Sukses

XL Axiata Gandeng Princeton Bikin Usaha Patungan Data Center

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan Princeton Digital Group (Indonesia Alpha) Pted Limited (Mitra Ventura Bersama) bikin perusahaan patungan PT Princeton Digital Group Data Centres (PDG Data Centres).

Pendirian usaha patungan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian pendirian usaha patungan pada 1 Juli 2019. Modal dasar pembentukan usaha patungan ini sebesar Rp 10 miliar yang terbagi atas 100 ribu lembar saham bernilai nominal per lembar saham masing-masing Rp 100.000.

XL Axiata dan Mitra Ventura bersama sepakati setelah terpenuhinya seluruh kondisi dan syarat dalam perjanjian tersebut, 70 persen kepemilikan PDG Data Centres akan dimiliki oleh Mitra Ventura bersama.

Mitra Ventura Bersama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan data center dan sudah memiliki portofolio usaha yang tersebar di regional.

PT Princeton Digital Group Data Centres bergerak dalam bidang aktivitas hosting dan yang berkaitan dengan itu termasuk mengelola data center perseroan.

Dengan pembentukan usaha patungan ini, perseroan juga akan lebih fokus ke bisnis selular dan teknologi serta pengelolaan data center akan ditangani secara lebih profesional.

"XL Axiata akan lebih fokus ke bisnis seluler dan teknologi dan pengelolaan data center akan ditangani secara lebih profesional," ujar Sekretaris Perusahaan PT XL Axiata Tbk, Murni Nurdini dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Kamis (4/7/2019).

Adapun pendirian PT Princeton Digital Group Data Centres bukan merupaan transaksi material dan afiliasi sebagaimana diatur masing-masing dalam Peraturan Nomor IX.E.1 Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP-412/BL/2009 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu dan Peraturan Nomor IX.E.2 Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-614/BL/2011 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

2 dari 5 halaman

XL Axiata Dukung BNBP dalam Penanganan Bencana di Indonesia

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjalin kerjasama dalam rangka penanganan bencana di Indonesia.

Chief Human Capital Officer XL Axiata, Rudy Afandi bersama dengan Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo baru-baru ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak di Graha Widya Dirgantara Sesko Angkatan Udara, Lembang, Jawa Barat.

Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari acara puncak rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 yang digelar oleh BNPB.

"Kami bangga bisa turut ambil bagian dalam program penanganan bencana di Indonesia. Melalui kerjasama ini kami berkomitmen mendukung langkah-langkah penanggulanan bencana bersama BNPB sesuai dengan kemampuan dan bidang yang kami kuasai," kata Chief Human Capital Officer XL Axiata, Rudy Afandi melalui keterangannya, Minggu, 28 April 2019.

Dengan keberadaan jaringan infrastruktur XL Axiata yang semakin meluas hingga ke pelosok-pelosok daerah, ia melanjutkan, akan bermanfaat sebagai sarana komunikasi dan konektivitas data baik bagi tim penanggulangan bencana maupun semua stakeholder terkait, termasuk juga masyarakat luas dalam penanganan bencana.

XL Axiata akan selalu bersiaga dan tanggap bencana untuk mendukung BNPB. Akses jaringan telekomunikasi menjadi salah satu hal yang utama sebagai sarana komunikasi dan koordinasi bagi semua pihak dalam menghadapi suatu bencana.

3 dari 5 halaman

XL Axiata Bakal Pakai Palapa Ring untuk Hubungkan Jaringan di Indonesia Timur

XL Axiata meningkatkan anggaran belanja modal (capex) menjadi Rp 7,5 triliun tahun ini. Rencananya, mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk membangun jaringan datanya di Indonesia.

Hal ini seiring dengan makin banyaknya permintaan atas layanan data ketimbang layanan lain seperti voice dan SMS.

Salah satu fokus XL Axiata terkait layanan data adalah membangun jaringan di wilayah Indonesia Timur.

Pemegang merek XL dan Axis ini berencana menghubungkan Indonesia Timur, salah satu caranya adalah menggunakan infrastruktur back bone Palapa Ring Timur yang diperkirakan rampung dibangun pertengahan 2019.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan, tahun ini XL memang fokus membangun jaringan di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah wilayah Indonesia Timur.

"2019 kami membangun terus, kalau pada 2018 itu disebut sebagai tahun istimewa karena pertama kalinya decline, outlook 2019 kami akan tumbuh sekitar 4 persen. Hal ini didukung dengan pertumbuhan smartphone yang akan naik 73 persen, makanya kami percaya, bisnis masih bisa tumbuh," tutur Yessie dalam acara Media Gathering XL Axiata di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (5/4/2019) malam.

Diapun mengungkapkan salah satu fokus XL Axiata adalah memperluas jaringan datanya. Selain membangun fiber optik milik sendiri, XL Axiata juga berencana melakukan kerja sama dengan Palapa Ring.

"Kami ingin menghubungkan nusantara dengan akses yang terjangkau. Sebelum 2019 perluasan data di Indonesia Timur itu hampir tidak ada, tetapi sekarang di Nusa Tenggara, ada 31 kabupaten dan kota yang diselimuti jaringan 4G XL. Kami mencoba menjangkau jaringan terluar dengan fiber optik," tutur Yessie.

4 dari 5 halaman

Andalkan Palapa Ring Timur

Dia menambahkan, untuk memperluas wilayah jangkauan data XL Axiata, XL akan menggunakan Palapa Ring Timur. Sebelumnya, XL Axiata telah menggunakan infrastruktur Palapa Ring Barat untuk menghubungkan Kepulauan Anambas dengan jaringan internet.

"(Palapa Ring) Barat sudah digunakan untuk menghubungkan Anambas, sudah ada jaringan data kami di sana dan itu fiber optik Palapa Ring Barat. Pada 2019 ini kami juga ada rencana untuk menghubungkan Waingapu ke Kupang dengan Palapa Ring Timur," ucap Yessie.

Bicara persiapan, XL sendiri berencana untuk memetakan daerah-daerah mana yang memerlukan layanan data dari infrastruktur Palapa Ring.

"Palapa Ring memang dibiayai pemeritah, tetapi akses kami yang terus membangun, makanya strategi XL adalah kami all out memetakan daerah-daerah mana yang perlu untuk menggunakan. Dengan demikian, investasi (mahal) terkait radio dan akses kami pertimbangkan (berdasarkan kebutuhan)," tutur dia.

Yessie mengatakan, sebelumnya XL juga telah memakai Palapa Ring Barat untuk menghubungkan Kepulauan Anambas dengan koneksi internet.

Sebelumnya, XL juga memetakan mana wilayah yang dirasa membutuhkan koneksi dan mana yang tidak. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa memaksimalkan anggaran belanja modal.

Metode serupa juga nanti akan berlaku untuk Palapa Ring Tengah dan Timur. "Jadi ya sesuaikan dengan kebutuhan," ujar Yessie.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini