Investasi Masyarakat Kalimantan di BEI Melonjak 103 Persen pada 2022

KSEI mencatat, nilai kepemilikan investor Kalimantan atas saham, obligasi, dan surat berharga lainnya yang tercatat di BEI naik 103,4 persen menjadi Rp 60,92 triliun.

Diterbitkan 17 Desember 2022, 17:56 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat pertumbuhan nilai kepemilikan aset investor di Indonesia Timur melonjak dibandingkan Indonesia bagian barat pada 2022.

KSEI mencatat, nilai kepemilikan investor Kalimantan atas saham, obligasi, dan surat berharga lainnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 103,4 persen menjadi Rp 60,92 triliun. Dengan demikian, mencatat peringkat pertama pertumbuhan aset investor.

Kemudian diikuti oleh investor di Papua dan Maluku dengan tingkat pertumbuhan aset 41,59 persen meniadi Rp 3,51 triliun. Sementara itu, persentase pertumbuhan aset investor di Jawa dan DKI Jakarta hanya di kisaran 10,57 persen dan 10,16 persen menjadi Rp 413,98 triliun dan Rp 3.071,94 triliun.

Saham-saham sektor keuangan dan infrastruktur merupakan pilihan utama investor Kalimantan, Papua dan Maluku. Papua dan Maluku bahkan menjadi satu-satunya wilayah dengan pertumbuhan aset reksa dana positif sebesar 12,88 persen menjadi Rp 1,3 triliun.

Sedangkan dari sisi persentase pertumbuhan investor, Papua dan Maluku menduduki peringkat pertama dengan total pertumbuhan investor 46,05 persen dari 70.418 investor pada akhir 2021 menjadi 102.848 investor pada November 2022.

Pertumbuhan investor terbesar kedua diduduki oleh Sulawesi yang meningkat 45,70 persen dari 292.530 pada akhir 2021 menjadi 426.205 pada November 2022.

Sedangkan pertumbuhan investor di Sumatra berada di posisi tiga yang mencapai 37,99 persen dari 1.227.757 investor pada akhir 2021 menjadi 1.694.170 investor pada November 2022. Berbeda dengan wilayah lainnya, demografi investor didominasi oleh Gen Z dan milenial, demografi investor Papua dan Maluku didominasi investor Gen Z dan Gen X.

“Fenomena laju pertumbuhan investor serta nilai aset luar biasa di Indonesia Timur menunjukkan peningkatan literasi masyarakat yang semakin menyadari pentingnya investasi, khususnya di industri pasar modal,” ujar Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo seperti dikutip dari keterangan tertulis, ditulis Sabtu (17/12/2022).

 

 

Investor di DKI Jakarta Masih Mendominasi

Ia menambahkan, inklusi tentang investasi pasar modal juga semakin meluas dan merata yang sebelumnya didominasi oleh wilayah barat. Uriep mengatakan, walaupun perlahan tergerus, tetapi investor di DKI Jakarta masih mendominasi.

Hal ini terlihat dari nilai aset di pasar modal sebesar Rp 3.469,01 triliun yang dimiliki investor sebanyak 1.340.032. Disusul kemudian oleh wilayah Jawa dengan total nilai aset sebesar Rp 501,19 triliun yang dimiliki 5.632.412 investor atau 55,85 persen dari total investor.

Di sisi lain, nilai aset saham, obligasi dan surat berharga lainnya rata-rata per investor di DKI Jakarta menurun 10,21 persen menjadi Rp 4,55 miliar pada November 2022 dari sebelumnya Rp 5,07 miliar pada akhir 2021.

Hal yang sama dialami pula oleh investor di Bali, NTB, dan NTT, serta Kalimantan. Kenaikan nilai investasi per investor terjadi di wilayah Papua dan Maluku serta Sulawesi, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 62,27 persen dan 13,19 persen.

Jika dilihat dari total nilai aset untuk masing-masing investor, terjadi penurunan di semua wilayah, kecuali untuk wilayah Papua dan Maluku, yang meningkat sebesar 23,37 persen menjadi Rp655,41juta di akhir November 2022 dari Rp531,24 juta di akhir tahun 2021.

Kepala Divisi Hukum KSEI, Ludfiati menuturkan, investor dari berbagai wilayah di Indonesia dengan latar belakang beragam jika dilihat, kurang lebih memiliki keseragaman dalam memilih jenis saham untuk investasi.

Berdasarkan data, terlihat saham sektor industri keuangan dan infrastruktur masih merupakan pilihan utama untuk investasi.

“Sementara itu, saham sektor industri produk primer dan non-primer menjadi pilihan lain bagi investor di seluruh wilayah kecuali Sulawesi yang memiliki pilihan lain berupa saham sektor industri basic materials,” kata Ludfi.

Investor Domestik Kuasai Pasar Modal Indonesia

Sebelumnya, investor pasar modal masih menunjukam pertumbuhan yang menggembirakan pada 2022. Hingga 23 November 2022, PT Kustordian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor di pasar modal mencapai 10,1 juta SID.

"Sampai dengan 23 November 2022, investor pasar modal tumbuh 35 persen menjadi 10.115.140 SID dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 7.489.337 SID," ungkap Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, Sabtu (26/11/2022).

Rinciannya, untuk investor saham atau C-best sebanyak 4.374.271 juta, naik 26,73 peesen dibandingkan Desember 2021 sebanyak 3.451.513 investor.  Jumlah investor reksa dana 9.412.891, naik 37,61 persen dari 6.840.234 investor pada Desember 2021. Sementara investor surat berharga negara 817.226, naik 33,72 persen dari 611.143 pada Desember 2021.

"Yang menarik di sini 99,63 persen itu investor individu. Investor lokal juga sudah mendominasi 99,66 persen dari total SID," imbuh Uriep.

Adapun investor domestik pada saham mendominasi sebesar 99,56 persen, investor reksa dana 99,88 persen dan investor SBN mendominasi 97,54 persen.

Dari sisi demografinya, investor di pasar modal berusia di bawah 30 tahun mendominasi sebesar 58,79 persen. Disusul investor udia di atas 30 tahun dampai dengan 40 tahun sebesar 22,41 persen. Investor usia 41-50 10,82 persen, usia 51-60 2,51 persen dan sisanya 2,77 persen merupakan investor usia di atas 60 tahun.

 

Investor Pasar Modal Tembus 10 Juta SID

Sebelumnya, jumlah investor pasar modal Indonesia masih melanjutkan pertumbuhan yang menggembirakan. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat investor di pasar modal Indonesia telah tembus 10 juta investor.

Berdasarkan data KSEI pada 3 November 2022, jumlah investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID) telah mencapai 10.000.628. Jumlah tersebut didominasi oleh investor lokal dengan komposisi jumlah investor lokal sebesar 99,78 persen.

"Selain menandakan bahwa investor lokal semakin percaya dan sadar pentingnya investasi pasar modal, dominasi investor lokal diharapkan dapat memberikan ketahanan bagi pasar modal Indonesia apabila diterpa isu global," kata Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dalam keterangan resmi, Senin (21/11/2022).

Jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53 persen dari 7.489.337 di akhir tahun 2021 menjadi 10.000.628 pada 3 November 2022. Tren peningkatan tersebut telah terlihat sejak 2019 ketika investor masih berjumlah 2.484.354. Implementasi simplifikasi pembukaan rekening efek, memberikan dampak cukup besar bagi peningkatan jumlah investor pasar modal terlebih di masa pandemi COVID-19.

"Hal itu terlihat dari peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2020-2021, dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen. Peningkatan jumlah investor sejak 2019 hingga 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” imbuh Uriep.

Industri reksa dana sebagai penyumbang jumlah investor terbesar di pasar modal memperlihatkan tren peningkatan signifikan yaitu 36,04 persen menjadi 9,3 juta investor. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan investor dari selling agent financial technology (fintech), yang 99,9 persennya merupakan investor individu lokal.

Investor retail juga mendominasi transaksi subscription dan redemption yang mencapai lebih dari 80 persen. Reksa dana pasar uang merupakan reksa dana dengan jumlah investor terbanyak yaitu sebesar 2,47 juta, diikuti oleh reksa dana pendapatan tetap dengan jumlah investor sebesar 934 ribu.

 

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • Investor
  • Kalimantan