Sukses

CEO Delta Airlines Sebut Kerja Jarak Jauh Berdampak ke Industri Penerbangan

CEO Delta Airlines Ed Bastian menuturkan, ketika CEO sulit mendapatkan karyawannya,ia menjawab kalau karyawan itu berada di pesawatnya. Ed menilai, ada perubahan pola kerja usai pandemi COVID-19.

Liputan6.com, Jakarta - “Pertempuran” kembali ke kantor menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda. Di sisi lain, pekerja bertahan melakukan pekerjaan jarak jauh dan pimpinan semakin ketat dengan syarat tatap muka.

Namun, seorang bos perusahaan melihat tarik ulur dari sudut pandang yang tidak biasa dari CEO Delta Airlines Ed Bastian. Demikian dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (23/7/2023).

Saat ditanya apakah perjalanan bisnis telah kembali ke tingkat pra pandemi COVID-19, Bastian menuturkan kepada Semafor pekan ini, kalau sekitar 80 persen telah kembali.

Namun, secara keseluruhan, menurut dia, permintaan untuk perjalanan udara telah keluar dari grafik karena penumpang kembali melakukan perjalanan udara.

Selain itu, ia juga menjelaskan bagaimana peralihan ke jadwal kerja jarak jauh atau bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA) dan hybrid telah mempengaruhi industrinya, bahkan ketika CEO mendorong mandat kembali ke kantor.

“Pola kerja baru artinya orang-orang yang dulu tidak bisa jalan-jalan karena berada di kantor dari Senin sampai Jumat. Ketika saya berbicara dengan CEO dan mereka mengeluh tentang betapa sulitnya mereka mendapatkan karyawan mereka. Saya berkata, saya tahu di mana mereka berada. Mereka ada di pesawat saya,” tutur dia.

Bintang Shark Tank Kevin O’Leary percaya pekerjaan jarak jauh akan tetap ada dan mengubah cara pengelolaan proyek dengan waktu 9-5 hari tidak lagi menjadi norma.

“Anda berkata kepada seseorang. Lihat Anda harus menyelesaikan ini pada Jumat depan pada siang hari ini. Kamu tidak terlalu peduli ketika mereka melakukannya. Selama itu selesai,” ujar dia kepada CNN pada Maret 2023.

Hal itu memberikan fleksibilitas bagi pekerja jarak jauh dan hybrid tentang kapan harus bekerja dan kapan harus bepergian. Peneliti Stanford mendokumentasikan bagaimana permainan di lapangan golf naik 278 persen pada Rabu sore hari dibandingkan 2022 dan 2019 dengan penjelasan paling mungkin karyawan bermain golf sebagai istirahat saat bekerja dari rumah.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kata Peneliti

Namun, peneliti mencatat tidak berarti pekerja yang bekerja selama jam kantor tradisional menjadi kurang produktif. Itu bisa saja berarti karyawan menyebarkan pekerjaan mereka ke rentang jam lebih luas, mungkin bekerja hingga larut malam dan pagi-pagi sekali. Hal ini berlaku untuk mengejar penerbangan.

Pekerjaan Jarak Jauh vs Sewa Kantor

"Pekerjaan jarak jauh berarti memberdayakan karyawan dengan kepercayaan dan tanggung jawab, menumbuhkan budaya akuntabilitas dan inisiatif,” cuit CEO Firstbase Chris Herd.

Herd menuturkan, frasa kerja jarak jauh telah dibajak untuk bekerja dari rumah, padahal sebenarnya berarti bekerja dari mana saja. Ia setuju perusahaan mendapatkan manfaat dari ikatan karyawan secara langsung.

Namun, menurut dia, cara yang lebih baik dan murah untuk mencapainya adalah dengan melakukan jarak jauh dan mengadakan pertemuan semi-reguler di luar lokasi dari pada menandatangani kontrak sewa kantor jangka panjang dan memaksa pekerja tinggal.

Jika sarannya diperhatikan, hal ini akan menguntungkan industri penerbangan dengan pekerja jarak jauh melakukan penerbangan ke pertemuan karyawan, serta memiliki lebih banyak kebebasan untuk bepergian secara keseluruhan.

Herd juga mencatat melakukan “remote” atau perpindahan memungkinkan perusahaan untuk menarik dari kumpulan bakat yang jauh lebih besar, dan memberi keunggulan kompetitif yang signifikan dari waktu ke waktu.

 

3 dari 3 halaman

CEO Bakal Kurangi Mandat Return to Office

Amazon, misalnya menuju arah berlawanan. Dilaporkan beberapa karyawan harus pindah untuk mematuhi mandat kembali ke kantor yang mulai diberlakukan awal 2023. Pekerja di kantor pusat di Seattle mogok pada akhir Mei untuk protes mandat itu, tetapi hal tersebut tidak menganggu pemimpin Amazon.

Dengan dilanjutkannya pekerjaan tatap muka, ada lebih banya energi, kolaborasi, dan koneksi yang terjadi. “Kami telah mendengar ini dari banyak karyawan dan bisnis di sekitar kantor kami,” ujar Juru Bicara Amazon Brad Glasser kepada Fortune.

Herd yakin CEO akan mengurangi mandat RTO dan merangkul pekerjaan jarak jauh lebih banyak saat sewa kantor berakhir. Jika dia benar, ini bisa menjadi kabar baik bagi maskapai seperti Delta Airlines.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini