Sukses

Jasa Armada Indonesia Tebar Dividen Interim 2022 Rp 19,41 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) akan membagikan dividen interim 2022. Pembagian dividen interim 2022 itu sebesar Rp 19,41 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/11/2022), pembagian dividen interim 2022 itu setara Rp 3,68 per saham. Dividen interim yang dibagikan itu kepada pemegang atau pemilik 5.276.771.300 saham yang dikeluarkan Jasa Armada Indonesia yang telah dikurangi saham treasuri dan tercatat dalam daftar pemegang saham pada 8 Desember 2022 pukul 16.00 WIB.

Pembagian dividen interim tersebut sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 25 November 2022.

Selajn itu, pembagian dividen interim 2022 itu pertimbangkan data keuangan per 30 Juni 2022 yaitu laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 64,70 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 188,38 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp 1,12 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2022:

-Cum dividen interim di pasar regular dan pasar negosiasi pada 6 Desember 2022

-Ex dividen interim di pasar regular dan negosiasi pada 7 Desember 2022

-Cum dividen interim di pasar tunai pada 8 Desember 2022

-Ex dividen interim di pasar tunai pada 9 Desember 2022

-Recording date yang berhak atas dividen interim (DPS) pada 8 Desember 2022

-Pelaksanaan pembayaran dividen interim 2022 pada 23 Desember 2022

Pada penutupan perdagangan Senin, 28 November 2022, saham IPCM stagnan di posisi Rp 286 per saham. Saham IPCM dibuka stagnan Rp 286 per saham. Saham IPCM berada di level tertinggi Rp 288 dan terendah Rp 282 per saham. Total frekuensi perdagangan 290 kali dengan volume perdagangan 20.439 saham. Nilai transaksi Rp 580,7 juta.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jasa Armada Indonesia Investasi 4 Kapal Rp 90,53 Miliar

Sebelumnya, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) teken dua surat perjanjian atas pekerjaan pembangunan satu unit kapal tunda dan tiga unit kapal pandu.

Perjanjian pertama, yakni perjanjian pekerjaan pembangunan satu unit kapal tunda dengan daya minimal 2 x 2200 HP tipe Azimut Stern Driven (ASD) kebutuhan PT JAI Tbk dengan nilai investasi Rp 68,9 miliar. Perjanjian ini ditandatangani antara perseroan dan PT Dumas Tanjung Perak Shipyards.

Kedua, perjanjian pekerjaan pembangunan tiga unit kapal pandu dengan daya minimal 2 x 300 HP tipe Outboard Engine kebutuhan PT JAI Tbk dengan nilai investasi untuk ketiga kapal pandu sebesar Rp 21,63 miliar. Dengan demikian total pembangunan empat kapal sekitar Rp 90,53 miliar.

 

3 dari 4 halaman

Investasi Kapal

Perjanjian kedua ini ditandatangani antara IPCM dengan PT Galangan kapal Yasa Wahana Tirta Samudera (Samudera Shipyard) dan PT Constrine Jaya Group yang merupakan perusahaan dengan kemitraan/KSO.

"Investasi kapal ini merupakan salah satu wujud komitmen IPCM dalam mengelola penggunaan dana hasil IPO. Kita tahu bisnis IPCM di bidang penundaan dan pemanduan merupakan layanan kapal untuk membantu menavigasi kapal saat akan masuk maupun keluar dermaga menggunakan kapal tugboat,” ujar Direktur Armada dan Operasi IPCM, M. Iqbal dalam keterbukaan informasi Bursa, Jumat, 31 Desember 2021.

Direksi Jasa Armada Indonesia menyampaikan kepada kontraktor pelaksana agar bekerja secara profesional dan berintegritas serta berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu dan menjaga kualitas pekerjaan tanpa ada gratifikasi kepada insan perseroan.

Pembangunan empat kapal ini diharapkan dapat semakin mendukung kelancaran operasional dan perkuatan armada milik Jasa Armada Indonesia dalam memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jasa serta ekspansi usaha IPCM ke depan.

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 28 November 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Senin, (28/11/2022). Mayoritas sektor saham tertekan pada awal pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG terpangkas 0,51 persen ke posisi 7.017,35. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.083,37 dan terendah 7.011,45. Indeks LQ45 susut 0,50 persen ke posisi 996,75. Sebagian besar indeks acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.083,37 dan terendah 7.011,45. Sebanyak 196 saham menguat dan 327 saham melemah. 183 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.294.204 kali dengan volume perdagangan 21,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.752.

Mayoritas indeks sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi merosot 3,83 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti sektor saham infrastruktur tergelincir 1,29 persen, indeks sektor saham transportasi melemah 1,01 persen. Selanjutnya sektor saham industri dasar turun 0,95 persen, sektor saham keuangan terpangkas 0,62 persen. Lalu sektor saham energi melemah 0,38 persen dan sektor saham siklikal susut 0,01 persen.

Sementara itu, sektor saham industri mendaki 0,13 persen, sektor saham nonsiklikal menanjak 0,60 persen, sektor saham kesehatan bertambah 0,88 persen dan sektor saham properti menanjak 0,19 persen.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS