Sukses

Chengdong Investment Kempit 10,68 Persen Saham BUMI

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan perubahan kepemilikan pemegang saham. Hal itu sehubungan dengan HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp-Self yang menambah kepemilikannya atas saham BUMI per 2 Desember 2022.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/11/2022), perusahaan beralamat di Unit 1707, nomor 1, Chaoyangmen Beidajie, Dongcheng District, Beijing, Tiongkok itu memborong 24.808.785.152 lembar saham BUMI. Usai transaksi, Chengdong Investment ini genggam 39.653.936.330 lembar saham PT Bumi Resources Tbk atau setara 10,68 persen, dari sebelumnya 14.845.151.178 lembar atau setara 4,32 persen.

Sayangnya, tak diungkapkan berapa nilai pembelian saham dan tujuan pembelian. Namun merujuk tanggal perubahan kepemilikan saham yakni per 2 Desember 2022, saham BUMI saat itu ditutup pada posisi Rp 181. Sehingga diperkirakan total transaksi pembelian saham PT Bumi Resources Tbk oleh Chengdong Investment mencapai Rp 4,49 triliun.

Pada perdagangan hari ini, Selasa 6 Desember 2022, saham Bumi Resourcesditutup stagnan ke posisi 171. Saham PT Bumi Resources Tbk dibuka pada posisi 171 dan bergerak pada rentang 167—175. Secara year to date atau sejak awal tahun, saham BUMI telah naik 105 poin atau 159,09 persen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bumi Resources Kembali Private Placement, CIC Bakal Genggam 10 Persen Saham BUMI

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Desember 2022. Dengan aksi korporasi tersebut, China Investment Corporation (CIC) akan genggam 10 persen saham BUMI.

Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk Adika Nuraga Bakrie menuturkan, jumlah modal saham ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dengan private placement. Jumlah modal saham ditempatkan dan modal disetor dari 343.841.242.189 saham menjadi 371.320.676.795 saham. Perseroan akan menerbitkan 27.479.434.606 saham seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham dalam rangka private placement.

"Sebagian besar 27 miliar saham, 25 miliar saham akan dipegang CIC. CIC sendiri partner strategis dan kita rasa akan jadi long term holder," ujar Adika Nuraga, saat paparan publik perseroan, Selasa (29/11/2022).

Dengan demikian, kepemilikan saham BUMI oleh CIC sebesar 10 persen terkait private placement tersebut. "CIC akan balik memiliki 10 persen di BUMI sangat strategis bagi kita," tutur dia.

 

3 dari 4 halaman

Belanja Modal

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham Bumi Resources antara lain NSB Clients sebesar 3,81 persen, NSB Clients sebesar 0,02 persen, Watiga Trust Ltd sebesar 2,24 persen, Long Haul Holdings Ltd sebesar 0,84 persen.Selanjutnya PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 0,03 persen, PT Biofuel Indo Sumatra sebesar 0,56 persen, Mach Energy (Hongkong) Limited sebesar 49,44 persen, Treasure Global Investments Limited sebesar 8,72 persen dan masyarakat sebesar 34,34 persen.

Selain itu, saat diminta tanggapan mengenai rencana diversifikasi usaha pada 2023, pria akrab disapa Aga ini menuturkan, perseroan prioritaskan batu bara dan downstreaming.

"Sesuai dengan perpanjangan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus), untuk tahun depan finalisasi rencana, persiapkan industri ini. Di luar itu, perseroan lagi kaji beberapa diversifikasi non coal apakah EV tidak langsung, kaji metal strategy yang berbeda dengan sister company Bumi Resources Minerals," tutur dia.

Untuk belanja modal 2023, Bumi Resources juga akan siapkan dana sebesar USD 50 juta-USD 75 juta atau sekitar Rp 786,87 miliar-Rp 1,18 triliun. (asumsi kurs 15.737 per dolar AS)."Suistanability (belanja modal-red) USD 50 juta-USD 75 juta pada tahun depan," ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Andrew Beckham.

4 dari 4 halaman

Bumi Resources Kembali Private Placement

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Langkah ini dilakukan Bumi Resources untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (27/11/2022),  PT Bumi Resources Tbk menerbitkan saham baru tanpa HMETD berjumlah 27.479.434.606 saham seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Dengan demikian, total dana yang akan diraup sekitar Rp 2,19 triliun. Pelaksanaan private placement dilakukan pada 2 Desember 2022, dan pemberitahuan hasil pelaksanaan private placement pada 6 Desember 2022.

Perseroan menyatakan seluruh saham baru itu yang akan diterbitkan dalam private placement akan diambil bagian oleh pemegang obligasi wajib konversi (OWK) terkait dalam rangka pelaksanaan hak konversi OWK. Private placement akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 80 per saham. Harga itu merupakan harga konversi OWK yang berlaku terhadap pelaksanaan hak konversi OWK.

Harga pelaksanaan PMTHMETD telah ditentukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal, yaitu Peraturan Nomor 1-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, Lampiran II Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021 tanggal 21 Desember 2021.

Jumlah modal saham ditempatkan dan modal disetor perseroan akan meningkat dari 343.841.242.189 saham menjadi 371.320.676.795 saham. Rincian saham itu antara lain 20.773.400.000 saham seri A, 53.501.346.007 saham seri B dan 297.045.930.788 saham seri C.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS