Sukses

IHSG Melemah Tipis Jelang Libur Panjang, Saham BBCA Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Rabu (7/2/2024). Koreksi IHSG terjadi di tengah aksi beli saham oleh investor asing.

Dikutip data RTI, IHSG melemah terbatas 0,17 persen ke posisi 7.235,15. Indeks LQ45 menguat 0,26 persen ke posisi 983,13. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.285,12 dan terendah 7.225,44.  Sebanyak 316 saham melemah dan 203 saham menguat. 246 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.126.143 kali dengan volume perdagangan 19 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.630.

Investor asing melakukan aksi beli saham Rp 1,42 triliun. Sepanjang 2024, investor asing buru saham Rp 12,37 triliun. Mayoritas sektor saham (IDX-IC) melemah. Sektor saham basic turun 1,32 persen, dan catat koreksi terbesar.

Diikuti sektor saham infrastruktur merosot 1,12 persen, sektor saham kesehatan terpangkas 0,80 persen, sektor saham teknologi susut 0,73 persen. Selain itu, sektor saham siklikal melemah 0,44 persen, sektor saham nonsiklikal terpangkas 0,40 persen, sektor saham energi melemah 0,30 persen dan sektor saham properti susut 0,15 persen.

Sementara itu, sektor saham transportasi melesat 0,64 persen, sektor saham industri bertambah 0,26 persen dan sektor saham keuangan naik 0,20 persen.

Jelang libur panjang, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) stagnan di posisi Rp 84 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 85 dan terendah Rp 82 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.323 kali. Total volume perdagangan 16.838.122 saham. Nilai transaksi Rp 137,6 miliar.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,78 persen ke posisi Rp 9.700 per saham. Saham BBCA dibuka naik 75 poin ke posisi Rp 9.700 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 9.725 dan terendah Rp 9.700 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.724 kali dengan volume perdagangan 1.386.431 saham. Nilai transaksi Rp 1,3 triliun.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Sentimen IHSG

Dikutip dari Antara, tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, bursa Asia bergerak variasi karena pelaku pasar mempertimbangkan pernyataan pejabat the Fed, serta munculnya keraguan pelaku pasar terhadap upaya regulator pasar modal China dalam menstabilkan pasar.

“Regulator pasar modal China menunda pemberian pinjaman saham, serta membatasi ukuran refinancing sekuritas, sebagai bagian dari upaya lebih lanjut untuk mengekang short selling,” demikian disebutkan dalam tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Volatilitas pasar di Asia juga dipicu oleh aksi taking profit menjelang libur Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili. Sementara itu, pernyataan pejabat The Fed Loretta Mester para pembuat kebijakan mungkin akan baru percaya diri untuk menurunkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, cukup memberikan kebingungan terhadap pelaku pasar.

Pernyataan Lorreta diperkuat dengan pejabat The Fed lain yaitu Neel Kashkari yang memuji penurunan inflasi, tetapi masih diperlukan lebih banyak upaya untuk menurunkan inflasi kembali ke target The Fed yaitu 2 persen.

3 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham SBAT melambung 50 persen
  • Saham HADE melambung 33,33 persen
  • Saham PSDN melambung 32,08 persen
  • Saham ALII melambung 25 persen
  • Saham POLU melambung 24,80 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham DEAL merosot 25 persen
  • Saham SURI merosot 24,64 persen
  • Saham HUMI merosot 19,72 persen
  • Saham GTRA merosot 18,99 persen
  • Saham BULL merosot 17,61 persen

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham TOSK tercatat 119.747 kali
  • Saham UNTD tercatat 69.447 kali
  • Saham DOOH tercatat 30.088 kali
  • Saham SATU tercatat 28.119 kali
  • Saham ALII tercatat 21.071 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 904,7 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 864,7 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 621,7 miliar
  • Saham ASII senilai Rp 366 miliar
  • Saham TOSK senilai Rp 283,8 miliar
4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Pasifik pada 7 Februari 2024

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Rabu, 7 Februari 2024. Hal ini seiring investor menilai laba perusahaan dan upaya China meningkatkan pasarnya.

Dikutip dari CNBC, grup DBS, bank terbesar di Asia Tenggara melaporkan kenaikan laba bersih kuartal IV sebesar 2 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 2,39 miliar. Grup DBS juga mempertahankan perkiraan laba setahun penuh. Saham DBS melonjak 2 persen.

Sementara itu, produsen chip terbesar China SMIC mengatakan, hambatan makroekonomi global dan ketegangan geopolitik yang terus menerus dapat berdampak terhadap bisnis pada 2024. Hal ini sehari setelah Perseroan membukukan penurunan laba kuartal IV sebesar 54,7 persen. Saham SMIC turun hampir 5 persen di perdagangan Hong Kong.

Selain itu, saham kendaraan listrik yang terdaftar di Hong Kong naik setelah Kementerian Perdagangan China merilis dokumen yang menguraikan rencana untuk pengembangan kendaraan energi baru yang sehat.

Indeks Kospi Korea Selatan melompat 0,95 persen, dan memimpin di bursa saham Asia. Indeks Kosdaq bertambah 0,48 persen.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,45 persen ke posisi 7.615,8. Hal ini setelah bank sentral Australia mempertahankan suku bunga 4,35 persen.

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,34 persen. Indeks CSI 300 naik 0,42 persen. Indeks Nikkei 225 melemah 0,18 persen, dan indeks Topix menguat 0,33 persen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini