaksi saham ITMA melambung 5,88 persen ke posisi Rp 720 per saham. Saham ITMA dibuka stagnan di posisi Rp 680 per saham. Harga saham ITMA mencapai Rp 765 dan terendah Rp 680 per saham. Total frekuensi perdagangan 454 kali dengan volume perdagangan 2.992.895 saham. Nilai transaksi Rp 1 triliun.

Pada pukul 15.30 WIB, IHSG merosot 0,40 persen ke posisi 7.210. Indeks LQ45 susut 0,49 persen ke posisi 979. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.254,08 dan terendah 7.186,17. Sebanyak 343 saham tertekan sehingga bebani IHSG. 181 saham menguat dan 227 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.040.251 kali dengan volume perdagangan 31,2 miliar saham. Nilai transaksi Rp 9,5 triliun.

 

4 dari 4 halaman

Buyback Saham

Sebelumnya diberitakan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok mengumumkan penyelesaian transaksi. Bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia resmi bergabung di bawah PT Tokopedia, yang dimiliki bersama oleh GoTo dan TikTok sebagai mitra strategis di Indonesia, dengan TikTok sebagai pemegang saham pengendali.

Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo mengatakan, proses integrasi dan migrasi untuk menghadirkan pengalaman berbelanja secara lancar di aplikasi TikTok dan Tokopedia sejauh ini telah mengalami kemajuan dan berjalan dengan baik, serta diharapkan akan rampung dalam periode uji coba. Proses ini dilaksanakan dengan konsultasi kepada kementerian dan lembaga terkait, sesuai peraturan yang berlaku.

"Hari ini kami telah menyelesaikan transaksi kerjasama dengan TikTok, yang akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dan para pelaku UMKM. Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup GoTo," kata Patrick dalam keterangan resmi, Rabu (31/1/2024).

Grup GoTo mencatatkan kinerja solid pada akhir 2023, dan berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV 2923. Perseroan juga melampaui panduan kinerja EBITDA yang disesuaikan untuk tahun buku 2023. Rincian mengenai kinerja perseroan sepanjang 2023 akan diumumkan kemudian.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini